Innovation, Transformed.

Bersama Gramedia, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang cemerlang.

Who we are?

Gramedia berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau kerap dikenal menjadi Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group.
56 Tahun
#TumbuhBermakna
3513 Pegawai
Di seluruh Indonesia
1700+ Buku
Tercetak di Indonesia selama tahun 2024
1000+ Events
Berhasil dilaksanakan
Temukan kisah dan perjalanan kami disini!

Terus berkembang melampaui batas, membentuk masa depan yang lebih cerah melalui brand.

PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group yang berfokus pada bisnis ritel dengan buku, alat tulis, produk non-books sebagai produk utamanya. Selain itu, Gramedia juga bergerak di bidang pendidikan untuk kemajuan pengetahuan di nusantara.
Pelajari lebih lanjut tentang brand

Testimonials

Apa kata mereka tentang Gramedia?
Dr. Andreas
“Senang bisa collab dengan Penerbit Gramedia, karena bisa nerima ide-ide yang unik dari penulisnya!”
Dr. Andreas, Penulis
Brian Khrisna
“Sejak kecil, saya suka banget dateng ke Gramedia dan saya termotivasi kalo suatu saat buku saya harus ada di Gramedia, dan akhirnya bisa nerbitin buku di Gramedia.”
Brian Khrisna, Penulis
Yoyok
“Promexx sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia lebih dari 20 tahun, dan selama menjalin kemitraan kedua belah pihak mendapat benefit yang bagus.”
Yoyok, Mitra Gramedia

Latest updates

See all
Apa itu Store Superintendent? Posisi Penting di Toko Gramedia Terdekatmu
26 August 2026

Apa itu Store Superintendent? Posisi Penting di Toko Gramedia Terdekatmu

#CareerSpotlight — Grameds, saat mengunjungi laman karir Gramedia, kamu akan menemukan banyak lowongan untuk posisi Store Superintendent. Judul posisi ini juga disematkan bersama dengan lokasi toko buku Gramedia di berbagai daerah di seluruh Indonesia. 

Dalam menjalankan operasional sebuah toko buku, posisi ini sangat penting di seluruh jaringan Gramedia. Mereka juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan lancarnya jalan sebuah toko buku. Kalau begitu, apa sebenarnya arti dari Store Superintendent?


Apa itu Store Superintendent?

Frasa store superintendent terdiri dari dua kata berbahasa Inggris, store yang berarti toko, dan superintendent yang berarti pengawas. Simpelnya, posisi ini merupakan posisi penting yang mengawasi berjalannya operasional toko, mulai dari ketersediaan produk, jadwal karyawan, hingga pencapaian target penjualan.

Dalam menjalankan operasional toko, store superintendent tidak bekerja sendiri. Sistem kerjanya pun memiliki sistem shift, yang berarti petugas-petugas bergiliran dalam mengawasi toko. 


Tanggung Jawab yang Variatif

Menjalankan sebuah toko buku bukanlah hal yang mudah. Beberapa hal yang paling terlihat diantaranya adalah memastikan ketersediaan stok dan menjadwalkan karyawan yang cukup untuk menjaga toko. Namun, pekerjaan tersebut baru sebagian kecil dari keseluruhan tanggung jawabnya. Tiga elemen utama dari tanggung jawab seorang store superintendent adalah memastikan kelancaran operasional toko, menjaga hubungan dengan customer, dan menjalankan manajemen strategis untuk pertumbuhan toko.

