Innovation, Transformed.

Bersama Gramedia, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang cemerlang.

Who we are?

Gramedia berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau kerap dikenal menjadi Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group.
55 Tahun
#TumbuhBersama masyarakat
3513 Pegawai
Di seluruh Indonesia
1700+ Buku
Tercetak di Indonesia selama tahun 2024
1000+ Events
Berhasil dilaksanakan
Temukan kisah dan perjalanan kami disini!

Terus berkembang melampaui batas, membentuk masa depan yang lebih cerah melalui brand.

PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group yang berfokus pada bisnis ritel dengan buku, alat tulis, produk non-books sebagai produk utamanya. Selain itu, Gramedia juga bergerak di bidang pendidikan untuk kemajuan pengetahuan di nusantara.
Pelajari lebih lanjut tentang brand

Testimonials

Apa kata mereka tentang Gramedia?
Dr. Andreas
“Senang bisa collab dengan Penerbit Gramedia, karena bisa nerima ide-ide yang unik dari penulisnya!”
Dr. Andreas, Penulis
Brian Khrisna
“Sejak kecil, saya suka banget dateng ke Gramedia dan saya termotivasi kalo suatu saat buku saya harus ada di Gramedia, dan akhirnya bisa nerbitin buku di Gramedia.”
Brian Khrisna, Penulis
Yoyok
“Promexx sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia lebih dari 20 tahun, dan selama menjalin kemitraan kedua belah pihak mendapat benefit yang bagus.”
Yoyok, Mitra Gramedia

Latest updates

See all
BookTok: Tren Sesaat atau Gerakan Literasi Baru?
19 February 2026

BookTok: Tren Sesaat atau Gerakan Literasi Baru?

#LiterasiAsik — Beberapa tahun terakhir, tagar #BookTok menjadi salah satu fenomena yang mencuri perhatian di TikTok. Melalui video berdurasi singkat, para kreator membagikan ulasan buku, reaksi emosional setelah membaca, hingga rekomendasi bacaan yang dianggap “wajib baca”. Tidak jarang, buku yang viral di BookTok langsung mengalami lonjakan penjualan dan menjadi perbincangan luas di media sosial.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan menarik: apakah BookTok sekadar tren viral media sosial, atau justru menjadi gerakan literasi baru di era digital?

Ketika Buku Menjadi Konten yang Relatable

Berbeda dengan ulasan buku konvensional, konten BookTok dikemas secara ringkas, ekspresif, dan personal. Banyak kreator membagikan pengalaman membaca dengan cara yang lebih emosional dan relatable. Pendekatan ini membuat buku terasa lebih dekat, terutama bagi generasi muda yang akrab dengan media sosial.

Algoritma TikTok yang memungkinkan konten menyebar dengan cepat juga berperan besar dalam menjadikan sebuah judul viral dalam waktu singkat. Buku-buku lama yang sebelumnya kurang dikenal pun dapat kembali diminati setelah muncul di for you page (FYP).

Hadirnya fenomena BookTok ini membuka ruang baru bagi literasi untuk hadir di platform yang sebelumnya identik dengan hiburan ringan. Membaca tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang kaku, melainkan sesuatu yang dapat dibagikan, didiskusikan, dan dirayakan bersama.

Dampak Positif bagi Minat Baca

Salah satu dampak paling terlihat dari BookTok adalah meningkatnya ketertarikan terhadap buku di kalangan generasi muda. Banyak pengguna yang mengaku mulai membaca kembali karena terinspirasi oleh rekomendasi yang mereka temui di TikTok.

BookTok juga mendorong munculnya komunitas pembaca yang aktif berdiskusi, berbagi opini, dan saling merekomendasikan bacaan. Interaksi ini menciptakan ekosistem literasi digital yang lebih terbuka dan partisipatif.

