Innovation, Transformed.

Bersama Gramedia, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang cemerlang.

Who we are?

Gramedia berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau kerap dikenal menjadi Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group.
56 Tahun
#TumbuhBermakna
3513 Pegawai
Di seluruh Indonesia
1700+ Buku
Tercetak di Indonesia selama tahun 2024
1000+ Events
Berhasil dilaksanakan
Temukan kisah dan perjalanan kami disini!

Terus berkembang melampaui batas, membentuk masa depan yang lebih cerah melalui brand.

PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group yang berfokus pada bisnis ritel dengan buku, alat tulis, produk non-books sebagai produk utamanya. Selain itu, Gramedia juga bergerak di bidang pendidikan untuk kemajuan pengetahuan di nusantara.
Pelajari lebih lanjut tentang brand

Testimonials

Apa kata mereka tentang Gramedia?
Dr. Andreas
“Senang bisa collab dengan Penerbit Gramedia, karena bisa nerima ide-ide yang unik dari penulisnya!”
Dr. Andreas, Penulis
Brian Khrisna
“Sejak kecil, saya suka banget dateng ke Gramedia dan saya termotivasi kalo suatu saat buku saya harus ada di Gramedia, dan akhirnya bisa nerbitin buku di Gramedia.”
Brian Khrisna, Penulis
Yoyok
“Promexx sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia lebih dari 20 tahun, dan selama menjalin kemitraan kedua belah pihak mendapat benefit yang bagus.”
Yoyok, Mitra Gramedia

Latest updates

See all
JNE dan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (GRASINDO) Luncurkan Buku Pengantar Kebahagiaan, Mengangkat Kisah Para Kurir yang Menghubungkan Kebahagiaan
18 August 2026

JNE dan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (GRASINDO) Luncurkan Buku Pengantar Kebahagiaan, Mengangkat Kisah Para Kurir yang Menghubungkan Kebahagiaan

Jakarta, 12 Agustus 2026 – JNE bersama Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) resmi meluncurkan buku Pengantar Kebahagiaan dalam sebuah acara Book Launch yang diselenggarakan di Gramedia Jalma Melawai, Jakarta, pada Rabu (12/8). Melalui talkshow yang menghadirkan penulis Maman Suherman atau Kang Maman, illustrator Muhammad "Mice" Misrad dan Eri Palgunadi selaku SVP Marketing Group Head JNE, peluncuran buku ini menjadi ruang apresiasi bagi para kurir yang selama ini berperan penting menghubungkan penjual dan pembeli, sekaligus menghadirkan kebahagiaan melalui setiap paket yang mereka antarkan. 

Buku Pengantar Kebahagiaan merupakan hasil kolaborasi antara Mice Cartoon sebagai ilustrator dan Kang Maman sebagai penulis narasi. Melalui perpaduan ilustrasi yang khas dan cerita yang hangat, buku ini mengangkat sisi kemanusiaan dari profesi kurir yang sering kali luput dari perhatian. Di tengah pesatnya perkembangan belanja daring, para kurir menjadi sosok yang berada di garis depan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, menghadirkan cerita-cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam buku ini, Mice memotret berbagai fenomena urban yang melekat dengan kehidupan para kurir melalui ilustrasi yang jenaka, autentik, dan menggelitik. Cerita tersebut kemudian diperkaya dengan narasi Kang Maman yang mengajak pembaca melihat lebih dalam makna kebaikan, empati, dan kebahagiaan yang hadir dari sebuah profesi yang kerap dianggap biasa. Kolaborasi keduanya menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pembaca untuk lebih menghargai mereka yang setiap hari menjadi penghubung kebahagiaan bagi banyak orang.

Kang Maman mengatakan bahwa buku ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan cerita-cerita sederhana yang sering terlewatkan, namun memiliki makna besar dalam kehidupan.

"Di balik setiap paket yang tiba di tangan kita, ada manusia yang bekerja dengan dedikasi, menghadapi berbagai tantangan, dan tetap berusaha mengantarkan kebahagiaan kepada orang lain. Melalui buku ini, kami ingin mengajak pembaca melihat mereka bukan hanya sebagai pengantar barang, tetapi juga sebagai pengantar harapan dan kebahagiaan."

