Innovation, Transformed.

Bersama Gramedia, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang cemerlang.

Who we are?

Gramedia berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau kerap dikenal menjadi Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group.
56 Tahun
#TumbuhBermakna
3513 Pegawai
Di seluruh Indonesia
1700+ Buku
Tercetak di Indonesia selama tahun 2024
1000+ Events
Berhasil dilaksanakan
Temukan kisah dan perjalanan kami disini!

Terus berkembang melampaui batas, membentuk masa depan yang lebih cerah melalui brand.

PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group yang berfokus pada bisnis ritel dengan buku, alat tulis, produk non-books sebagai produk utamanya. Selain itu, Gramedia juga bergerak di bidang pendidikan untuk kemajuan pengetahuan di nusantara.
Pelajari lebih lanjut tentang brand

Testimonials

Apa kata mereka tentang Gramedia?
Dr. Andreas
“Senang bisa collab dengan Penerbit Gramedia, karena bisa nerima ide-ide yang unik dari penulisnya!”
Dr. Andreas, Penulis
Brian Khrisna
“Sejak kecil, saya suka banget dateng ke Gramedia dan saya termotivasi kalo suatu saat buku saya harus ada di Gramedia, dan akhirnya bisa nerbitin buku di Gramedia.”
Brian Khrisna, Penulis
Yoyok
“Promexx sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia lebih dari 20 tahun, dan selama menjalin kemitraan kedua belah pihak mendapat benefit yang bagus.”
Yoyok, Mitra Gramedia

Latest updates

See all
Merayakan Hari Puisi Sedunia: Ini Asal Usulnya dan Buku Puisi yang Layak Dibaca
28 April 2026

Merayakan Hari Puisi Sedunia: Ini Asal Usulnya dan Buku Puisi yang Layak Dibaca

#HappeningToday — Grameds, ada kalanya rangkaian kata sederhana terasa lebih dalam dan menyentuh perasaan, menggambarkan hal-hal yang sulit diungkapkan secara langsung. Puisi hadir bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dirasakan.

Tidak seperti tulisan pada umumnya, puisi seringkali tidak menjelaskan sesuatu secara detail. Justru dari keterbatasan kata, puisi memberi ruang bagi pembaca untuk menafsirkan, membayangkan, dan menemukan makna yang terasa dekat dengan pengalaman masing-masing.


Asal Usul Hari Puisi Nasional

Setiap 28 April diperingati sebagai Hari Puisi Nasional untuk mengenang Chairil Anwar, pelopor puisi modern Indonesia yang dikenal lewat gaya penulisan yang lebih bebas dan ekspresif.

Penetapan tanggal ini juga menjadi pengingat bahwa puisi memiliki peran penting dalam perjalanan sastra Indonesia, serta terus berkembang mengikuti zaman dan cara orang mengekspresikan diri.


Puisi sebagai Cara Mengekspresikan Diri

Puisi sering menjadi ruang untuk menyampaikan hal-hal yang tidak selalu mudah diucapkan secara langsung. Mulai dari perasaan sederhana, kegelisahan, hingga harapan, semuanya bisa dituangkan dalam bentuk yang singkat, tetapi tetap bermakna.

Bagi sebagian orang, membaca puisi bisa menghadirkan ketenangan. Sementara bagi yang lain, menulis puisi menjadi cara untuk memahami diri sendiri dengan lebih jujur.


Puisi di Sekitar Kita

Tanpa disadari, unsur puisi hadir dalam kehidupan sehari-hari. Dari lirik lagu, caption singkat di media sosial, hingga potongan kalimat yang terasa menyentuh, semuanya menunjukkan bahwa puisi tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang kaku.

Puisi bisa muncul dari hal-hal sederhana dan justru di situlah kekuatannya. Ia tidak perlu panjang atau rumit untuk bisa meninggalkan kesan.


Rekomendasi Buku Puisi

Untuk merayakan hari puisi lewat bacaan, lima buku ini bisa menjadi pilihan awal yang tepat untuk dibaca.


1. Air Kata-Kata — Sindhunata

Puisi dalam buku ini terasa mengalir dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menggunakan bahasa yang sederhana, tapi tetap kuat untuk menyampaikan refleksi dan kritik. Ada momen yang terasa tenang, tapi di sisi lain juga bisa cukup menohok.


2.. Tidak Ada New York Hari Ini — M. Aan Mansyur

Buku ini banyak membahas tentang rindu, jarak, dan kehilangan dengan cara yang sederhana dan tidak berlebihan. Gaya penulisannya tenang, tapi tetap terasa dalam. Cocok untuk yang suka puisi dengan suasana reflektif.


