Sekuel Film 5 cm Hadir dengan Judul Baru. Adaptasi Novel?

08 January 2026
Sekuel Film 5 cm Hadir dengan Judul Baru. Adaptasi Novel?
Teaser pertama film 5cm: Revolusi Hati.

#HappeningToday – Pengumuman sekuel film 5 cm (2012) oleh Soraya Intercine Films langsung memicu antusiasme sekaligus tanda tanya di kalangan penggemar. Film yang diadaptasi dari novel populer karya Donny Dirgantoro ini memang meninggalkan kesan mendalam sejak pertama kali dirilis lebih dari satu dekade lalu. Tak heran, kabar kelanjutannya pun cepat menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Salah satu hal yang paling disorot adalah perbedaan judul sekuel antara versi novel dan film. Jika sekuel novel 5 cm berjudul 5 cm: Aku, Kamu, Samudera, dan Bintang-Bintang, Soraya Intercine Films justru mengumumkan judul 5 cm: Revolusi Hati untuk film terbarunya. Perbedaan ini sempat menimbulkan berbagai spekulasi, mulai dari dugaan penyederhanaan judul hingga kemungkinan adaptasi bebas.

Namun, melalui unggahan poster perdana di TikTok, Soraya Intercine Films memberikan klarifikasi menarik. Dalam kolom komentar, pihak produksi menyampaikan bahwa film sekuel ini tidak diadaptasi dari novel lanjutan. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa 5 cm: Revolusi Hati akan menjadi kisah baru yang berdiri sendiri di semesta 5 cm versi layar lebar.

Pernyataan dari TikTok Soraya Intercine Films. Sumber : TikTok

Kilas Balik 5 cm: Dari Buku ke Layar Lebar
Sebagai adaptasi dari novel terbitan Gramedia, 5 cm (2012) dikenal sebagai salah satu film Indonesia yang berhasil menerjemahkan kekuatan cerita sastra ke medium visual. Novel 5 cm karya Donny Dirgantoro mengisahkan persahabatan lima anak muda yaitu Genta, Arial, Zafran, Ian, dan Riani yang memutuskan untuk berpisah sementara demi mengejar mimpi masing-masing, sebelum akhirnya kembali bertemu dalam pendakian Gunung Semeru.

Film adaptasinya bukan hanya menyoroti dinamika persahabatan, tetapi juga menghadirkan lanskap alam Indonesia sebagai bagian penting dari narasi. Nilai-nilai tentang mimpi, idealisme, nasionalisme, dan keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman menjadi daya tarik utama yang membuat 5 cm dikenang hingga kini.

Kesuksesan film tersebut turut memperkuat posisi novel 5 cm sebagai salah satu karya sastra populer Indonesia yang lintas generasi. Hingga hari ini, buku 5 cm masih menjadi bacaan favorit bagi pembaca yang menyukai kisah persahabatan dan pencarian jati diri.

Persahabatan Genta dan kawan-kawan pada Film 5cm. Sumber : Instagram @saykoji 

Sekuel Film, Cerita Baru

Berbeda dengan sekuel novelnya yang membawa para tokoh menghadapi fase quarter-life crisis sembari menjelajahi keindahan alam Indonesia dari Jawa hingga Nusa Tenggara Barat, 5 cm: Revolusi Hati diperkirakan akan mengambil arah cerita yang berbeda. Karena tidak mengadaptasi novel lanjutan, film ini membuka ruang eksplorasi baru bagi para karakter maupun tema yang diangkat.

Meski detail cerita belum diungkap secara resmi, keputusan untuk menghadirkan kisah orisinal justru memunculkan rasa penasaran tersendiri. Apakah film ini akan tetap berfokus pada perjalanan batin para tokoh? Ataukah menghadirkan konflik dan sudut pandang baru yang relevan dengan kondisi generasi masa kini?

Yang jelas, 5 cm: Revolusi Hati akan berdiri sebagai lanjutan semesta film, bukan kelanjutan cerita novel. Hal ini menjadikannya menarik, baik bagi penonton lama yang tumbuh bersama 5 cm, maupun bagi generasi baru yang baru mengenal kisah persahabatan legendaris ini.

Bagi Grameds yang ingin kembali menyelami cerita awal perjalanan Genta dan kawan-kawan, membaca ulang novel 5 cm bisa menjadi cara menyenangkan untuk bernostalgia, sekaligus membandingkan bagaimana satu kisah berkembang di dua medium yang berbeda yaitu buku dan film.


Sebagai bagian dari ekosistem literasi, Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta buku. Yuk, terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan bersama Gramedia Writers and Readers Forum melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.