Innovation, Transformed.

Bersama Gramedia, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang cemerlang.

Who we are?

Gramedia berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau kerap dikenal menjadi Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group.
56 Tahun
#TumbuhBermakna
3513 Pegawai
Di seluruh Indonesia
1700+ Buku
Tercetak di Indonesia selama tahun 2024
1000+ Events
Berhasil dilaksanakan
Temukan kisah dan perjalanan kami disini!

Terus berkembang melampaui batas, membentuk masa depan yang lebih cerah melalui brand.

PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group yang berfokus pada bisnis ritel dengan buku, alat tulis, produk non-books sebagai produk utamanya. Selain itu, Gramedia juga bergerak di bidang pendidikan untuk kemajuan pengetahuan di nusantara.
Pelajari lebih lanjut tentang brand

Testimonials

Apa kata mereka tentang Gramedia?
Dr. Andreas
“Senang bisa collab dengan Penerbit Gramedia, karena bisa nerima ide-ide yang unik dari penulisnya!”
Dr. Andreas, Penulis
Brian Khrisna
“Sejak kecil, saya suka banget dateng ke Gramedia dan saya termotivasi kalo suatu saat buku saya harus ada di Gramedia, dan akhirnya bisa nerbitin buku di Gramedia.”
Brian Khrisna, Penulis
Yoyok
“Promexx sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia lebih dari 20 tahun, dan selama menjalin kemitraan kedua belah pihak mendapat benefit yang bagus.”
Yoyok, Mitra Gramedia

Latest updates

See all
Siapa Anne Carson? Sastrawan Pemenang Hadiah Nobel 2026
12 October 2026

Siapa Anne Carson? Sastrawan Pemenang Hadiah Nobel 2026

#AuthorSpotlight — Minggu lalu, Nobel Foundation telah menginformasikan para pemenang hadiah Nobel dari berbagai bidang. Salah satunya, pemenang hadiah Nobel di bidang sastra yang dimenangkan oleh Anne Carson. Pemenangan hadiah ini diputuskan oleh The Swedish Academy, dan diumumkan melalui sebuah konferensi pers yang juga disiarkan secara langsung pada Kamis, 8 Oktober 2026 lalu. 


Hadiah nobel sastra ini diumumkan oleh Ingrid Karlberg, sekretaris permanen dari The Swedish Academy. Ia menceritakan, Anne Carson menerima kabar ini di Islandia saat ia sedang mendengarkan angin. Ingrid Karlberg juga menyatakan, Anne Carson mendapatkan hadiah ini karena ide-ide berani dan inovatif miliknya, yang akhirnya membentuk puisi kontemporer yang mungkin seringkali kita baca. 


Lalu, siapa sebenarnya Anne Carson, dan apa saja karya miliknya?


Siapa Anne Carson?
Anne Carson adalah seorang penulis dari Toronto, Kanada. Ia telah menulis lebih dari 20 buku, termasuk beberapa koleksi esai, puisi, dan terjemahan dari tragedi Yunani.


Utamanya, ia dikenal oleh karyanya yang berjudul Eros the Bittersweet, yang juga menjadi tulisan pertamanya yang diterbitkan. Buku tersebut adalah sebuah kritik sastra mengenai eros, sebuah konsep cinta pada sastra Yunani, yang juga menjadi sebuah tema besar pada karya-karyanya selanjutnya. 


Hadiah Nobel juga bukan penghargaan literatur pertamanya. Ia sebelumnya telah memenangkan T. S. Eliot Prize dan Governor General’s Award for English-language Poetry.


Apa Saja Karya-karya Anne Carson?