Bagi industri perbukuan, fenomena ini menjadi peluang untuk menjangkau audiens baru melalui pendekatan yang lebih sesuai dengan kebiasaan konsumsi media saat ini.

Risiko Tren Viral: Membaca karena FOMO

Meski demikian, ada hal yang perlu disadari. Tidak semua buku yang viral akan cocok untuk setiap pembaca. Tren buku yang bergerak cepat juga berpotensi mendorong keputusan membaca yang didasari rasa penasaran sesaat atau fear of missing out (FOMO).

Di sinilah pentingnya kesadaran pribadi dalam memilih bacaan. BookTok dapat menjadi pintu masuk untuk menemukan buku baru, tetapi pengalaman membaca tetap bersifat personal. Menikmati buku secara utuh membutuhkan waktu, refleksi, dan kecocokan dengan minat masing-masing.

BookTok: Tren Sesaat atau Gerakan Baru?

Apakah BookTok akan bertahan lama? Jawabannya mungkin bergantung pada bagaimana pembaca memaknainya. Jika hanya mengikuti arus viral, tren ini bisa saja meredup seiring waktu. Namun, jika dimanfaatkan sebagai ruang berbagi dan memperluas akses terhadap bacaan, BookTok berpotensi menjadi bagian dari gerakan literasi digital yang lebih luas.

Kehadiran BookTok menunjukkan bahwa literasi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Platform boleh berubah, format boleh berbeda, tetapi semangat untuk membaca dan berbagi cerita tetap menjadi inti yang tak tergantikan.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Dari CV ke Interview: Apa yang Sebenarnya Diperhatikan HR?
18 February 2026

Dari CV ke Interview: Apa yang Sebenarnya Diperhatikan HR?

#CareerSpotlight — Banyak pelamar merasa telah memenuhi seluruh kualifikasi yang tercantum dalam lowongan kerja, tetapi tetap belum berhasil melangkah ke tahap interview. Tidak jarang muncul pertanyaan, “Apa yang sebenarnya kurang?” Padahal, dalam proses seleksi, HR tidak hanya menilai deretan pengalaman atau IPK semata.

Di balik setiap CV yang masuk, ada sejumlah pertimbangan yang dilakukan sebelum kandidat diputuskan untuk lanjut ke tahap berikutnya. Salah satu aspek yang kerap menjadi sorotan adalah bagaimana kandidat menampilkan pencapaian secara konkret. Jane Heifetz, ahli pembuat resume dan pendiri Right Resumes, menyarankan agar 95% isi CV berisi pencapaian nyata yang menunjukkan hasil terukur. Artinya, CV bukan sekadar daftar aktivitas, melainkan ringkasan kontribusi yang relevan dan berdampak.


Apa yang Sebenarnya Dicari HR Saat Membaca CV?

  • Bukan Soal Banyaknya Pengalaman, Tapi Kesesuaiannya
    HR ingin melihat apakah pengalaman yang ditulis relevan dengan posisi yang dilamar. Relevansi ini mencakup tugas sebelumnya, proyek yang pernah dikerjakan, hingga pencapaian spesifik yang menunjukkan kemampuan kandidat untuk berkontribusi pada perusahaan yang dituju.

Pengalaman yang tidak sepenuhnya selaras bukan berarti tidak bernilai, tetapi tanpa penjelasan yang jelas mengenai kaitannya dengan peran yang dituju, HR akan kesulitan menangkap nilai tambahnya. Karena itu, deskripsi yang ringkas, fokus, dan berbasis hasil jauh lebih efektif dibandingkan daftar panjang pengalaman tanpa konteks yang kuat.

  • CV yang Terstruktur Lebih Berpeluang 
    Selain isi, penyajian juga berperan penting. Struktur yang sistematis dan mudah dipahami membantu HR menangkap informasi utama dalam waktu singkat. Studi dari The Ladders menunjukkan bahwa recruiter rata-rata hanya menghabiskan sekitar tujuh detik untuk memindai CV pada tahap awal seleksi. Jika informasi tidak tersusun secara logis dan mudah dipindai, peluang untuk melangkah ke tahap berikutnya bisa terlewat.