Adapun berikut deskripsi pekerjaan lengkap yang dilakukan seorang store superintendent:

  • Memantau kegiatan operasional toko, mengendalikan persediaan produk, serta mengusahakan pencapaian target penjualan dan target laba bagi toko
  • Mendorong penjualan dan meningkatkan produktivitas ruang jual melalui active selling dan B2B Melakukan kegiatan dan aktivitas penjualan digital
  • Menjalankan fungsi SPI (Sistem Pengendalian Internal)
  • Memberikan laporan dan evaluasi bulanan (progress report), antara lain:
  • Analisa counter (omset harian, 10 best seller)
  • Analisa pasar dan pesaing (harga dan produk)
  • Analisa produk (best seller, new arrival, status produk)
  • Analisa omset dan pengunjung
  • Strategi dan program kerja untuk mencapai target
  • Memastikan operasional toko berjalan dengan lancar, antara lain mengatur jadwal karyawan, memastikan kesiapan sistem operasional, mengontrol ketersediaan produk dan kerapihan display, melakukan perubahan display dan visual merchandising, memastikan pelayanan dan penanganan keluhan berjalan baik
  • Mencari dan maintain pelanggan
  • Memastikan order customer terpenuhi negosiasi dan penawaran produk kepada customer

Maka dari itu, seorang store superintendent harus memiliki kualifikasi dan kemampuan-kemampuan khusus untuk bisa melakukan tugas-tugas ini.


Kualifikasi Store Superintendent yang Dibutuhkan

Dalam memastikan sebuah toko bisa berjalan dengan lancar, tentu diperlukan syarat yang kompetitif. Karena itu, diperlukan latar belakang dan kemampuan yang tepat untuk bisa menjadi store superintendent yang kompeten.

Hal ini termasuk latar belakang yang relevan, seperti pengalaman di bidang retail dan kemampuan digital selling.  Diperlukan juga kemampuan komunikasi yang baik dan leadership yang kuat. Hal-hal ini bisa dibuktikan dari pengalaman berorganisasi atau proyek berskala kecil yang menunjukkan kemampuanmu dapat bekerja bersama orang lain dan mengatur pekerjaan bersama dengan baik dan terstruktur. Kemampuan-kemampuan ini diperlukan untuk memastikan toko buku bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, hal tersebut juga dapat membantu  target toko dapat tercapai.

Adapun rincian lengkap kualifikasi minimum untuk menjadi seorang store superintendent:

  • Minimal Sarjana (semua jurusan)
  • Menjadi nilai tambah jika memiliki pengalaman kerja di dunia retail
  • Memiliki kemampuan digital selling
  • Memiliki komunikasi yang baik, dan leadership yang kuat
  • Mampu bekerja dengan sistem target
  • Bersedia bekerja shift

Kemampuan yang Dibutuhkan Seorang Store Superintendent

Selain kualifikasi minimum, terdapat juga kemampuan yang wajib dimiliki seorang store superintendent untuk memperlancar pekerjaan. Misalnya, kemampuan organizing and planning, problem sensitivity, dan communication skills merupakan elemen penting dalam menjalankan tugas-tugas operasional toko. 


Selain itu, kemampuan persuasion and negotiation dan digital marketing dibutuhkan untuk tugas-tugas yang berhubungan dengan customer, seperti dalam menawarkan produk dan menjaga hubungan dengan pelanggan melalui sosial media. 


Yang tidak kalah penting merupakan kemampuan sales and marketing knowledge dan data analysis. Hal ini dikarenakan, salah satu tugas store superintendent adalah untuk melakukan pelaksanaan rencana strategis toko dalam meningkatkan penjualan dan menganalisa hasilnya. 

Karena itu, berikut adalah rincian lengkap kemampuan yang dibutuhkan seorang store superintendent:

  • Organizing and Planning
  • Persuasion and Negotiation
  • Sales and Marketing Knowledge
  • Problem Sensitivity
  • Digital Marketing
  • Communication Skills
  • Data Analysis

Grameds, apakah kamu tertarik dengan posisi ini? Untuk menjadi store superintendent di berbagai lokasi, kamu dapat mencari lowongan pekerjaan di laman website https://gramedia.id/careers atau terus memantau akun Instagram @loker_gramedia. Kami tunggu kamu di Gramedia, ya!


