Apa itu World Youth Skills Day 2026? Makna, Tema, dan Pentingnya Keterampilan untuk Pemuda

15 July 2026
Apa itu World Youth Skills Day 2026? Makna, Tema, dan Pentingnya Keterampilan untuk Pemuda
Menjunjung masa depan yang inklusif dengan World Youth Skills Day 2026.

#HappeningToday — World Youth Skills Day atau Hari Keterampilan Pemuda Sedunia diperingati setiap tanggal 15 Juli. Hari yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ini bertujuan untuk memperingati kebutuhan memberi pemuda dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendapat pekerjaan yang layak. Pada tahun 2026, World Youth Skills Day mengusung tema “Skills for a shared future”, menekankan kebutuhan program-program inovatif yang mendorong pemruda untuk beradaptasi dengan perubahan lanskap lapangan pekerjaan dengan perspektif inklusif dan empatik. 


Apa itu World Youth Skills Day? 


World Youth Skills Day memperingati kebutuhan memberi pemuda dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendapat pekerjaan yang layak. Hari ini mendorong pembuatan pergerakan dan program yang inovatif, tidak hanya untuk bisa beradaptasi di tengah pertumbuhan teknologi, tetapi juga memberi perspektif keberagaman, empatik, dan inklusif.

Mengapa World Youth Skills Day Penting?


Perubahan pada lanskap lapangan pekerjaan bukanlah hal yang baru. Pada revolusi industri pertama, penemuan mesin uap menjadi titik pertumbuhan industri yang berbasis pada inovasi ini. Namun, hal ini pernah menyebabkan kekhawatiran tenaga manusia yang akan digantikan mesin. 


Saat ini, industri di berbagai sektor telah melalui revolusi keempatnya, dengan bertuju revolusi kelima. Dengan adanya Akal Imitasi (Artificial Intelligence, AI), kekhawatiran tenaga manusia yang tergantikan masih sama, terutama dengan banyaknya pemberhentian secara massal dan jumlah pemuda yang sulit mendapatkan kerja. PBB juga menemukan bahwa lebih dari setengah pemuda yang bekerja melakukan pekerjaan non-formal, dan 3 dari 4 pemuda di negara berpenghasilan rendah memiliki pekerjaan sementara atau berwiraswasta. 


Di Indonesia sendiri, 57,80% dari total penduduk bekerja adalah pekerja informal, yang didefinisikan oleh BPS sebagai orang yang berusaha seorang diri, berusaha dibantu buruh tak tetap/tak dibayar, pekerja bebas, dan pekerja keluarga/tak dibayar. 


Hal ini menggarisbawahi kebutuhannya program yang membekali pemuda dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan formal dengan upah dan perlindungan yang layak. 


Untuk bisa beradaptasi pada lanskap yang sedang berubah ini, pemuda perlu memiliki keterampilan teknis yang diseimbangkan dengan lanskap digital dan AI. Penyesuaian ini akan menjadikan seseorang menjadi terampil bersama dengan perkembangan teknologi yang sedang terjadi. 


Menjunjung Masa Depan Bersama


Mengusung tema “Skills for a shared future”, atau “Keterampilan untuk masa depan bersama”, World Youth Skills Day mengimbau adanya kebutuhan inisiatif yang tidak hanya mempersiapkan pemuda untuk bisa beradaptasi, tetapi juga memimpin dengan empati, menjembatani perbedaan budaya, menumbuhkan ketangguhan, dan membentuk masa depan yang inklusif dan berkelanjutan. 


Karena itu, World Youth Skills Day diharapkan dapat menjadi dasar dari pemuda bertahan di ekosistem yang sedang berkembang di tengah perubahan AI, transisi hijau, dan kompleksitas sosial yang sedang terjadi. Dengan ini, pemuda dunia dapat bertumbuh menuju masa depan yang dapat dinikmati bersama.


Mengapa Soft Skill Tetap Penting di Era AI?


Satu hal yang tidak bisa digantikan teknologi adalah elemen kemanusiaan. Manusia dalam hidupnya mengalami berbagai pengalaman yang secara kolektif membentuk sebuah ekosistem perspektif yang beragam. Dalam kekhawatiran teknologi yang menggantikan manusia, pengalaman manusia yang unik dan berbeda-beda adalah sesuatu yang tidak bisa direplikasi mesin. Karena itu, pemuda perlu memiliki resiliensi dan kegigihan untuk berjalan bersama dengan teknologi.


Selain itu, industri masih membutuhkan perspektif manusiawi yang didasarkan pengalaman, empati, dan inklusivitas yang hanya dimiliki manusia. Maka dari itu, World Youth Skills Day menyoroti kebutuhan program yang mendorong pemuda untuk memiliki keterampilan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan berjalan maju dengan perspektif empatik untuk membentuk masa depan yang berkelanjutan dan inklusif.

Hubungan World Youth Skills Day dengan SDGs


Salah satu alasan mengapa World Youth Skills Day diperingati adalah karena pendidikan dan pelatihan pemuda menjadi salah satu elemen penting dalam mewujudkan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Agenda ini terdiri dari 17 Sustainable Development Goals (SDG) yang membangun dunia berkelanjutan, di mana kompetensi pemuda dapat memenuhi sasaran SDG ke-4, Pendidikan Berkualitas.


Hal ini dikarenakan pelatihan teknis dan kejuruan (vokasi) adalah sebuah sarana untuk memupuk pemuda memenuhi kualifikasi untuk pekerjaan yang layak. World Youth Skills Day mendorong ketersediaan pendidikan dan pelatihan yang aksesibel dan terjangkau bagi semua untuk terus meningkatkan kemampuan pemuda. 


Cara Meningkatkan Keterampilan di Era AI


Grameds, sebagai pemuda yang peduli masa depan berkelanjutan, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk berkontribusi membangun masa depan bersama.

  1. Terus Belajar dan Terbuka untuk Pengetahuan Baru
    Sebagai bagian dari pemuda, kamu harus terus terbuka akan pengetahuan baru dan memiliki keinginan belajar, terutama dengan perspektif yang empatik dan inklusif. Kamu juga bisa memprioritaskan akses internet untuk terus memperbarui keterampilanmu. Maka dari itu, keterampilanmu akan terus bertumbuh bersama waktu tanpa tertinggal perkembangan teknologi, bersama dengan sudut pandang kemanusiaanmu.

  2. Mengikuti Program untuk Mengasah Keterampilan
    Terus belajar juga bisa dilakukan dengan keikutsertaan program pelatihan. Program-program seperti ini dapat menjadi sarana agar dapat terhubung dengan ahli di industri dan berbagi sesama peserta untuk mengetahui keadaan industri secara nyata. Dirayakannya World Youth Skills Day mendorong pengadaan program-program seperti ini untuk terus mendukung pertumbuhan pemuda.

  3. Berkontribusi Membentuk Program untuk Pemuda Lainnya
    Selain melatih dirimu sendiri, kamu juga bisa membantu pemuda lainnya dengan berkontribusi di belakang layar dari program yang melatih kompetensi teknis dan kejuruan untuk semua. Program-program ini diimbau menjadi pelatihan yang inklusif dan aksesibel untuk ikut meratakan pendidikan yang berkualitas.


Para pemuda memiliki jalan yang panjang, dan kita harus membuat dunia yang mendukung perkembangan para pemuda dalam menyambung hidup yang berkelanjutan. Karenanya, mendukung perkembangan pemuda juga mendukung pembentukan masa depan bersama.Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.