#HappeningToday — Akhir-akhir ini, Grameds mungkin sering mendengar istilah junk journaling berkeliaran di media sosial. Banyak juga komunitas yang mengajak orang berkumpul untuk junk journaling bersama-sama. Tapi, apa itu sebenarnya junk journaling, dan kenapa banyak yang menggemarinya?
Apa itu Junk Journaling? Mengapa Tren ini Menjadi Populer?
Journaling adalah salah satu cara menghabiskan waktu tanpa mengeluarkan banyak energi. Untuk kesehatan mental, journaling juga menjadi salah satu cara untuk meregulasi emosi dan mengekspresikan diri sendiri.
Sebagai hobi, tren ini sedang banyak dibahas dengan banyak yang memamerkan hasil akhirnya melalui media sosial. Tapi, junk journaling menunjukkan bahwa journaling nggak harus berbakat menulis atau menggambar, cukup dilakukan dengan mengoleksi memori melalui kertas yang sering dianggap sampah.
Lihat bungkus makanan cantik? Atau mau simpan tiket dari trip istimewa? Junk journaling mungkin jawaban untukmu. Junk journaling adalah sebuah seni yang terbuat dari sampah bekas yang dikolase dalam sebuah buku catatan. Berdasarkan kata junk, yang memiliki arti sampah, junk journaling berarti memanfaatkan sampah dan mengumpulkannya dalam sebuah jurnal. Mirip seperti scrapbooking, junk journal juga sebuah seni kolase barang-barang cantik yang kemudian dikoleksi dalam sebuah buku. Junk journaling memanfaatkan barang-barang sekali pakai dan mengubahnya menjadi halaman-halaman yang ciamik tanpa mengoleksi debu di pajangan. Sebuah junk journal membantu menyimpan barang-barang sentimental seperti tiket pesawat, koran, bungkus makanan, dan barang lainnya menjadi sebuah karya yang menyimpan makna. Jurnal itu juga dapat dihias dengan foto-foto dari hari yang kalian lalui.
Seperti kotak kenangan, junk journal membantu menyimpan memori spesial melalui karya cantik yang dibuat sendiri. Biasanya, junk journal diisi dengan barang-barang seperti tiket konser, boarding pass, struk belanja, stiker, stamp collection, dan barang-barang lainnya yang bisa dikumpulkan. Karena itu, jurnal ini menyimpan memori tanpa membuat barang-barangnya berserakan.
Kegunaan Junk Journal
Sebagai sebuah buku yang berisi sampah, sebuah junk journal dapat dimanfaatkan dengan berbagai kegunaan.
- Menyimpan kenangan
Terkadang, kenangan bisa tersimpan dalam foto, surat, atau secarik kertas yang kita temukan di sebuah meja makan restoran. Junk journaling dapat memberikan tempat untuk kita melakukan koleksi barang-barang yang sayang dibuang. - Ekspresi kreatif
Walaupun begitu, junk journaling tidak hanya dapat dilakukan untuk sampah yang menyimpan memori. Kegiatan journaling ini juga dapat dilakukan untuk melatih koordinasi warna dan bentuk dengan sampah-sampah yang kamu miliki, seperti bungkus makanan atau kemasan paket. - Menampilkan koleksi unik
Selain sampah, sebuah junk journal juga dapat digunakan untuk menyimpan koleksi unik. Banyak orang menggunakan junk journal untuk mengoleksi jenis daun, bungkus teh, stiker, bahkan cetakan stempel yang bisa ditemukan di tempat umum. Seringkali, setiap halaman dari sebuah junk journal akan diberi tema sesuai koleksinya.
Satu Cara Apresiasi Karya
Selain memori indah, junk journaling juga jadi salah satu cara untuk mengapresiasi langkah rumit yang dilalui seorang desainer dalam membuat sebuah produk. Seringkali, sebuah tissue, logo restoran pada bill makanan, atau bungkus take away yang lucu sangat disayangkan kalau harus dibuang. Dengan kerja keras yang telah dilakukan untuk memproduksi barang-barang tersebut, junk journaling jadi salah satu solusi mengabadikan karya yang telah dibuat. Ditambah, membuat sebuah junk journal dapat memberi kehidupan kedua dari barang yang kamu konsumsi.
Manfaat Melakukan Junk Journaling
Mungkin kamu berpikir, kenapa sampah dikoleksi untuk menjadi hiasan? Jangan salah, junk journaling ini memiliki beberapa manfaat.
- Melatih kreativitas dengan mengatur warna dan bentuk
- Mengurangi stres sebagai hobi di waktu kosong
- Menurunkan waktu menggunakan gawai digital
- Sarana melatih mindfulness dalam berkegiatan
- Menjadi kegiatan terapeutik
Berkomunitas Melalui Junk Journaling
Melalui sosial media, beberapa komunitas telah terbentuk untuk melakukan junk journaling bersama. Walaupun junk journal dapat dilakukan sendiri, kegiatan junk journaling bersama telah menciptakan lingkungan di mana orang-orang dapat berkumpul dan berkenalan mengenai hobi yang sama. Di kota-kota besar, kegiatan berkomunitas ini juga dilakukan untuk bersama-sama slowing down di tengah kehidupan yang berhuru-hara. Karena itu, junk journaling dapat mengajarkan mindfulness dan perhatian kepada detail sambil berekspresi melalui karya.
Junk journaling menjadi salah satu outlet untuk menghabiskan waktu sambil menyimpan memori. Kegiatan ini juga merupakan salah satu cara untuk menghargai barang-barang kecil yang kita pakai setiap harinya. Melalui junk journaling, benda-benda sederhana berubah menjadi cerita yang dapat dikenang kembali kapan saja.
Grameds, kalau kamu mau mulai junk journaling, kamu bisa beli kebutuhanmu di Gramedia loh. Berbagai bahan-bahan untuk membuat sebuah junk journal tersedia di Gramedia.com, seperti buku sketsa, gunting, pulpen hias, dan washi tape. Selain itu, kamu juga bisa menemukan perlengkapan lainnya langsung di toko buku Gramedia, ya.
Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.