3. Keterampilan Membaca Laut — Ama Gaspar

Puisi-puisinya terasa ringan dibaca, tapi tetap punya makna yang bisa direnungkan. Laut menjadi gambaran utama yang mewakili perasaan dan pengalaman hidup. Buku ini cocok dibaca saat ingin menikmati suasana yang lebih tenang.


4. Ayat-Ayat Api — Sapardi Djoko Damono

Sapardi dikenal dengan gaya puisinya yang singkat dan sederhana. Di buku ini, ia tetap konsisten menghadirkan puisi yang tidak panjang, tapi tetap punya makna yang kuat. Banyak hal kecil yang diangkat jadi sesuatu yang terasa dekat.


5. Salah Piknik — Joko Pinurbo

Puisi dalam buku ini terasa santai dan mudah dipahami. Joko Pinurbo sering menggunakan humor, tapi tetap menyisipkan pesan tentang kehidupan sehari-hari. Ringan dibaca, tapi tetap meninggalkan kesan.


Puisi tidak selalu membutuhkan penjelasan panjang untuk bisa terasa dekat, Grameds. Terkadang, satu baris saja sudah cukup untuk tinggal lebih lama dan membekas dalam ingatan. 


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Pameran “Lensa Anak Utara” Angkat Perspektif Anak Pesisir Lewat Karya Foto
28 April 2026

Pameran “Lensa Anak Utara” Angkat Perspektif Anak Pesisir Lewat Karya Foto

Jakarta, 24 April 2026 — Halofoto bersama Kelas Jurnalis Cilik, Gramedia, dan Makarya menyelenggarakan pameran bertajuk “Lensa Anak Utara” yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di Makarya, Gramedia Matraman Lt.1, Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan pameran foto, lelang karya, workshop, serta aktivitas photo hunting yang melibatkan anak-anak jurnalis cilik untuk menampilkan cara pandang mereka terhadap kehidupan, khususnya di wilayah pesisir, melalui karya visual yang jujur dan penuh cerita.

Melalui pameran ini, karya anak-anak ditampilkan sebagai media untuk menyuarakan pengalaman dan perspektif mereka terhadap lingkungan sekitar. Setiap foto yang dipamerkan menjadi representasi dari cara mereka melihat dunia, menghadirkan sudut pandang yang sederhana namun sarat makna. Inisiatif ini sekaligus membuka ruang apresiasi publik terhadap karya anak-anak sebagai bagian dari ekosistem kreatif yang terus berkembang.

Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti berbagai workshop yang menghadirkan para  praktisi di bidang fotografi, videografi, dan literasi. Beberapa diantaranya adalah Workshop Basic Videography oleh Professional Videographer yaitu M.Fajar, workshop fotografi dengan tema “Cerita Kecil di Sekitar Kita” oleh Marrysa Tunjung Sari, serta Workshop Fotografi & Journaling “Gunting-Gunting Kenangan: Travel Story” oleh Hardini Dyah Astuti. Selain itu, photo hunting bersama Ranar Pradipto juga turut menjadi bagian rangkaian acara yang menjadikan para peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung serta mengeksplorasi proses kreatif dalam bercerita melalui visual. Tidak hanya itu, lelang foto yang diselenggarakan dalam acara ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap karya para peserta. 

Melalui aktivitas ini, publik tidak hanya menikmati hasil karya, tetapi juga berpartisipasi dalam memberikan apresiasi yang lebih luas terhadap kreativitas anak-anak.Melalui Lensa Anak Utara, Halofoto, Kelas Jurnalis Cilik, Gramedia, dan Makarya menegaskan komitmennya dalam mendukung ruang berekspresi bagi anak-anak, sekaligus mendorong tumbuhnya keberanian dan kreativitas generasi muda. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun apresiasi yang lebih luas terhadap karya anak Indonesia serta memperkuat semangat #TumbuhBermakna di masa depan.

Monday Blues di Dunia Kerja, Cara Mengatasi Hari Senin yang Terasa Berat
27 April 2026

Monday Blues di Dunia Kerja, Cara Mengatasi Hari Senin yang Terasa Berat

#CareerSpotlight — Grameds, senin sering terasa berbeda. Setelah akhir pekan yang lebih santai, kembali ke rutinitas kerja bisa memunculkan rasa malas, cemas, atau bahkan kehilangan semangat. Kondisi ini sering disebut sebagai Monday blues. Istilah ini cukup sering digunakan untuk menggambarkan perasaan “berat” saat memulai minggu kerja.