  1. Eros the Bittersweet
    Eros the Bittersweet | Princeton University Press
    Eros the Bittersweet adalah salah satu karya yang menjadi pondasi karya-karya Anne Carson selanjutnya. Buku ini mengeksplorasi bagaimana hasrat dibentuk dari jarak dan ketidakadaannya seseorang, untuk bisa membuat sebuah rasa cinta. 
  2. Autobiography of Red 
    Autobiography Of Red by Anne Carson - Penguin Books Australia
    Seperti banyak karya-karya milik Anne Carson, novel ini juga terkait dengan mitos Yunani. Buku yang terbit pada 1996 ini menceritakan makhluk Geryon, sang monster bersayap merah, 
  3. The Beauty of the Husband
    The Beauty of the Husband: A Fictional Essay in 29 Tangos by Anne Carson |  Goodreads
    Ia juga acap kali dikenal untuk karya-karya puisi dan esai. The Beauty of the Husband adalah salah satunya. Buku ini berisi sebuah kumpulan esai tulisannya yang memenangkan hadiah T. S. Eliot untuk puisi pada tahun 2002.
  4. If Not, Winter: Fragments of Sappho
    If Not, Winter: Fragments of Sappho by Sappho | Goodreads
    Pada buku ini, Anne Carson menerjemahkan sebagian karya-karya Sappho, seorang penyair Yunani. Salah satu keutamaan buku ini adalah bagaimana Anne Carson menerjemahkan karya-karya Sappho yang tidak lengkap dan tidak menambah-nambahkannya untuk membuat sebuah karya yang sekiranya utuh. Hal ini membuat pembaca dapat mengeksplorasi karya ini seperti bagaimana puisi-puisi tersebut ditemukan, dan membiarkan pembaca menerka-nerka kekosongannya sendiri.  
  5. Men in the Off Hours
    Men in the Off Hours: By the Winner of the Nobel Prize in Literature by  Anne Carson | Goodreads
    Ia menerbitkan Men in the Off Hours pada tahun 2000, yang mana di dalamnya terdapat koleksi puisi, prosa, dan refleksi terhadap figur-figur sejarah dan sastra, seperti Emily Dickinson. Karya ini juga memenangkan Griffin Poetry Prize pada tahun 2001, yang menunjukkan kecakapannya dalam menulis puisi, prosa, dan kritik sastra dengan berbagai penghargaan yang ia miliki. 


Memenangi Penghargaan Nobel, Bersaing Dengan Sastrawan Lainnya

Pada nyatanya, nominasi hadiah Nobel selalu dirahasiakan hingga 50 tahun telah berlalu, sehingga kita tidak akan tahu siapa yang dinominasikan bersama Anne Carson. Namun, ada beberapa perkiraan terhadap nominasi Hadiah Sastra Nobel tahun ini. 


Selain Anne Carson, nama Can Xue juga termasuk dalam perkiraan sastrawan yang akan memenangkan hadiah ini. Nama-nama terkenal seperti Haruki Murakami dan Margaret Atwood juga sempat digadang-gadang untuk menjadi pemenang. 


Namun, Anne Carson tetap memenangkan hadiah ini atas ide-ide inovatif dan berani miliknya. Dari pemenangan hadiah ini, pembaca juga bisa mengeksplorasi karya-karya Anne Carson lebih jauh.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Tiga Karya Psikologi dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ Siap Menyapa Pembaca Malaysia
06 October 2026

Tiga Karya Psikologi dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ Siap Menyapa Pembaca Malaysia

Jakarta, 2 Oktober 2026 – Memperkuat sinergi literasi antarnegara di Asia Tenggara, Gramedia International bekerjasama dengan Gramedia Pustaka Utama (GPU) dan penerbit asal Malaysia, The Biblio Press, secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan tiga karya tulisan psikiater dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ di pasar Malaysia. Momen penting ini dirayakan melalui sesi diskusi bertajuk "Setelah Mencuci Pinggan, Mari Menanam Tembikai dan Membuka Topeng di Malaysia" yang digelar pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Main Stage IIBF, Assembly Hall JICC Jakarta.  

Diskusi tersebut menghadirkan jajaran narasumber kunci, di antaranya dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ (Penulis), Nadira Yasmine (Editor Gramedia Pustaka Utama), Ain Ahmad Lutfi (Penerjemah), dan Kiridaren Jayakumar (CEO The Biblio Press Malaysia), dengan Audry Juana sebagai MC & Moderator. 