Interview Bukan Sekadar Menjawab Pertanyaan

Ketika kandidat berhasil masuk ke tahap interview, penilaian tidak lagi hanya berfokus pada isi CV. HR mulai melihat bagaimana kandidat membawa dirinya secara langsung. Beberapa hal yang biasanya menjadi perhatian antara lain:

  • Cara berpikir dan menyusun jawaban
    HR memperhatikan bagaimana kandidat merespons pertanyaan: apakah jawabannya terstruktur, relevan, dan disertai contoh konkret. Respons yang jelas dan berbasis pengalaman nyata cenderung lebih meyakinkan dibanding jawaban yang terdengar umum atau normatif.
  • Sikap dan antusiasme
    Ketertarikan yang tulus terhadap posisi dan perusahaan seringkali terlihat dari cara kandidat berbicara dan menunjukkan energi positif. Kemampuan beradaptasi, komunikasi yang baik, sikap profesional dapat menjadi pembeda, terutama ketika beberapa kandidat memiliki kualifikasi yang serupa. Selain itu, mengajukan pertanyaan yang relevan di akhir sesi interview juga menunjukkan rasa ingin tahu dan keseriusan kandidat terhadap peran yang dilamar.
  • Pemahaman tentang perusahaan dan posisi
    Riset sederhana mengenai visi, produk, atau nilai perusahaan mencerminkan keseriusan kandidat. Hal ini menunjukkan bahwa lamaran yang dikirim bukan sekadar formalitas, melainkan keputusan yang dipertimbangkan dengan matang.

Pada akhirnya, perjalanan dari CV ke interview bukan sekadar tahapan administratif. HR tidak mencari kandidat yang paling sempurna secara angka, melainkan yang paling relevan, siap, dan mampu berkembang bersama perusahaan. Kesiapan tidak hanya terlihat dari apa yang tertulis di CV, tetapi juga dari bagaimana seseorang memaknai, menjelaskan, dan membawa pengalamannya ke dalam ruang percakapan.

Dengan memahami cara HR menilai kandidat, proses melamar kerja dapat dijalani dengan lebih terarah. Bukan sekadar berharap lolos, tetapi benar-benar mempersiapkan diri untuk bertumbuh.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Baca Karena Viral, atau Benar-Benar Membaca?
13 February 2026

Baca Karena Viral, atau Benar-Benar Membaca?

#LiterasiAsik — Buku yang sedang viral kerap menarik perhatian dan mendorong banyak orang untuk ikut membelinya. Namun, tidak semua pilihan bacaan tersebut didasari oleh ketertarikan atau kecocokan dengan topik yang dibahas. Akibatnya, proses membaca sering kali terasa kurang bermakna, bahkan ada buku yang berhenti di tengah jalan karena pembaca merasa kurang cocok atau kesulitan memahami isinya.

Membeli buku karena sedang tren sebenarnya merupakan hal yang wajar, Grameds. Ketertarikan terhadap bacaan yang ramai diperbincangkan bisa menjadi pintu awal untuk kembali membaca. Meski demikian, agar pengalaman membaca terasa lebih bermakna, penting untuk memberi ruang pada diri sendiri dalam memahami apakah isi buku tersebut relevan dengan minat dan kebutuhan pribadi.

Membaca bukan hanya soal mengikuti apa yang sedang populer, tetapi juga tentang menemukan kecocokan antara isi bacaan dan diri sendiri. Setiap orang memiliki tujuan membaca yang berbeda, sehingga proses membaca pun sebaiknya dijalani dengan ritme yang nyaman, tanpa tekanan untuk harus menamatkan atau memahami semuanya sekaligus.