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Gramedia Luncurkan Buku Strategi Scale-Up Bisnis: Manfaatkan Prompt AI untuk Meraih Peluang Bisnis Potensial, Panduan Praktis AI bagi UMKM dan Pelaku Usaha
26 August 2026

Gramedia Luncurkan Buku Strategi Scale-Up Bisnis: Manfaatkan Prompt AI untuk Meraih Peluang Bisnis Potensial, Panduan Praktis AI bagi UMKM dan Pelaku Usaha

Jakarta, 21 Agustus  2026 — Gramedia bersama Elex Media Komputindo resmi meluncurkan buku Strategi Scale-Up Bisnis: Manfaatkan Prompt AI untuk Meraih Peluang Bisnis Potensial karya Dr. Dini Fronitasari, S.T., M.T., IPU, ASEAN.Eng dalam sebuah acara peluncuran buku yang digelar di Gramedia Jalma, Jakarta, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Peluncuran ini menghadirkan sesi book talks dan diskusi mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai strategi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing bisnis, khususnya bagi pelaku UMKM, wirausahawan, dan masyarakat yang tertarik pada transformasi digital. 

Buku ini hadir sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi banyak pelaku usaha di Indonesia. Di tengah pesatnya perkembangan AI generatif, masih banyak pemilik usaha yang belum memahami bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut secara efektif untuk mendukung pengembangan bisnis. Melalui buku ini, Dr. Dini menawarkan pendekatan praktis yang berfokus pada kemampuan menyusun prompt AI sebagai keterampilan baru yang dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan, mengembangkan produk, memperkuat pemasaran, hingga merancang ekspansi bisnis. 

Dalam buku Strategi Scale-Up Bisnis: Manfaatkan Prompt AI untuk Meraih Peluang Bisnis Potensial, pembaca tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai konsep AI, tetapi juga lebih dari seratus contoh template prompt yang lahir dari berbagai persoalan nyata di lapangan. Contoh-contoh tersebut dirancang agar dapat langsung diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari, mulai dari pembuatan konten pemasaran, operasional, layanan pelanggan, analisis peluang usaha, hingga penyusunan strategi pertumbuhan bisnis. 

Penulis buku, Dr. Dini Fronitasari, merupakan peneliti senior kecerdasan artifisial di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang telah lebih dari 17 tahun berkecimpung di bidang AI, Internet of Things (IoT), dan transformasi digital. Buku ini merupakan karya keempatnya,  setelah National Strategy on Artificial Intelligence 2020–2045 (BPPT Press), Pemrograman Matlab Industri (K-Media), dan Computer Vision Berbasis Artificial Intelligence (KBM). Ia dikenal cukup aktif sebagai pendiri sejumlah inisiatif teknologi yang menjembatani dunia riset, industri, dan kebijakan. 

Menurut Dr. Dini, tantangan utama pelaku usaha saat ini bukan lagi sekadar akses terhadap teknologi AI, melainkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan AI secara tepat agar menghasilkan solusi yang relevan bagi kebutuhan bisnis.

“Sebagian besar pelaku usaha sebenarnya sudah mengenal berbagai platform AI seperti ChatGPT, Claude, atau Gemini. Tantangan terbesarnya bukan pada teknologinya, tetapi pada kemampuan menyusun prompt yang tepat. Melalui buku ini, saya ingin memberikan alat kerja yang benar-benar dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat pengambilan keputusan, dan membuka peluang bisnis baru. AI bukan pengganti manusia, melainkan rekan kerja yang cerdas; keputusan strategis tetap berada di tangan manusia,” ujar Dr. Dini Fronitasari, S.T., M.T., IPU, ASEAN.Eng.

Melalui peluncuran buku ini, Gramedia berharap dapat memperluas literasi mengenai pemanfaatan AI di Indonesia sekaligus menghadirkan ruang diskusi yang konstruktif antara penulis, praktisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Gramedia dalam mendukung pengembangan pengetahuan dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha di era digital.

Buku Strategi Scale-Up Bisnis: Manfaatkan Prompt AI untuk Meraih Peluang Bisnis Potensial kini tersedia di toko-toko Gramedia dan kanal penjualan resmi Gramedia, sehingga dapat diakses oleh para pelaku usaha, profesional, akademisi, maupun masyarakat yang ingin memahami penerapan AI secara praktis dalam mengembangkan bisnis.