Sementara itu, Mice Cartoon menjelaskan bahwa ilustrasi dalam buku ini berangkat dari pengamatannya terhadap kehidupan masyarakat perkotaan yang sangat dekat dengan aktivitas para kurir.

"Kurir adalah bagian dari wajah kota hari ini. Mereka hadir di berbagai situasi yang akrab dengan keseharian kita. Saya mencoba menangkap momen-momen itu lewat ilustrasi yang ringan, dekat, dan semoga bisa membuat pembaca tersenyum sekaligus lebih menghargai profesi mereka."

Sebagai perusahaan jasa pengiriman yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, JNE turut mendukung penerbitan buku ini sebagai bentuk apresiasi terhadap profesi kurir sekaligus upaya menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan kepada masyarakat.

 Menyambut usia JNE ke-36 tahun serta dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, JNE menghadirkan berbagai program menarik bagi pelanggan setianya. Melalui program JNE Loyalty Card (JLC), para member dapat menukarkan 81 poin untuk mendapatkan komik Pengantar Kebahagiaan beserta merchandise eksklusif mulai dari 17 Agustus 2026 hingga persediaan masih ada melalui tautan https://jlc.jne.co.id/.

 Selain itu, melalui layanan Pesenan Oleh-oleh Nusantara (Pesona), JNE menghadirkan produk bundling eksklusif karya Mice Cartoon seharga Rp85.000 dengan syarat dan ketentuan berlaku mulai dari 18 Agustus 2026 hingga persediaan masih ada. JNE juga memberikan penawaran hemat ongkir untuk pembelian komik melalui link berikut https://bit.ly/KomikPengantarKebahagiaan selama periode 10 hingga 31 Agustus 2026, serta menyelenggarakan giveaway komik Pengantar Kebahagiaan pada 14 - 21 Agustus 2026 di akun instagram resmi @JNE_ID.

 SVP Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, menyampaikan bahwa JNE selalu berupaya memberikan semangat “Connecting Happiness” melalui filosofi Berbagi, Memberi, dan Menyantuni. “Kehadiran komik Pengantar Kebahagiaan karya kolaborasi Mice Cartoon dan Maman Suherman ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi seni, tetapi juga wujud nyata ucapan terima kasih kepada para kurir garda terdepan yang setia mengantarkan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat indonesia. Kami percaya bahwa setiap pengiriman bukan hanya tentang mengantarkan paket, tetapi juga menghubungkan cerita, harapan, dan kebahagiaan. Melalui kolaborasi bersama Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo), kami berharap masyarakat dapat melihat lebih dekat dedikasi para kurir yang setiap hari menjadi bagian penting dalam kehidupan kita,” jelas Eri.

"Kami percaya bahwa setiap pengiriman bukan hanya tentang mengantarkan paket, tetapi juga menghubungkan cerita, harapan, dan kebahagiaan. Melalui kolaborasi bersama Grasindo dalam menghadirkan Pengantar Kebahagiaan, kami berharap masyarakat dapat melihat lebih dekat dedikasi para kurir yang setiap hari menjadi bagian penting dalam kehidupan kita," ujar SVP Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi.

Pada sesi talkshow ini, para penulis menjelajahi inspirasi yang melatarbelakangi buku ini, yakni kurir-kurir JNE dan perjalanan suka duka mereka. Peluncuran buku ini juga dirayakan dengan sesi book signing bersama Kang Maman dan Mice Cartoons yang diramaikan oleh pengunjung. Selama acara berlangsung, pengunjung mendapat kesempatan untuk berfoto di photobooth dan standing character yang disediakan. 

Melalui peluncuran buku ini, JNE dan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) berharap Pengantar Kebahagiaan dapat menginspirasi masyarakat untuk melihat bahwa kebahagiaan sering kali hadir melalui hal-hal sederhana, termasuk dari mereka yang setiap hari mengantarkan paket hingga tiba di depan pintu rumah. Buku ini juga menjadi pengingat bahwa di balik setiap perjalanan pengiriman, terdapat kisah tentang kerja keras, kepedulian, dan semangat untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Agensi Rumah Tangga, Adaptasi Film dari Novel?
18 August 2026

Agensi Rumah Tangga, Adaptasi Film dari Novel?