Fenomena ini cukup umum terjadi, terutama di dunia kerja. Lalu, apa itu Monday blues dan bagaimana cara menghadapinya?


Apa Itu Monday Blues?

Monday blues adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan kurang bersemangat, cemas, atau bahkan enggan memulai aktivitas kerja di hari Senin.

Kondisi ini cukup sering dirasakan karena adanya perubahan ritme dari akhir pekan yang lebih santai ke rutinitas kerja yang kembali padat dan terstruktur. Setelah terbiasa dengan waktu yang lebih fleksibel, tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk kembali menyesuaikan diri. Ditambah dengan berbagai tanggung jawab yang sudah menunggu di awal minggu, tidak heran jika hari Senin terasa lebih berat dibanding hari lainnya.


Kenapa Monday Blues Bisa Terjadi?

Perasaan ini tidak muncul begitu saja. Ada beberapa hal yang membuat hari Senin terasa lebih berat:

1. Perubahan ritme dari santai ke produktif
Tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk kembali beradaptasi setelah dua hari beristirahat.

2. Tumpukan pekerjaan di awal minggu
Pekerjaan yang menunggu sejak akhir pekan sering kali membuat hari Senin terasa penuh bahkan sebelum dimulai.

3. Tekanan dan ekspektasi kerja
Target, deadline, dan tanggung jawab yang harus segera dijalankan bisa memicu rasa cemas.

4. Istirahat yang belum optimal
Akhir pekan yang tidak benar-benar dimanfaatkan untuk beristirahat bisa membuat tubuh masih terasa lelah.


Bagaimana Cara Menghadapinya?

Agar hari Senin tidak terasa terlalu berat, kamu bisa mencoba tips sederhana:

  • Mulai hari dengan ritme yang lebih santai tanpa tekanan untuk langsung produktif
  • Kerjakan tugas yang ringan terlebih dahulu untuk membangun momentum
  • Siapkan gambaran pekerjaan sejak hari Jumat agar tidak terasa menumpuk
  • Ciptakan hal kecil yang bisa dinantikan di hari Senin
  • Jaga pola istirahat di akhir pekan agar tubuh tetap siap menjalani minggu baru

Grameds, Hari Senin mungkin tidak selalu terasa menyenangkan, dan itu hal yang wajar. Perasaan berat di awal minggu bukan berarti kamu tidak mampu menjalaninya, tapi hanya tanda bahwa tubuh dan pikiran sedang beradaptasi kembali dengan ritme kerja.

Dengan memahami penyebabnya dan mengatur cara memulai hari, Senin tidak harus selalu terasa melelahkan.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

KPG Akan Terbitkan Novel “Tongueless” Karya Pemenang Chommanard International Women’s Literary Award 2025
27 April 2026

KPG Akan Terbitkan Novel “Tongueless” Karya Pemenang Chommanard International Women’s Literary Award 2025

Jakarta, 20 April 2026 — Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) akan menerbitkan versi bahasa Indonesia dari novel Tongueless karya Lau Yee-Wa, yang berhasil meraih penghargaan utama dalam Chommanard International Women’s Literary Award 2025. Rencana penerbitan ini menjadi bagian dari komitmen Gramedia dalam menghadirkan karya sastra perempuan dunia yang berkualitas bagi pembaca Indonesia.

Penghargaan Chommanard 2025 menetapkan Tongueless sebagai karya terbaik atas kekuatan naratifnya yang mengangkat isu bahasa, identitas, dan kontrol institusional. Novel ini sebelumnya telah mendapat perhatian internasional dan diterjemahkan ke berbagai bahasa, memperkuat posisinya sebagai karya yang relevan lintas budaya.

 

Lau Yee-Wa pada Chommanard International Women’s Literary Award 2025

Keberhasilan ini juga melanjutkan jejak prestasi penulis Indonesia di ajang yang sama. Pada tahun sebelumnya, Ratih Kumala memenangkan Chommanard International Women’s Literary Award 2024 melalui novel Gadis Kretek yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU). Capaian ini menunjukkan konsistensi kontribusi penulis Indonesia dalam kancah sastra internasional.

Selain itu, karya sastra Indonesia kembali mendapat pengakuan global melalui masuknya novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori ke dalam delapan besar (shortlist) Chommanard International Women’s Literary Award 2025. Pencapaian ini semakin menegaskan kekuatan narasi Indonesia dalam mengangkat isu kemanusiaan yang universal.