Gramedia Pustaka Utama Hadirkan Ekspedisi Leiden 2020–1920 di Tiga Kota, Ajak Pembaca Menelusuri Jejak Sejarah Lewat Misteri dan Petualangan
26 August 2026

Gramedia Pustaka Utama Hadirkan Ekspedisi Leiden 2020–1920 di Tiga Kota, Ajak Pembaca Menelusuri Jejak Sejarah Lewat Misteri dan Petualangan

Jakarta, 23 Agustus 2026 – Gramedia melalui Penerbit Gramedia Penerbit Utama (GPU) menghadirkan rangkaian Ekspedisi Leiden 2020-1920 di Jakarta, Bandung, dan Palembang sebagai bagian dari perjalanan buku karya Hasbunallah Haris. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, Sabtu, dan Minggu (21-23 Agustus 2026) yang bertempat di Gramedia Matraman, Gramedia PVJ Bandung, Gramedia Palembang Burlian, yang menghadirkan Hasbunallah Haris sebagai penulis. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum, serta menjadi ruang bagi pembaca untuk mengenal lebih dekat proses kreatif dan gagasan di balik novel Leiden 2020–1920

Novel Leiden 2020-1920 membawa pembaca mengikuti perjalanan Syamil, seorang mahasiswa jurusan sejarah yang pertemuannya dengan Maryati dan Kasman di Padang Panjang membawanya jauh dari rumah. Dalam perjalanannya, Syamil menemukan potongan naskah berusia seratus tahun yang ditulis oleh Alex van der Meer, seorang mantan tentara Belanda. Naskah tersebut kemudian membawa Syamil menelusuri jejak sejarah dari Sawahlunto pada 1920 hingga Leiden pada 2020, sekaligus mencari petunjuk mengenai harta karun tua yang tersembunyi di negerinya.

Perjalanan Syamil tidak berhenti pada penelusuran naskah dan harta karun. Ia harus menghadapi berbagai sosok, baik kawan maupun lawan, serta berhadapan dengan berbagai bahaya dalam upayanya mengungkap potongan sejarah yang tersembunyi. Petualangannya membawanya menerjang hutan rimba Sumatra, mencari keberadaan Suku Anak Dalam, hingga berhadapan dengan organisasi gelap yang berbahaya. Di tengah perjalanan tersebut, Syamil juga dihadapkan pada kesadaran bahwa kolonialisme belum sepenuhnya selesai di Indonesia.

Menggabungkan unsur sejarah kolonial dengan gaya penceritaan novel detektif, Leiden 2020-1920 menawarkan pengalaman membaca yang memadukan riset sejarah, misteri, dan petualangan. Pendekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan novel ini dan turut mendapat apresiasi dari Dewan Juri Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2023 yang menilai Leiden 2020-1920 unggul dalam menghadirkan narasi sejarah kolonial melalui gaya penceritaan novel detektif. Novel ini berhasil meraih Juara II Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2023.

Melalui sesi Book Talk, Hasbunallah Haris akan berbincang bersama moderator mengenai proses di balik lahirnya Leiden 2020–1920, mulai dari ketertarikannya terhadap naskah-naskah lama, pengalaman penelitian filologi, hingga proses mengolah fakta dan jejak sejarah menjadi sebuah cerita fiksi. Diskusi juga akan membahas alasan penggunaan pendekatan misteri dan petualangan serta gagasan mengenai jejak kolonialisme yang masih dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Hasbunallah Haris merupakan lulusan Sastra Arab Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang dan kini kembali ke kampus untuk mendalami bidang sejarah. Ketertarikannya pada sejarah bermula dari penelitian filologi ke Sungai Pagu yang kemudian diwujudkan dalam bentuk novel fiksi sejarah. Dalam proses tersebut, ia turut menaruh perhatian pada pelestarian naskah-naskah yang terkubur atau dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Selain menulis, Hasbunallah juga aktif dalam kegiatan diskusi sastra di Bukik Ase, Kota Padang, serta turut memprakarsai komunitas Kutub Sastra sejak 2024.