Agensi Rumah Tangga, Adaptasi Film dari Novel?


#HappeningToday — Setelah Ganjil Genap dan Home Sweet Loan, Almira Bastari akan segera mendapatkan adaptasi ketiga dari koleksi karyanya. Kali ini, karyanya yang akan diadaptasi ke layar lebar berjudul Agensi Rumah Tangga. 


Agensi Rumah Tangga dijadwalkan tayang di 10 September. Film yang akan dibintangi Enzy Storia dan Afgansyah Reza ini akan mengajak penonton mengikuti kisah Katia, perempuan yang mencoba membangun kembali hidupnya setelah kehilangan pekerjaan 


Agensi Rumah Tangga Mengenai Apa?

Buku ini berfokus pada Katia, seorang pekerja start-up yang baru saja di-PHK. Sebagai seseorang yang harus memenuhi cicilan KPR, Katia juga didesak untuk segera daftar PNS. Namun, alih-alih mengikuti tuntutan itu, ia memilih untuk membuat rumahnya menjadi sebuah agensi penyalur asisten rumah tangga (ART). 


Pada awal Agustus kemarin, kanal YouTube Starvision Plus juga telah merilis trailer dari film ini untuk memancing antisipasi penonton. Dari trailer, terlihat Katia, yang diperankan oleh Enzy Storia, menghadapi PHK bersama dengan temannya yang diperankan Fita Anggriani, Sashi. Seiring perjuangan Katia menyalurkan ART yang berkualitas, ia juga bertemu dengan Kafka, diperankan Afgansyah Reza, sang artis yang membutuhkan jasa Katia untuk membantu urusan rumah tangganya. 


Buku ini terbit di tahun 2024 sebagai novel Almira Bastari yang kelima. Seperti karya-karya sebelumnya, Agensi Rumah Tangga memiliki genre drama komedi dengan suasana romansa metropop. Bagi pembaca yang memiliki preferensi genre drama ringan bertabur komedi perkotaan, Agensi Rumah Tangga bisa jadi pilihan cerita yang tepat untuk bacaanmu selanjutnya. 


Mengenal Almira Bastari

Almira Bastari mulai menulis sejak tahun 2016. Ia bekerja penuh waktu sebagai seorang analis. Namun, ia memulai karir menulisnya pada platform Wattpad seiring bekerja. 


Novel pertamanya, Melbourne (Wedding) Marathon, terbit pada tahun 2017 melalui penerbit Grasindo. Novel ini menjadi langkah pertama yang melejitkan karirnya. Agensi Rumah Tangga adalah novel kelimanya, di mana ia memberikan perspektif seseorang dengan pekerjaannya, serta dinamika bersama orang tuanya. 


Adaptasi Film Ketiganya

Dari seluruh karyanya, Agensi Rumah Tangga menjadi filmnya yang ketiga setelah Ganjil Genap dan Home Sweet Loan. Film ini diproduksi oleh rumah produksi Starvision dengan sutradara Naya Anindita, yang juga membawakan film Komang pada Lebaran tahun lalu. 


Karya Lainnya dari Almira Bastari

Grameds, pasti kamu nggak sabar kan menonton filmnya? Sembari menunggu, berikut adalah judul-judul lainnya dari karya Almira Bastari.


Resign!
Alranita, seorang pekerja kantoran yang lelah dengan lingkungan kerjanya, memutuskan untuk mengundurkan diri meski keputusan tersebut membuatnya harus menghadapi konsekuensi baru dalam kehidupan dan kariernya. 


Home Sweet Loan
Kaluna, perempuan dari keluarga sederhana yang tinggal bersama keluarganya di rumah sempit, berusaha mewujudkan impiannya memiliki rumah sendiri di tengah tekanan finansial dan kehidupan orang dewasa. 

Ganjil Genap
Setelah hubungan yang telah dijalani bertahun-tahun berakhir, Gala harus menghadapi kehidupan sebagai lajang sekaligus mencoba membuka hati untuk menemukan cinta yang baru. 