Inisiatif lisensi dan penerjemahan ini berawal dari hak cipta buku pertama, Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring, yang resmi diakuisisi oleh The Biblio Press pada tahun 2025. Buku versi bahasa Melayu berjudul Seorang Lelaki yang Melalui Kedukaan dengan Mencuci Pinggan sukses meluncur pada Mei 2026 di Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF). Melanjutkan kesuksesan tersebut, dua buku berikutnya yakni Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Tembikai di Kehidupan Berikutnya dan Seorang Anak yang Bersembunyi di Sebalik Topeng Superhero dijadwalkan terbit dalam edisi bahasa Melayu di Selangor International Book Fair mendatang.

Karya-karya dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ dikenal luas berkat kemampuannya mengemas isu kesehatan mental dan psikiatri dengan gaya penceritaan yang dekat, hangat, serta humoris. Buku pertamanya bahkan berhasil meraih penghargaan Book of the Year pada IKAPI Awards 2024. 

Dalam kesempatan ini, dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ menyampaikan kesannya saat pertama kali bertemu langsung dengan pembaca di Malaysia:

"Sangat berkesan dan menyentuh ketika mengetahui bahwa cerita serta refleksi tentang rasa duka dan kesehatan mental dapat beresonansi lintas negara. Pembaca di Malaysia menyambut hangat karya ini. Saya berharap kehadiran edisi terjemahan ini dapat terus menjadi teman bertumbuh, merawat kesadaran diri, serta menemani perjalanan emosional siapa pun yang membacanya, baik di Indonesia maupun Malaysia."

Kiridaren Jayakumar, CEO The Biblio Press Malaysia, mengungkapkan alasan di balik ketertarikan penerbitnya memboyong karya ini ke Malaysia:

"Kami senantiasa mencari karya-karya bermakna dari seluruh dunia untuk disajikan kepada pembaca Malaysia. Tulisan dr. Andreas menghadirkan perspektif kesehatan mental yang terjangkau, relevan, dan sangat manusiawi. Respon positif dari pembaca di Kuala Lumpur International Book Fair 2026 menjadi bukti kuat bahwa tema emosi dan pemulihan diri adalah bahasa yang universal."

Kehadiran trilogi karya dr. Andreas di Malaysia menjadi tonggak penting keberlanjutan pertukaran budaya dan literasi antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus mengukuhkan komitmen Gramedia International dalam mempromosikan karya-karya terbaik Indonesia ke panggung dunia. 

Gramedia Jadi Salah Satu Brand Paling Dipercaya di Asia
06 October 2026

Gramedia Jadi Salah Satu Brand Paling Dipercaya di Asia

#HappeningToday — Gramedia dilaporkan menjadi salah satu retail terbaik di Asia versi Inside Retail Asia dalam Brand Conviction Index yang dirilis pada Selasa (29/9) lalu. Dalam daftar yang berisi 100 merek paling terpercaya di Asia ini, Gramedia menduduki peringkat 23 se-Asia, menjadikannya salah satu merek dengan peringkat paling tinggi di Indonesia.


Brand Conviction Index, dirilis oleh Inside Retail Asia, berisi 100 merek yang paling terpercaya di Asia menurut konsumen, dengan data yang dilansir dari YouGov BrandIndex. Data yang disajikan terdiri dari 70.000 konsumen selama periode 12 bulan, yang mengukur seberapa banyak konsumen yang membeli, merekomendasikan, dan kembali melakukan pembelian pada brand tersebut. 


Head of News Inside Retail, Robert Stockdill, menyatakan bahwa di tengah banyak dan mahalnya kanal yang bisa dimanfaatkan untuk meraih pembeli, kepercayaan konsumen terhadap brand tidak bisa dibeli. Kepercayaan inilah yang diukur dari Brand Conviction Index. 


Dengan peringkat nomor 23 dari seluruh merek yang hadir di Asia, Gramedia menjadi satu-satunya toko buku yang meraih tempat dalam indeks ini. Gramedia telah mencapai posisi ini berkat nama yang kuat dan kepercayaan tinggi di antara konsumen terhadap toko buku Gramedia. Pencapaian ini menunjukkan kuatnya posisi Gramedia sebagai salah satu brand retail yang dipercaya konsumen di Indonesia. 


Gramedia juga terus hadir dengan konsep yang merangkul komunitas dan generasi baru. Dengan Gramedia Jalma, Gramedia turut memberi ruang berliterasi dan berkomunitas yang terfokus kepada hubungan manusia dengan buku, menjadikannya tempat di mana ide dapat lahir dan dikembangkan dalam ruang lingkup Gramedia. 