 Acara diawali dengan pembukaan dan pengenalan buku, dilanjutkan dengan sesi Book Talk bersama penulis dan sesi tanya jawab bersama peserta. Setelah acara, peserta juga berkesempatan mengikuti sesi tanda tangan dan foto bersama penulis. Peserta dalam acara ini juga berkesempatan untuk mendapatkan koleksi buku karya Hasbunallah Haris dengan diskon 20% selama maupun setelah acara berlangsung.

Melalui rangkaian acara Ekspedisi Leiden 2020 - 1920 ini, Gramedia melalui penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) berharap kehadiran novel karya Hasbunallah Haris dapat semakin mendekatkan pembaca dengan karya sastra yang mengangkat sejarah Indonesia melalui cara yang relevan dan menarik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pembaca untuk melihat kembali berbagai jejak sejarah di sekitarnya serta membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana sejarah dapat terus dipahami melalui karya sastra.

Gramedia Science Day 2026 Hadir di Surabaya, Ajak Ratusan Ilmuwan Cilik Jelajahi Dunia Sains
26 August 2026

Gramedia Science Day 2026 Hadir di Surabaya, Ajak Ratusan Ilmuwan Cilik Jelajahi Dunia Sains

Surabaya, 20 Agustus  2026 — Gramedia kembali menghadirkan Gramedia Science Day 2026 di Surabaya, kompetisi sains interaktif yang mengajak siswa Sekolah Dasar kelas 4–6 untuk mengeksplorasi dunia sains melalui eksperimen dan tantangan ilmiah. Mengusung tema “Science Rescue Challenge”, kegiatan ini akan diselenggarakan pada Sabtu, 5 September 2026, di Kahuripan Grand Ballroom, Dyandra Convention Centre, Surabaya.

Gramedia Science Day merupakan program edukasi informal berbasis kreativitas dan inovasi yang telah diselenggarakan sejak 2016. Melalui pendekatan eksperimen dan permainan sains yang menyenangkan, program ini dirancang untuk memicu rasa ingin tahu sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis generasi muda. Hingga saat ini, Gramedia Science Day telah menjangkau ribuan siswa Sekolah Dasar di berbagai wilayah Indonesia dan menjadi salah satu ruang bagi anak-anak untuk belajar serta berkreasi melalui sains.

Pada penyelenggaraan di Surabaya tahun ini, peserta akan mengikuti kompetisi dalam dua tahap, yaitu tes teori dan eksperimen. Pada tahap teori, peserta akan mengerjakan 40 soal pilihan ganda dalam waktu 15 menit. Selanjutnya, peserta akan menghadapi dua eksperimen dengan durasi masing-masing 30 menit dan 45 menit. Rangkaian tantangan tersebut dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam memahami konsep sains, melakukan observasi, memecahkan masalah, serta bekerja sama dalam tim.

Melalui tema “Science Rescue Challenge”, Gramedia mengajak anak-anak membangun pemahaman mengenai risiko dan penanggulangan bencana alam melalui eksperimen sains. Tema ini menjadi bagian dari upaya Gramedia untuk menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya memperkenalkan konsep sains, tetapi juga membantu anak memahami bagaimana pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk melihat dan merespons berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

Pendaftaran Gramedia Science Day 2026 dapat dilakukan melalui seluruh toko Gramedia yang ditunjuk sebagai lokasi pendaftaran maupun secara online melalui platform Social Hub Gramedia. Untuk wilayah Surabaya, peserta dapat mendaftarkan tim melalui tautan https://socialhub.gramedia.com/event/gramedia-science-day-2026-surabaya, sedangkan informasi pendaftaran untuk wilayah Jakarta akan diumumkan melalui kanal resmi Gramedia dalam waktu dekat. Kompetisi terbuka bagi siswa SD kelas 4–6, dengan setiap tim terdiri dari maksimal dua peserta. 

