#CareerSpotlight — Banyak pelamar merasa telah memenuhi seluruh kualifikasi yang tercantum dalam lowongan kerja, tetapi tetap belum berhasil melangkah ke tahap interview. Tidak jarang muncul pertanyaan, “Apa yang sebenarnya kurang?” Padahal, dalam proses seleksi, HR tidak hanya menilai deretan pengalaman atau IPK semata.
Di balik setiap CV yang masuk, ada sejumlah pertimbangan yang dilakukan sebelum kandidat diputuskan untuk lanjut ke tahap berikutnya. Salah satu aspek yang kerap menjadi sorotan adalah bagaimana kandidat menampilkan pencapaian secara konkret. Jane Heifetz, ahli pembuat resume dan pendiri Right Resumes, menyarankan agar 95% isi CV berisi pencapaian nyata yang menunjukkan hasil terukur. Artinya, CV bukan sekadar daftar aktivitas, melainkan ringkasan kontribusi yang relevan dan berdampak.
Apa yang Sebenarnya Dicari HR Saat Membaca CV?
- Bukan Soal Banyaknya Pengalaman, Tapi Kesesuaiannya
HR ingin melihat apakah pengalaman yang ditulis relevan dengan posisi yang dilamar. Relevansi ini mencakup tugas sebelumnya, proyek yang pernah dikerjakan, hingga pencapaian spesifik yang menunjukkan kemampuan kandidat untuk berkontribusi pada perusahaan yang dituju.
Pengalaman yang tidak sepenuhnya selaras bukan berarti tidak bernilai, tetapi tanpa penjelasan yang jelas mengenai kaitannya dengan peran yang dituju, HR akan kesulitan menangkap nilai tambahnya. Karena itu, deskripsi yang ringkas, fokus, dan berbasis hasil jauh lebih efektif dibandingkan daftar panjang pengalaman tanpa konteks yang kuat.
- CV yang Terstruktur Lebih Berpeluang
Selain isi, penyajian juga berperan penting. Struktur yang sistematis dan mudah dipahami membantu HR menangkap informasi utama dalam waktu singkat. Studi dari The Ladders menunjukkan bahwa recruiter rata-rata hanya menghabiskan sekitar tujuh detik untuk memindai CV pada tahap awal seleksi. Jika informasi tidak tersusun secara logis dan mudah dipindai, peluang untuk melangkah ke tahap berikutnya bisa terlewat.
Interview Bukan Sekadar Menjawab Pertanyaan
Ketika kandidat berhasil masuk ke tahap interview, penilaian tidak lagi hanya berfokus pada isi CV. HR mulai melihat bagaimana kandidat membawa dirinya secara langsung. Beberapa hal yang biasanya menjadi perhatian antara lain:
- Cara berpikir dan menyusun jawaban
HR memperhatikan bagaimana kandidat merespons pertanyaan: apakah jawabannya terstruktur, relevan, dan disertai contoh konkret. Respons yang jelas dan berbasis pengalaman nyata cenderung lebih meyakinkan dibanding jawaban yang terdengar umum atau normatif. - Sikap dan antusiasme
Ketertarikan yang tulus terhadap posisi dan perusahaan seringkali terlihat dari cara kandidat berbicara dan menunjukkan energi positif. Kemampuan beradaptasi, komunikasi yang baik, sikap profesional dapat menjadi pembeda, terutama ketika beberapa kandidat memiliki kualifikasi yang serupa. Selain itu, mengajukan pertanyaan yang relevan di akhir sesi interview juga menunjukkan rasa ingin tahu dan keseriusan kandidat terhadap peran yang dilamar. - Pemahaman tentang perusahaan dan posisi
Riset sederhana mengenai visi, produk, atau nilai perusahaan mencerminkan keseriusan kandidat. Hal ini menunjukkan bahwa lamaran yang dikirim bukan sekadar formalitas, melainkan keputusan yang dipertimbangkan dengan matang.
Pada akhirnya, perjalanan dari CV ke interview bukan sekadar tahapan administratif. HR tidak mencari kandidat yang paling sempurna secara angka, melainkan yang paling relevan, siap, dan mampu berkembang bersama perusahaan. Kesiapan tidak hanya terlihat dari apa yang tertulis di CV, tetapi juga dari bagaimana seseorang memaknai, menjelaskan, dan membawa pengalamannya ke dalam ruang percakapan.
Dengan memahami cara HR menilai kandidat, proses melamar kerja dapat dijalani dengan lebih terarah. Bukan sekadar berharap lolos, tetapi benar-benar mempersiapkan diri untuk bertumbuh.
Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.