Sejak 1970, Gramedia telah berkomitmen untuk berkontribusi pada pendidikan dan literasi masyarakat Indonesia. Saat ini Gramedia memiliki 150 toko di seluruh Indonesia, memperluas akses masyarakat terhadap literasi dan ilmu pengetahuan. Dengan kepercayaan konsumen yang tinggi, Gramedia memfasilitasi penyebaran informasi dan pengetahuan untuk terus mencerdaskan kehidupan bangsa. 


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Gramedia Hadirkan Dua Buku Anak Islami Asal Inggris di IIBF 2026: Tumbuhkan Nilai Keimanan Lewat Literasi
06 October 2026

Gramedia Hadirkan Dua Buku Anak Islami Asal Inggris di IIBF 2026: Tumbuhkan Nilai Keimanan Lewat Literasi

Jakarta, 2 Oktober 2026 – Gramedia melalui imprint Qanza (Grasindo) resmi meluncurkan dua buku anak islami populer asal Inggris berjudul LIKE & FOLLOW: Kisah Seru Para Nabi bersama Zayd & Hana serta Jika Anggota Tubuh Bisa Berbicara. Peluncuran kedua buku terjamahan ini digelar dalam acara bertajuk “Stories That Shape Little Hearts: Growing Faith Through Children's Literature” di Lobby Stage, pada acara Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026, Assembly Hall JICC Jakarta, Jumat (2/10).

Kedua buku ini merupakan hasil kolaborasi imprint Qanza, penerbit Little Hibba, dan Water Lily. Kehadiran kedua buku ini diharapkan dapat memberikan warna buku baru dalam literasi anak di Indonesia melalui penyampaian nilai-nilai keimanan, moral, dan ajaran Islam yang dikemas secara interaktif, modern, serta relevan bagi anak-anak usia dini. 

Buku LIKE & FOLLOW: Kisah Seru Para Nabi bersama Zayd & Hana (karya Layla Rose Mustafa) mengajak anak-anak meneladani kisah para nabi lewat pendekatan gaya bahasa yang ceria dan dekat dengan keseharian anak masa kini. Sementara itu, Jika Anggota Tubuh Bisa Berbicara (karya Negar J.) mengenalkan konsep empati, rasa syukur, serta tanggung jawab atas tindakan sehari-hari lewat ilustrasi dan analogi yang imajinatif.

Founder Little Hibba, Sajeda Faraz, menyampaikan kebanggaannya atas sambutan hangat dari pembaca cilik di Indonesia.  

"Sejak mendirikan Little Hibba pada 2020, fokus utama kami adalah menghadirkan representasi keluarga Muslim yang autentik dan hangat dalam literasi anak. Kami sangat senang dan terharu bisa membawa karya-karya ini ke Indonesia bersama Gramedia," ujar Sajeda Faraz, Founder Little Hibba.  

Dari sisi pengembangan konten dan kebutuhan pembaca lokal, Editor Departemen Buku Anak Gramedia (imprint Qanza), Fadilatul Rahma, menyoroti pentingnya menyajikan literasi Islam yang adaptif namun tetap menjaga keautentikan naskah aslinya.  

"Anak-anak hari ini membutuhkan pendekatan bercerita yang dinamis dan dekat dengan dunia mereka. Melalui imprint Qanza, kami berkomitmen menyajikan bacaan islami yang tidak hanya mengedukasi secara nilai akademis atau spiritual, tetapi juga membangun karakter.” tutur Fadilatul Rahma.   

International Project Manager Water Lily Literary sekaligus Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional IKAPI, Wedha Stratesti Yudha, menambahkan bahwa kolaborasi lintas negara ini menjadi jembatan penting dalam memperkaya ragam literasi anak bernuansa islami di tanah air.  

"Sinergi antara Little Hibba, Water Lily Literary, dan Gramedia merupakan langkah nyata untuk menghubungkan karya-karya literasi anak islami berkualitas internasional dengan pembaca di Indonesia. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan membuka lebih banyak ruang pertukaran budaya serta literasi bernilai positif bagi generasi muda," ungkap Wedha Stratesti Yudha.