Sugiarto, Digital, Marketing, & Merch Director Gramedia, mengatakan bahwa Gramedia Science Day merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dan inspiratif bagi generasi muda Indonesia. 

“Gramedia percaya bahwa rasa ingin tahu adalah awal dari proses belajar yang bermakna. Melalui Gramedia Science Day, kami ingin menghadirkan ruang di mana anak-anak dapat bereksperimen, bertanya, mencoba, bahkan gagal, lalu belajar kembali dengan cara yang menyenangkan. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap sains sekaligus membentuk karakter yang kreatif, kritis, dan kolaboratif sejak usia dini,” ujar Sugiarto. 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat eksplorasi dan prestasi para peserta, Gramedia telah menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi para pemenang. Juara 1 akan memperoleh plakat dan medali, uang Rp3.000.000, voucher Gramedia Rp2.000.000, produk Eversac dan Estudee, goodie bag, serta sertifikat. Juara 2 akan mendapatkan plakat dan medali, uang Rp2.000.000, voucher Gramedia Rp1.500.000, produk Eversac dan Estudee, goodie bag, serta sertifikat. Juara 3 akan menerima plakat dan medali, uang Rp1.000.000, voucher Gramedia Rp1.000.000, produk Eversac dan Estudee, goodie bag, serta sertifikat. 

Selain tiga juara utama, Gramedia juga memberikan penghargaan Juara Harapan 1, 2, dan 3, yang masing-masing akan memperoleh uang tunai Rp500.000, voucher Gramedia Rp500.000, medali, goodie bag, sertifikat, serta produk Eversac dan Estudee.

Gramedia menyediakan beberapa periode pendaftaran dengan harga khusus bagi para peserta. Presale 1 berlangsung pada 28 Juli–9 Agustus 2026 dengan biaya Rp200.000 per tim, dilanjutkan Presale 2 pada 10–17 Agustus 2026 dengan biaya Rp220.000 per tim, dan General Sale pada 18–25 Agustus 2026 dengan biaya Rp250.000 per tim. Setiap tim terdiri dari dua peserta dan akan memperoleh participant kit, perlengkapan kompetisi, serta fasilitas pendukung selama acara berlangsung. 

Penyelenggaraan Gramedia Science Day 2026 di Surabaya diharapkan dapat memperluas akses anak-anak terhadap pengalaman belajar sains yang menyenangkan dan berkualitas. Gramedia juga berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini sebagai wadah eksplorasi, inovasi, dan kolaborasi bagi generasi muda di berbagai daerah di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Gramedia Science Day, masyarakat dapat mengunjungi akun Instagram @gramediakids serta mendatangi toko Gramedia terdekat.

Jangan Takut Mulai Menulis, Ini 6 Tips untuk Penulis Pemula
24 August 2026

Jangan Takut Mulai Menulis, Ini 6 Tips untuk Penulis Pemula

#LiterasiAsik — Saat suatu ide datang, mungkin kamu seringkali memiliki keinginan untuk menulis. Dari puisi, prosa, atau tulisan non-fiksi, ada banyak sekali cara untuk bisa menuangkan ide ke lembar putih. Namun, penulis pemula mungkin bingung harus mulai dari mana. 


Walaupun menulis terlihat seperti kegiatan yang tidak rumit, banyak yang merasa menulis merupakan kegiatan yang sulit. Tak jarang, lembar putih itu hanya tertulis satu kalimat sumber ide yang terasa sulit untuk dikembangkan. Karena itu, diperlukan beberapa kiat yang dapat membantu penulis pemula untuk maju dalam tulisannya.

1. Banyak Membaca
Jika kamu ingin menulis, salah satu kebiasaan yang dapat dilatih adalah untuk banyak membaca. Mungkin kamu berpikir, kegiatan membaca dan menulis harusnya kegiatan yang berbeda. Namun, membaca tulisan orang lain merupakan bekal untuk dapat menulis sendiri.