Agar buku yang dibeli karena tren tetap bisa dinikmati dan dipahami, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan. Cara-cara ini membantu kamu membangun hubungan yang lebih dekat dengan bacaan, tanpa merasa terbebani oleh ekspektasi tertentu.

Sesuaikan dengan minat pribadi

Memilih buku yang sesuai dengan minat akan membuat proses membaca terasa lebih mengalir. Ketertarikan terhadap topik tertentu membantu kamu lebih mudah memahami dan memaknai isi bacaan.

Baca sinopsis atau ulasan terlebih dahulu

Sinopsis dan ulasan singkat dapat memberikan gambaran awal mengenai isi buku, sehingga kamu bisa menyesuaikan ekspektasi sebelum mulai membaca lebih jauh.

Mulai dari buku dengan ketebalan yang nyaman

Jika kamu sedang membangun kembali kebiasaan membaca, memilih buku dengan ketebalan yang tidak terlalu tebal bisa menjadi langkah awal yang lebih realistis dan menyenangkan.

Baca secara bertahap tanpa terburu-buru

Tidak ada keharusan untuk menyelesaikan buku dalam waktu singkat. Membaca secara bertahap memberi ruang untuk memahami isi bacaan dengan lebih tenang.

Beri jeda saat merasa jenuh

Ketika rasa bosan muncul, berhenti sejenak bukanlah hal yang salah. Jeda justru dapat membantu kamu kembali membaca dengan pikiran yang lebih segar dan fokus.

Tren bacaan memang terus berganti, tetapi pengalaman membaca tetap bersifat personal. Dengan memilih buku yang sesuai dan menikmati proses membaca tanpa tergesa, membaca tidak lagi sekadar mengikuti apa yang sedang viral, melainkan menjadi ruang untuk memahami dan menemukan makna dari setiap bacaan.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Gramedia Rayakan 56 Tahun dengan Program “Gramedia Berbagi Kado”
11 February 2026

Gramedia Rayakan 56 Tahun dengan Program “Gramedia Berbagi Kado”

Jakarta,11 Februari 2026 — Memasuki usia ke-56, Gramedia menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh secara bermakna melalui peluncuran program “Gramedia Berbagi Kado”, sebuah inisiatif sosial yang berfokus pada penyediaan perlengkapan sekolah bagi anak-anak di berbagai daerah Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas belajar. Program ini menjadi bagian dari komitmen Gramedia untuk terus bertumbuh dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Mengusung semangat #TumbuhBermakna, Gramedia percaya bahwa pertumbuhan juga dirasakan dari dampak nyata pada masyarakat. Melalui program Gramedia Berbagi Kado, Gramedia menghadirkan “kado” berupa tas, alat tulis, dan buku sebagai peluang belajar yang lebih luas bagi generasi penerus bangsa.

   

Gambaran fasilitas belajar di sekolah yang menjadi bagian dari program Gramedia Berbagi Kado.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya keterbatasan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah. Kondisi ini menjadi tantangan serius dalam menciptakan proses pembelajaran yang optimal dan berkelanjutan.

Sebagai wujud perayaan 56 tahun perjalanan Gramedia, program Gramedia Berbagi Kado menjangkau 7 daerah di Indonesia dengan total 8 sekolah yang merepresentasikan komitmen Gramedia untuk terus bertumbuh dan berbagi secara bermakna. Penyaluran dilakukan mulai dari Sukabumi (Jawa Barat), Yogyakarta (DIY), Jambi, Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah), Maros (Sulawesi Selatan), Ngada (Nusa Tenggara Timur), dan Sorong (Papua Barat Daya).

 

Antusiasme siswa saat menerima paket Gramedia Berbagi Kado sebagai bagian dari semangat #TumbuhBermakna.