 

Leila S. Chudori  pada Chommanard International Women’s Literary Award 2025


Daftar delapan besar Chommanard 2025 juga mencakup berbagai karya dari penulis lintas negara, termasuk Taiwan Travelogue karya Yang Shuang-zi, yang turut masuk dalam shortlist International Booker Prize 2026. Hal ini menunjukkan bahwa ajang Chommanard menjadi salah satu indikator penting dalam memetakan karya sastra perempuan yang berpotensi di tingkat global.

Chommanard International Women’s Literary Award sendiri merupakan penghargaan sastra internasional yang bertujuan untuk mendukung dan mengangkat suara penulis perempuan dari berbagai negara. Diselenggarakan di Thailand, ajang ini menjadi platform penting dalam memperluas dialog lintas budaya melalui karya sastra.

Melalui penerbitan Tongueless dalam bahasa Indonesia, KPG berharap dapat menghadirkan perspektif baru bagi pembaca serta memperkaya ekosistem literasi nasional dengan karya-karya perempuan yang kuat, reflektif, dan relevan dengan isu global.

Luncurkan Buku “The Untold Story”, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani Angkat Kisah Pengabdian dan Kepemimpinan Perempuan
27 April 2026

Luncurkan Buku “The Untold Story”, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani Angkat Kisah Pengabdian dan Kepemimpinan Perempuan

Solo, 26 April 2026 — Astrid Widayani bersama penerbit Gramedia dan Solopos secara resmi meluncurkan buku perdananya berjudul “The Untold Story” dalam acara book launch yang digelar pada Minggu, 26 April 2026 di Solo Square Mall. Peluncuran ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan gagasan, perjalanan, serta refleksi kepemimpinan seorang perempuan di ruang publik kepada masyarakat luas. 

Mengusung tema “Merayakan Perjalanan Astrid Widayani : Bertumbuh, Berkarya, Berdampak”, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni peluncuran buku, tetapi juga ruang dialog terbuka antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat. 

Buku “The Untold Story” mengangkat perjalanan personal Astrid Widayani yang berangkat dari dunia akademik hingga kiprahnya sebagai Wakil Wali Kota Surakarta. Berangkat dari kegelisahan sederhana tentang kecintaan terhadap kota, buku ini merefleksikan makna pengabdian yang tidak selalu tentang pencapaian besar, melainkan tentang konsistensi menjaga nilai, keberanian menghadapi ketidakpastian, serta kejujuran dalam menjadi diri sendiri. 

“Dulu saya seorang rektor, dengan ruang kelas yang dibatasi dinding. Hari ini, ruang kelas saya adalah seluruh kota,” ujar Astrid Widayani. Ia menambahkan bahwa proses kepemimpinan adalah ruang belajar yang terus berjalan. “Saya belajar dari masyarakat, dari dinamika kota, dari setiap persoalan yang hadir.” 

Buku ini juga tidak disusun sebagai profil formal, melainkan potret utuh perjalanan personal—termasuk keputusan besar meninggalkan jabatan rektor, memasuki dunia politik, hingga proses adaptasi dalam menjalankan peran di pemerintahan. Astrid turut membagikan sisi yang jarang terlihat, termasuk pergulatan sebagai perempuan dalam menyeimbangkan peran keluarga dan tanggung jawab publik. “Di balik jabatan, saya tetap seorang ibu. Menjaga keseimbangan itu tidak mudah, tapi di situlah saya belajar bahwa kepemimpinan bukan hanya soal keputusan, tapi juga empati,” jelasnya. 

Lebih jauh, buku ini menjadi bentuk kecintaan Astrid terhadap Kota Solo sekaligus refleksi upaya menghidupkan kembali semangat Solo: The Spirit of Java melalui inovasi dan capaian selama menjabat sebagai Wakil Wali Kota. “Solo adalah rumah yang saya cintai. Apa yang saya lakukan hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang untuk menghadirkan energi baru bagi kota ini,” tuturnya. 

Peluncuran buku ini juga turut dihadiri tokoh-tokoh perempuan Kota Solo serta perwakilan organisasi masyarakat. Sejumlah tokoh nasional hadir, di antaranya Iriana Joko Widodo dan Nawal Arafah Yasin.

Peluncuran buku ini juga menjadi bentuk kontribusi dalam mendorong peningkatan literasi masyarakat, sekaligus memperkuat citra Pemerintah Kota Surakarta sebagai institusi yang terbuka terhadap gagasan dan pengembangan intelektual. Melalui “The Untold Story”, Astrid berharap kisah perjalanannya dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi perempuan dan generasi muda, untuk berani melangkah keluar dari zona nyaman serta mengambil peran dalam ruang pengabdian yang lebih luas.