Seperti layaknya menulis akademik, kamu harus memiliki referensi sebelum menulis. Referensi yang dimaksud tidak harus referensi ilmiah. Namun, bisa jadi karya fiksi maupun non-fiksi yang kamu minati. 


Seringkali, ide yang ada di kepala tidak bisa tertuang begitu saja. Melakukan membaca, kamu bisa memperkaya kosakata yang akan mempermudah menuangkan ide ke atas kertas.  


Banyak membaca juga bisa menjadi sebuah referensi untuk menulis. Referensi tak selalu berarti artikel akademik bertuliskan cara-cara menulis, namun juga dapat berbentuk contoh tulisan yang elemennya bisa diikuti. Dengan banyak membaca, kamu dapat menemukan jenis-jenis tulisan yang berbeda, seperti sudut pandang yang berganti, gaya tulisan yang berbeda, atau struktur tulisan yang mudah dibaca. Hal-hal ini bisa dicontoh untuk meningkatkan pengembangan ide pada tulisanmu.


2. Menulis Hal Terdekat Darimu
Jika kamu mendapati dirimu bingung menulis apa, hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah untuk menulis hal terdekat darimu. Hal-hal terdekat dapat berbentuk pengalaman atau orang yang kamu temui pada sehari-hari, seperti:

    • Pengalaman menarik yang kamu alami
    • Teman dengan kepribadian unik
    • Keseharian di hari kerja

Ide-ide kecil tersebut dapat dikembangkan menjadi tulisan yang apik. Tulisan ini dapat berbentuk cerita pengalaman atau studi karakter terhadap seseorang. Selain menjadi inspirasi untuk menulis, karya ini juga menjadi sarana untuk berlatih. Karena, terus menulis akan menjadi wadah untuk melatih kemampuan menulis juga. 


Salah satu tantangan terbesar penulis adalah habisnya ide untuk ditulis. Tantangan ini juga umum diketahui dengan nama writer’s block, di mana penulis akan kesulitan untuk maju ke tahap selanjutnya di tengah menulis sesuatu. 


Writer’s block juga bisa dilalui dengan beralih ke tulisan lain dan menulis tentang hal kecil. Contohnya seperti menulis tentang peristiwa di sekitar atau karakter terdekatmu. Terkadang, menjauh dari materi tulis awal dan menulis tentang yang lain dapat menyegarkan pikiran. 


3. Membuat Kerangka Tulisan
Untuk mulai menulis, terkadang halaman yang kosong terasa mengintimidasi. Rasanya, halaman kosong hanya mengundang penulis untuk merajut paragraf-paragraf panjang. Padahal, kamu baru bisa menulis satu kalimat, dan ide yang kamu miliki mungkin belum serinci itu. 


Nah, kamu bisa mengisi halaman yang kosong dan mengurangi intimidasi itu dengan membuat kerangka tulisan. Kerangka ini berisi garis besar dari ide yang telah dibuat sebelumnya. Walaupun begitu, tidak ada aturan baku yang harus diikuti untukmu membentuk kerangka. 


Struktur kerangka biasanya terdiri dari pembuka, isi, dan penutup.Nah, pada bagian isi, kamu bisa menambahkan subtopik yang telah kamu bayangkan sebelumnya. Maka dari itu, struktur kerangka tulisan biasanya terlihat seperti ini:

    • Pembukaan 
    • Subtopik 1
    • Subtopik 2
    • Subtopik 3
    • Penutup


Kerangka tulisanmu bisa terdiri dari kalimat-kalimat utama atau hanya kata-kata singkat yang disusun dalam bentuk poin-poin. Dari poin-poin ini, kamu dapat mengembangkannya menjadi paragraf yang lebih rinci dan menghasilkan tulisan yang lengkap.


Selain mengumpulkan ide, membentuk kerangka sebelum menulis juga dapat membantumu membuat sebuah tulisan yang selaras dengan tema besar tulisanmu. Karena itu, membuat kerangka bisa membantu menjadikan tulisanmu lebih terarah tanpa terbawa arus ide yang kurang relevan.