Sebagai tahap awal, Gramedia telah melaksanakan penyaluran di dua sekolah di Sukabumi, Jawa Barat, yaitu SD Negeri Suradita dan SD Negeri Cisarua, sebagai bagian dari rangkaian program di tujuh daerah dan delapan sekolah. Program Gramedia Berbagi Kado di Sukabumi ini juga bekerjasama dengan Komunitas Mengajar Sukabumi, dan Forum Lingkar Pena. 

Melalui Gramedia Berbagi Kado, Gramedia berharap dapat berkontribusi dalam memperkecil kesenjangan akses pendidikan serta mendukung anak-anak Indonesia untuk terus belajar, bermimpi dan #TumbuhBermakna.

Dari Jepang ke Indonesia: TSUJIMURA Mizuki Sapa Pembaca dan Penggiat Literasi
10 February 2026

Dari Jepang ke Indonesia: TSUJIMURA Mizuki Sapa Pembaca dan Penggiat Literasi

Jakarta, 11 Februari 2026 — The Japan Foundation, Jakarta mengundang TSUJIMURA Mizuki penulis dari Jepang untuk mengunjungi Indonesia pada 6-13 Februari 2026 dengan dua tujuan daerah Jakarta dan Lombok. Kunjungannya kali ini merupakan bagian dari Kompetsi Baca Ulas 2025 novel terjemahan Kastel Terpencil Di Dalam Cermin kerjasama antara The Japan Foundation, Jakarta, Penerbit Clover, dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

TSUJIMURA Mizuki memulai debutnya sebagai penulis pada tahun 2004 dengan novelnya yang berjudul A School Frozen In Time, yang memenangkan Penghargaan Mephisto ke-31. Judul ini pun telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Clover. Beliau kemudian memenangkan Penghargaan Pendatang Baru Sastra Yoshikawa Eiji ke-32 untuk Tsunagu dan Penghargaan Naoki ke-147 untuk Kagi no nai Yume wo Miru.

Selain Kastel Terpencil Di Dalam Cermin, banyak karya lain dari TSUJIMURA Mizuki yang telah diadaptasi menjadi film, seperti Asa ga Kuru, Haken Anime, Gouman to Zenryo, dan Kono Natsu no Hoshi wo Miru. Beberapa karya novel lainnya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia seperti, Yamihara, True Mothers, A School Frozen In Time dan Pulau Sae.

Pada tanggal 7 Februari 2026, TSUJIMURA Mizuki akan menjadi narasumber bersama penulis Indonesia, Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie pada acara Bincang Penulis: Novel Fantasi untuk Remaja Jepang–Indonesia yang akan dilaksanakan di Gramedia Matraman, Jakarta. Kedua panelis akan bertukar pandangan mengenai kepenulisan genre fantasi di masing-masing negara yang dikaitkan dengan isu yang dihadapi remaja. Sebelum acara bincang penulis, TSUJIMURA Mizuki terlebih dulu juga akan menjadi narasumber dalam press conference bersama Japan Foundation dan Penerbit Clover.

TSUJIMURA Mizuki juga akan memperkenalkan karya-karyanya kepada pembaca di Indonesia Timur khususnya di Lombok dengan menjadi narasumber dalam acara Forum Ketjil: Dalam Cermin, Gelap Disucikan yang bekerja sama dengan Komunitas Akarpohon yang akan dilaksanakan di Gramedia Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sebagai penulis yang sangat peduli dengan anak dan remaja, beliau juga akan mengunjungi sekolah di Lombok dan melihat keseharian pembelajaran di sekolah Indonesia.

Tidak hanya sekolah di Lombok, TSUJIMURA Mizuki juga akan mengunjungi sekolah Jepang yang berada di Jakarta. Serta melihat keragaman budaya di Indonesia dengan mengunjungi beragam tempat wisata serta tempat yang rekat dengan literatur yang ada di Jakarta. Dengan kunjungan ini, diharapkan TSUJIMURA Mizuki mampu bertukar pikiran seputar dunia literatur dengan para penggiatnya dan juga dapat merasakan kehangatan budaya Indonesia.