Mengenai Dompet Ayah Sepatu Ibu, Novel yang Sedang Difilmkan
07 August 2026

Mengenai Dompet Ayah Sepatu Ibu, Novel yang Sedang Difilmkan

#HappeningToday — Grameds, J.S. Khairen mengabarkan pada Februari lalu bahwa karya J.S. Khairen yang berjudul Dompet Ayah Sepatu Ibu akan diadaptasi ke layar lebar. Novel yang menyentuh hati ini dikabarkan akan ditulis oleh Gina S. Noer dan disutradarai Naya Anindita. Setelah diterbitkan pada tahun 2023, ini tentu merupakan kabar baik bagi pembaca setia J.S. Khairen.


Novel ini telah mencapai cetakan ke-6 pada kurun waktu kurang dari setahun setelah terbit, hingga saat ini mencapai status mega best-seller. Dompet Ayah Sepatu Ibu dikenal sebagai sebuah cerita pilu mengenai perlawanan sebuah keluarga terhadap kemiskinan.


Dompet Ayah Sepatu Ibu Tentang Apa?

Novel ini menceritakan kisah Zenna dan Asrul, anak dari dua keluarga yang masing-masing tinggal di kaki Gunung Singgalang dan lereng Gunung Merapi. Keduanya dipertemukan karena mengerjakan koran harian di tempat mereka berkuliah. 


Dalam Dompet Ayah Sepatu Ibu, pembaca diajak mengikuti perjalanan Zenna dan Asrul saat mereka berjuang menghadapi berbagai tantangan sekaligus membangun kehidupan bersama. 


Siapa J.S. Khairen?

J.S. Khairen lahir pada 1991 di Sumatera Barat. Sebelum aktif menerbitkan buku, Ia menempuh pendidikan di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan Manajemen. Namun, kemampuannya menulis telah terlatih sejak di bangku sekolah.


Ibu dari J.S. Khairen adalah seorang guru di salah satu MAN di Padang. Frasa ‘Sepatu Ibu’ dari judul buku ini terinspirasi kisah sang ibu. Ibunya memiliki sebuah ikatan emosional dengan sepatu, yang mana ia dijanjikan sebuah sepatu baru oleh ayahnya jika diterima di kampus. Namun, sebelum ibunya sempat menyelesaikan ujian akhir SMA, ayahnya telah meninggal dunia. 


Sejak itu, ibunya selalu menjadi sosok yang memastikan keluarganya memiliki sepatu yang layak. Ibunya juga melakukan hal yang sama kepada murid-murid yang diajarnya. 


Sedang Diadaptasi ke Layar Lebar

J.S. Khairen mengunggah pada akun Instagram-nya bahwa novel ini sedang diproses menjadi film. Dalam post tersebut, terlihat bahwa draft pertama naskah film ini ditulis oleh Gina S. Noer dan Yayu Yuliani. Gina S. Noer sendiri adalah seorang penulis untuk film-film seperti Keluarga Cemara, Dua Garis Biru, dan Bebas. 


J.S. Khairen juga mengabarkan pada Juli lalu bahwa film ini akan disutradarai oleh Naya Anindita. Ia dikenal melalui karya-karyanya sebagai sutradara, termasuk film Komang dan Tunggu Aku Sukses Nanti. Film karyanya juga kerap mengangkat kisah yang menyentuh sisi emosional penonton. Tentunya, kombinasi penulisan Gina S. Noer dan penyutradaraan Naya Anindita menjadikan adaptasi novel ini banyak dinanti.


Rekomendasi Novel J.S. Khairen Lainnya

Sambil menunggu kabar selanjutnya dari film ini, kamu bisa membaca karya-karya J.S. Khairen lainnya yang tidak kalah menarik untuk dibaca. 

  1. Kami (Bukan) Sarjana Kertas
    Dalam Kami (Bukan) Sarjana Kertas, sekelompok mahasiswa berusaha bertahan menghadapi berbagai persoalan di dunia perkuliahan sekaligus mencari masa depan mereka masing-masing.
  2. Melangkah
    Melangkah menceritakan kisah empat mahasiswa dari latar belakang berbeda yang dipertemukan dalam sebuah perjalanan yang membawa mereka menyusuri berbagai tempat di Indonesia dan menghadapi rangkaian misteri.