4. Fokus Menulis, Bukan Menyunting
Dalam menulis, terkadang tinggi keinginan untuk menyunting tulisan di tengah mengerjakan kelanjutannya. Contohnya, mengubah paragraf pembuka saat sedang menulis badan tulisan. Padahal, menulis dan menyunting merupakan kegiatan yang seharusnya dibedakan.


Dalam menulis, penting untuk fokus menyelesaikan tulisanmu sampai akhir. Hal ini dikarenakan, beralih dari menulis dan menyunting dapat menjadi distraksi dari tujuan awalmu menulis. Fokusmu menulis juga dapat didukung dengan pembentukan kerangka yang sudah kamu lakukan sebelumnya. 


Penyuntingan tulisan dilakukan terakhir sebagai wadah untuk menyelaraskan seluruh isi tulisan, dari awal hingga akhir. Melakukannya setelah tulisan selesai juga membantu memfokuskan tugas penyuntingan, seperti memperbaiki struktur kalimat atau tanda baca tanpa mengubah isinya lebih jauh. 


Setelah penyuntingan, kamu baru bisa kembali ke tahap penulisan untuk membuat bagian yang sekiranya bisa ditambahkan rincian. Setelah melakukan perincian, barulah kamu dapat kembali mengerjakan penyuntingan kedua, dan seterusnya, sebelum tulisan itu dirasa benar-benar selesai. 


5. Gunakan AI Sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Penulis
Tulisan-tulisan Akal Imitasi (Artificial Intelligence atau AI) telah banyak menjamah media yang kita konsumsi. Banyak ditemukan juga tulisan berbasis generative AI pada konten yang didorong algoritma media sosial.


Walaupun penggunaan generative AI tentu menggiurkan untuk membentuk tulisanmu, penggunaan AI yang bijak tentu diperlukan. Generative AI bisa digunakan untuk berdiskusi atau mencari inspirasi, namun, penggunaan generative AI untuk membuat tulisan tidak disarankan. 


Hal ini dikarenakan pembuatan mesin generative AI didasarkan dari tulisan orang lain. Karena itu, menyalin tulisan dari mesin Akal Imitasi generatif berarti mengambil bagian dari tulisan-tulisan orang lain dan menjadikannya tulisanmu sendiri, yang menjadikan karya itu sebuah plagiasi.


Ditambah, untuk menjadi penulis, kamu harus terus berlatih menulis. Dan latihan menulis harus menjadi buah dari tanganmu sendiri. 


6. Hasilnya Bagus Maupun Tidak, Teruslah Menulis
Seperti yang disebut tadi, cara untuk bisa mahir menulis adalah dengan terus menulis. Menggunakan kiat-kiat yang sudah disebut tadi, kamu bisa menggunakannya untuk terus berlatih menulis dan menghasilkan banyak tulisan.


Untuk terus menulis, kamu tidak harus menghasilkan tulisan yang panjang. Walaupun menghasilkan tulisan pendek, karyamu dapat menjadi fondasi karya yang lebih besar dan rinci. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan karakter yang sudah dibuat, atau mengembangkan cerita pendek yang pernah dituliskan. 


Walaupun kamu merasa karya yang dihasilkan bukan karya terbaikmu, tulisan itu akan memupuk kemampuanmu untuk menjadi penulis yang baik. Seperti perkataan Jodi Picoult, “You can always edit a bad page. You can't edit a blank page.” Kamu bisa menyunting tulisan buruk, namun kamu tidak bisa menyunting halaman kosong.


Karena itu, penting bagimu untuk terus menulis, pendek maupun panjang, buruk maupun bagus. Karena, semua tulisan yang dihasilkan akan menjadi dasar dari kemampuan menulismu. 


Nah, Grameds, setelah membaca kiat-kiat menulis, apakah kamu sudah siap untuk membuat karya pertamamu? Jika kamu ingin mempublikasikan karyamu, kamu bisa mengunjungi laman Gramedia Writing Project di 
gwp.id ya!


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id