Jakarta, 28 Januari 2026 — Penerbit Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Gramedia Jalma menyelenggarakan peluncuran dan diskusi buku terbaru karya Alexander Sriewijono yang berjudul "Pain of Leadership". Acara yang dipandu oleh Becky Tumewu ini diselenggarakan di Gramedia Jalma, Jakarta (28/1).
Ditulis oleh Alexander Sriewijono, pendiri Daily Meaning, executive coach, sekaligus senior facilitator di bidang people development, change management, dan leadership, Pain of Leadership lahir dari refleksi perjalanan lebih dari 30 tahun mendampingi para leader lintas industri. Melalui kisah, observasi lapangan, dan pengalaman nyata, buku ini tidak menempatkan kepemimpinan sebagai kisah heroik semata, melainkan sebagai perjalanan panjang yang menuntut ketahanan emosional, kejernihan makna, serta kesadaran akan batas energi diri.
Di balik setiap keputusan besar, target yang tercapai, dan tim yang terus bergerak, sering kali ada beban yang tidak terlihat. Realitas inilah yang diangkat dalam buku Pain of Leadership. Buku ini mengajak para pemimpin, profesional, dan pengambil keputusan untuk menengok sisi kepemimpinan yang jarang dibicarakan secara terbuka: tekanan yang berlapis, kesunyian dalam peran, serta konsekuensi personal yang melekat pada tanggung jawab memimpin.
“Banyak leader tetap berjalan, meski lelah, ragu, dan sendirian. Buku ini bukan untuk menguatkan ego kepemimpinan, tetapi untuk membantu para pemimpin memahami realitas perannya secara lebih utuh dan manusiawi,” ujar Alexander Sriewijono dalam peluncuran buku tersebut.
Dalam konteks kepemimpinan, Pain of Leadership menjadi semakin relevan. Banyak leader berada di posisi “titik tengah” yang krusial, menurut berbagai studi organisasi, lebih dari 60% keputusan strategis operasional ditentukan oleh leader level menengah hingga atas, sementara mereka juga menjadi pihak pertama yang menyerap tekanan dari atasan, tim, dan dinamika eksternal. Di saat yang sama, pemimpin kerap dituntut untuk siap dalam situasi apapun, namun jarang memiliki ruang refleksi yang memadai. Buku ini merangkai fakta tersebut menjadi narasi yang jujur: bahwa kelelahan energi, kesendirian dalam mengambil keputusan, dan beban tanggung jawab yang tak selalu terlihat adalah bagian nyata dari pain of leadership, yang perlu disadari agar kepemimpinan dapat dijalani secara lebih berkelanjutan dan bermakna.
Acara peluncuran Pain of Leadership dihadiri oleh para pemimpin bisnis, praktisi HR, komunitas profesional, serta pembaca yang selama ini mengikuti sesi-sesi kepemimpinan melalui program-program Daily Meaning dan komunitas Pain of Leadership. Selain sesi perkenalan buku, acara ini juga diisi dengan diskusi singkat mengenai kedalaman makna serta pengalaman personal yang melatarbelakangi penulisan buku ini.
Buku Pain of Leadership kini telah tersedia dan dapat diperoleh melalui jaringan toko buku Gramedia serta kanal distribusi resmi lainnya. Gramedia Pustaka Utama berkomitmen untuk terus mengembangkan karya-karya yang mampu memberikan perspektif baru dalam dunia leadership. Dari peluncuran buku ini, diharapkan dapat memberikan instrumen pembelajaran baru bagi para pemimpin di berbagai konteks organisasi agar lebih tangguh dalam menghadapi dinamika tanggung jawab mereka.