  3. Kado Terbaik
    Kado terbaikRasyid, seorang anak yang hidup dalam keluarga sederhana, harus menghadapi perubahan besar ketika keluarganya mengalami perpisahan. Kado Terbaik mengikuti perjalanan Rasyid menghadapi kehidupan yang semakin sulit sekaligus menemukan harapan di tengah keadaan tersebut. 
Siapa Guy de Maupassant? Sang Maestro Cerita Pendek Prancis
04 August 2026

Siapa Guy de Maupassant? Sang Maestro Cerita Pendek Prancis

#AuthorSpotlight — Tanggal 5 Agustus merupakan hari kelahiran dari sastrawan Prancis Guy de Maupassant. Maupassant merupakan salah satu sastrawan Prancis yang dikenal luas melalui cerita-cerita pendeknya, termasuk The Necklace


Ia merupakan salah satu murid dan anak didik Gustave Flaubert, sastrawan Prancis yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan sastra Realisme. Karya-karya Maupassant juga banyak terpengaruh dari kondisi sosio-politik pada masa kehidupannya.


Untuk memperingati hari kelahirannya, mari kita mengenal lebih dekat kehidupan Guy de Maupassant dan karya-karyanya. 


Masa Muda Guy de Maupassant di Normandia

Guy de Maupassant lahir di 5 Agustus 1850 di Normandia dengan sebagian keturunan aristokrat. 


Sosok ibunya yang gemar membaca karya klasik, utamanya Shakespeare, menjadi pengaruh besar dalam hidup Maupassant. Ibunya pun memiliki hubungan erat dengan Gustave Flaubert, yang mendorong Maupassant untuk bertemu Flaubert pada masa sekolahnya. Pertemuan Maupassant dengannya menjadi salah satu titik balik kehidupannya. 


Maupassant dan Perang Prancis-Prussia

Perang Prancis-Prusia pecah saat Maupassant sedang berkuliah di Paris. Maupassant yang saat itu berusia 20 tahun menjadi sukarelawan dalam perang tersebut, menyebabkan studinya sementara terhenti. 


Saat ia kembali dari perang, Gustave Flaubert diminta oleh ibunya untuk menjaga Maupassant  di Paris. Pengalamannya saat perang seringkali menjadi latar belakang dari cerita pendeknya. Salah satunya Boule de Suif (The Dumpling), sebuah cerita pendek yang melambungkan namanya di dunia sastra Prancis.


Kisah-kisahnya yang berlatar Perang Prancis-Prusia banyak mendeskripsikan ketidakbergunaan perang dan warga-warga sipil yang menjadi korban. Maupassant menulis tentang bagaimana perang mempengaruhi orang biasa, kelas sosial, moralitas, dan perilaku manusia.


Tema dan Filosofi Karyanya

Karya-karya Guy de Maupassant acapkali diklasifikasi sebagai tulisan realis, menggambarkan kehidupan nyata manusia melalui sudut pandang yang pesimis. Cerita-cerita ini juga jarang diikuti dengan akhir yang bahagia. Gaya penulisan pada karyanya pun banyak terpengaruh dari karya Flaubert.


Warisan Guy de Maupassant dalam Sastra Prancis

Guy de Maupassant meninggal di umur 42 pada Juli 1893. Selama kehidupannya, ia menulis 300 cerita pendek dan 6 cerita novel, di mana The Necklace menjadi karyanya yang paling dikenal. 


Ia juga menjadi pengaruh terhadap Leo Tolstoy dan Friedrich Nietzsche, di mana Tolstoy menulis essay dan Nietzsche mendedikasikan sebuah bagian dalam autobiografinya mengenai Maupassant.


Karya-karya Guy de Maupassant

  1. The Dumpling (Boule de Suif)
    Sekelompok turis dari berbagai latar belakang terpaksa melakukan perjalanan bersama di tengah situasi perang Prancis-Prusia. Di antara mereka, seorang perempuan bernama Boule de Suif menjadi pusat perhatian sekaligus memperlihatkan kemunafikan yang tersembunyi di balik perbedaan kelas sosial.
  2. The Necklace
    Mathilde Loisel merasa bahwa dirinya layak mendapatkan lebih dari kehidupan sederhana yang dimilikinya. Ketika sebuah kesempatan membawanya ke sebuah pesta bergengsi, keinginannya untuk tampil memukau justru membawa kisah ini ke arah yang tidak terduga.
  3. Bel-Ami
    Georges Duroy adalah seorang pemuda miskin yang datang ke Paris untuk memperbaiki kehidupan dan status sosialnya. Berbekal pesonanya, ia mulai menapaki dunia jurnalistik sekaligus mengenal kehidupan kelas atas Paris.


