Buku Fisik Kembali Jadi Tren di Tengah Era Digital? Ini Faktanya!

19 June 2026
Buku Fisik Kembali Jadi Tren di Tengah Era Digital? Ini Faktanya!
Hingga kini, minat membaca buku fisik masih bertahan kuat.

#HappeningToday — Di tengah maraknya media sosial, video pendek, dan berbagai platform digital yang terus bersaing memperebutkan perhatian penggunanya, banyak orang mengira kebiasaan membaca buku fisik mulai ditinggalkan. Segala informasi kini bisa diakses hanya dalam hitungan detik melalui layar ponsel.

Namun, kenyataannya tidak sepenuhnya demikian. Di tengah kehidupan yang serba cepat, banyak generasi muda tetap menjadikan buku fisik sebagai sarana belajar, mencari inspirasi, hingga menikmati waktu luang tanpa distraksi digital.


Buku Fisik Masih Diminati Generasi Muda

Fenomena ini didukung oleh hasil Indonesia Millennial & Gen Z Report (IMGR) 2026 dari IDN Research Institute. Laporan tersebut menunjukkan bahwa 41% Gen Z Indonesia masih membaca buku fisik secara rutin. Selain itu, 58% responden mengaku membaca untuk pengembangan diri dan menambah wawasan.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun hidup berdampingan dengan teknologi digital, minat membaca buku fisik masih tetap bertahan dan bahkan menjadi bagian dari gaya hidup sebagian generasi muda. Salah satu yang cukup populer adalah fenomena BookTok, yaitu konten video singkat yang membahas rekomendasi, ulasan, hingga pengalaman emosional setelah membaca sebuah buku.

Melalui BookTok, banyak judul buku kembali mendapat perhatian luas dan menjangkau pembaca baru. Tidak jarang buku yang viral di platform tersebut langsung menjadi perbincangan di media sosial, masuk daftar bacaan, hingga mengalami peningkatan penjualan. Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah era digital, media sosial dan buku fisik tidak selalu saling menggantikan, tetapi justru dapat saling mendukung dalam membangun minat baca generasi muda.


Mengapa Buku Fisik Masih Diminati?

Meski informasi kini dapat diakses dengan cepat melalui internet, banyak pembaca merasa buku fisik menawarkan pengalaman yang berbeda. Berikut beberapa alasan mengapa buku fisik masih menjadi pilihan banyak orang:

  1. Lebih fokus saat membaca
    Membaca buku fisik membantu mengurangi distraksi dari notifikasi, pesan, maupun aplikasi lain yang sering muncul saat menggunakan perangkat digital.
  2. Pengalaman membaca yang lebih personal
    Sensasi membalik halaman, memberi penanda buku, hingga melihat progres bacaan secara fisik memberikan pengalaman yang sulit digantikan oleh layar digital.
  3. Mengurangi kelelahan mata
    Setelah berjam-jam menatap layar komputer atau ponsel, banyak orang memilih buku fisik sebagai alternatif yang lebih nyaman untuk mata.
  4. Membantu memahami isi bacaan lebih mendalam
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa membaca buku fisik dapat membantu pembaca mengingat dan memahami informasi dengan lebih baik karena proses membaca yang lebih fokus.
  5. Memberikan waktu untuk rehat dari dunia digital
    Bagi sebagian orang, membaca buku menjadi cara sederhana untuk melakukan digital detox dan menikmati waktu tanpa gangguan teknologi.


Tips Membangun Kebiasaan Membaca

Melihat minat membaca yang masih tinggi di kalangan generasi muda, mungkin sebagian Grameds juga ingin mulai membangun kembali kebiasaan membaca. Kabar baiknya, kebiasaan ini dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.

  • Mulai dari topik yang benar-benar kamu sukai agar proses membaca terasa lebih menyenangkan.
  • Tetapkan target yang realistis, misalnya membaca 10–15 menit setiap hari.
  • Bawa buku ke mana pun sebagai alternatif saat menunggu atau bepergian.
  • Bergabung dengan komunitas membaca atau klub buku untuk menambah motivasi dan menemukan rekomendasi bacaan baru.
  • Kurangi waktu scrolling secara bertahap dan alihkan sebagian waktunya untuk membaca.

Tidak perlu langsung menghabiskan banyak buku dalam waktu singkat. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan membaca secara konsisten dan menjadikannya bagian dari rutinitas sehari-hari.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, buku fisik menunjukkan bahwa pengalaman membaca yang mendalam masih dibutuhkan banyak orang. Bukan hanya sebagai sumber pengetahuan, membaca juga menjadi cara untuk beristirahat sejenak dari derasnya arus informasi digital.

Grameds, tren ini menunjukkan bahwa membaca bukan sekadar kebiasaan lama yang bertahan, tetapi juga aktivitas yang terus menemukan tempatnya di setiap generasi. Jadi, kapan terakhir kali kamu menyelesaikan satu buku hingga halaman terakhir?


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.