Grameds, kalau kamu penasaran dengan karya Guy de Maupassant, kamu bisa mencari buku seri Little Book World Classic: The Necklace and Other Stories di toko buku Gramedia terdekat di kotamu.

Keigo Higashino Meninggal Dunia, Ini Kilas Balik Kehidupan dan 5 Novel Terbaiknya
30 July 2026

Keigo Higashino Meninggal Dunia, Ini Kilas Balik Kehidupan dan 5 Novel Terbaiknya

#AuthorSpotlight — Dunia sastra internasional baru saja kehilangan penulis legendaris, Keigo Higashino, salah satu penulis yang dikenal dengan karya sarat misteri paling berpengaruh asal Jepang yang meninggalkan banyak sekali karya yang dicintai pembaca luas. Selama lebih dari tiga dekade, karya-karyanya berhasil memikat jutaan pembaca di berbagai negara melalui alur cerita yang penuh teka-teki, karakter yang kompleks, dan plot twist yang sulit untuk ditebak.

Namun, di balik kesuksesan novel-novel seperti The Devotion of Suspect X, Malice, hingga Keajaiban Toko Kelontong Namiya, tahukah kamu bahwa perjalanan hidup Keigo Higashino tidaklah mulus? Sebelum dikenal sebagai penulis legendaris, ia sempat bekerja sebagai insinyur dan mengalami berbagai penolakan sebelum akhirnya berhasil membangun nama sebagai salah satu penulis misteri terbaik di dunia.

Sebagai bentuk penghormatan atas warisan yang ditinggalkannya, mari kita kenang kembali perjalanan hidup Keigo Higashino serta lima novel terbaik yang membuat namanya begitu dicintai para pembaca.



Perjalanan Keigo Higashino Sebelum Menjadi Penulis Terkenal

Meskipun Keigo Higashino memiliki karya-karya yang sekarang dicintai massa, kehidupannya tidak bermula dengan profesi penulis. Keigo Higashino lahir di Osaka, Jepang pada 4 Februari 1958. Memiliki gelar teknik elektro (electrical engineering), ia memulai hidupnya dengan bekerja sebagai insinyur. Kegemarannya dalam menulis juga bermula di masa kuliah.


Dalam beberapa upaya menulis pertamanya, ia mengikuti beberapa kontes kepenulisan dari tahun 1983-1984. Namun, kontes-kontes itu belum berbuah baik untuknya. Baru di tahun 1985 dengan karyanya yang berjudul After School, ia memenangkan penghargaan Edogawa Ranpo yang ke-31. Kemenangan ini yang menjadi titik balik di mana mengubah profesinya dari bidang teknik ke bidang kepenulisan. 


Walaupun begitu, kesuksesan Keigo Higashino sebagai penulis tidak berjalan mulus. Kemenangan ini membuatnya menciptakan beberapa karya yang relatif sukses di tahun 1986 hingga 1988. Namun, karya-karyanya yang diterbitkan di tahun 1989 tidak diterima khalayak luas. Ia juga menerima banyak ulasan negatif yang ditulis tentang karya yang diterbitkan di tahun-tahun setelahnya. 



Kebangkitan Karier Keigo Higashino pada Era 1990-an

Memasuki pertengahan 1990-an, Keigo Higashino kembali menunjukkan konsistensinya sebagai penulis. Salah satu karya penting pada periode ini adalah Malice (1996), yang menjadi bagian dari seri Detective Kaga dan hingga kini dikenal sebagai salah satu novel misteri terbaiknya.

Dua tahun kemudian, ia menerbitkan novel Secret (Naoko) yang mendapat sambutan hangat dan semakin memperkuat reputasinya di dunia sastra Jepang. Novel tersebut kemudian diadaptasi ke layar lebar dan turut mengantarkan Higashino meraih pengakuan yang lebih luas.

Memasuki abad ke-21, nama Keigo Higashino semakin bersinar. Setelah beberapa kali masuk nominasi Naoki Prize, ia akhirnya memenangkan penghargaan bergengsi tersebut pada tahun 2006 melalui novel The Devotion of Suspect X. Novel ini kemudian menjadi salah satu karya paling ikonis dalam kariernya dan membuka jalan bagi popularitasnya di berbagai negara.

Selama bertahun-tahun berikutnya, Higashino terus menghasilkan berbagai novel yang memperoleh penghargaan, diterjemahkan ke banyak bahasa, dan diadaptasi menjadi film maupun serial televisi.

 

Mengapa Novel Keigo Higashino Begitu Populer?

Keigo Higashino dikenal sebagai penulis yang mampu menggabungkan misteri, logika, psikologi, dan drama kemanusiaan dalam satu cerita. Novel-novelnya tidak hanya mengajak pembaca menebak pelaku kejahatan, tetapi juga memahami alasan di balik setiap tindakan para tokohnya.

Berbeda dengan novel misteri pada umumnya, karya Higashino sering kali menghadirkan konflik emosional yang membuat pembaca ikut larut dalam cerita. Tak heran jika banyak novelnya diadaptasi menjadi film, drama televisi, hingga serial di berbagai negara.

Popularitasnya pun melampaui Jepang. Buku-buku Keigo Higashino telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan memiliki jutaan pembaca di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hingga saat ini, karya-karyanya masih menjadi pilihan utama bagi pencinta novel misteri dan thriller psikologis.



Buku-buku Terpopuler Keigo Higashino

  1. Devotion of Suspect X (Kesetiaan Mr. X) 

    Ketika sebuah pembunuhan terjadi, seorang jenius matematika dan seorang fisikawan berbakat terlibat dalam permainan kecerdasan yang penuh teka-teki. Novel ini memadukan misteri, logika, dan emosi dalam salah satu karya paling ikonis Keigo Higashino.

  2. The Newcomer - Pembunuhan di Nihonbashi

    Detektif Kaga ditugaskan menyelidiki sebuah kasus pembunuhan di kawasan Nihonbashi, Tokyo. Di balik penyelidikan tersebut, ia perlahan mengenal kehidupan dan rahasia orang-orang yang tinggal di lingkungan itu.

  3. Malice - Catatan Pembunuhan Sang Novelis

    Kematian seorang novelis terkenal membawa Detektif Kaga pada penyelidikan yang penuh teka-teki. Alih-alih hanya mencari pelaku, kisah ini juga mengajak pembaca memahami sisi psikologis di balik sebuah kejahatan.

  4. Rumus Kebenaran Musim Panas: A Midsummer`s Equation

    Saat berkunjung ke sebuah kota pesisir, fisikawan Yukawa tanpa sengaja terlibat dalam penyelidikan sebuah insiden yang mengguncang warga setempat. Novel ini memadukan misteri dengan tema keluarga, sains, dan hubungan antarmanusia.

  5. Keajaiban Toko Kelontong Namiya

    Tiga pemuda menemukan sebuah toko kelontong tua yang memiliki cara unik untuk membantu orang-orang yang sedang menghadapi berbagai persoalan hidup. Melalui kisah-kisah yang saling terhubung, novel ini menghadirkan cerita hangat tentang harapan, pilihan, dan kesempatan kedua.

Warisan Keigo Higashino Akan Terus Hidup Lewat Karya-Karyanya

Kepergian Keigo Higashino menjadi kehilangan besar bagi dunia sastra. Namun, warisan yang ia tinggalkan melalui puluhan novel akan terus hidup dan dibaca lintas generasi.

Bagi kamu yang baru ingin mengenal karya-karyanya, The Devotion of Suspect X, Malice, dan Keajaiban Toko Kelontong Namiya bisa menjadi titik awal untuk menikmati kepiawaiannya merangkai misteri, psikologi, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam satu cerita.

Jika kamu ingin membaca novel-novel karya Keigo Higashino dalam edisi bahasa Indonesia, kamu bisa menemukannya di toko Gramedia terdekat maupun melalui Gramedia.com. Melalui karya-karyanya, Keigo Higashino akan selalu dikenang sebagai salah satu penulis novel misteri terbaik yang pernah dimiliki dunia. 

Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.