Acara peluncuran buku di IIBF 2026 ini dipandu oleh MC & Moderator Idha Umama dan ditutup secara simbolis dengan penyerahan serta penandatanganan mockup buku berbentuk kanvas oleh Sajeda Faraz dan Fadilatul Rahma. Kedua buku ini kini telah tersedia di seluruh jaringan Toko Gramedia dan platform e-commerce resmi Gramedia.

Melaju Bersama Buku, Gramedia hadirkan Baca Bareng bersama LRT Jakarta dalam momentum Bulan Literasi Nasional
06 October 2026

Melaju Bersama Buku, Gramedia hadirkan Baca Bareng bersama LRT Jakarta dalam momentum Bulan Literasi Nasional

Jakarta, 3 Oktober 2026 - Bulan Literasi Nasional menjadi momentum bagi Gramedia bersama dengan LRT Jakarta menghadirkan kegiatan Baca Bareng bertajuk “Melaju Bersama Buku’’ pada Sabtu, (3/10) pukul 09.00 - 13.00 WIB di LRT Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari perjalanan sehari-hari melalui perjalanan literasi menggunakan LRT Jakarta yang dilengkapi berbagai aktivitas interaktif dengan sesi utama Meet the Author bersama Naela Ali. 

Kegiatan ini mengajak peserta untuk mengikuti perjalanan literasi menggunakan LRT Jakarta mulai dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Velodrome. Rangkaian acara dimulai dengan sesi Silent Reading yang mengajak peserta untuk membaca buku dalam satu gerbong LRT tanpa distraksi sambil menikmati pemandangan kota, dilanjut dengan aktivitas interaktif seperti Stamp Hunt dan Color Book Cover Hunt pada setiap titik Stasiun LRT Jakarta.

Para peserta Baca Bareng bersama LRT Jakarta dalam sesi Silent Reading (3/10/2026).

Melengkapi kegiatan Baca Bareng di LRT, terdapat sesi utama berupa Meet the Author bersama Naela Ali unt uk berbagi pengalaman mengenai proses kreatif di balik lahirnya sebuah buku dan ditutup dengan sesi Fun Drawing yang mana mengajak peserta untuk mengembangkan gambar melalui perspektif yang berbeda.

Para Peserta dalam Sesi Fun Drawing (3/10/2026).

Public Relations Manager Gramedia, Rezza Patria Wibowo, menyampaikan bahwa melalui Baca Bareng di LRT ini dapat meningkatkan minat baca masyarakat melalui pengalaman yang menyenangkan melalui kolaborasi ini.

“Melalui kolaborasi Gramedia dalam Baca Bareng bersama LRT Jakarta, kami ingin turut meningkatkan minat baca masyarakat. Kami percaya bahwa menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan dapat mendorong masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai bagian dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rezza Patria Wibowo. 

Sejalan dengan hal tersebut, Naela Ali Penulis Buku Still Walking & Ilustrator menyampaikan bahwa menghadirkan pengalaman literasi di ruang publik menjadi langkah awal yang baik untuk membangkitkan gaya hidup membaca bagi masyarakat. 

“Membaca itu nggak harus selalu di tempat yang serius. Menghadirkan pengalaman literasi di ruang publik seperti LRT Jakarta ini menurutku langkah awal yang bisa kita mulao. Ketika membaca jadi terasa menyenangkan dan dekat dengan keseharian, orang-orang akan lebih tergerak untuk menjadikan membaca sebagai lifestyle baru kita”.

Sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi bersama LRT Jakarta, Gramedia menyerahkan buku senilai 15 juta untuk Pojok Baca LRT Jakarta. Melalui penyerahan buku ini, diharapkan pengguna LRT dapat memanfaatkan dan menemukan bacaan untuk menemani di tengah aktivitas perjalanan mereka.

.

Penyerahan Donasi Buku dari Gramedia untuk Pojok Baca LRT Jakarta (3/10/2026).

Baca Bareng di LRT Jakarta ini menjadi bagian dari upaya kolaborasi Gramedia dan LRT Jakarta dalam membangun budaya literasi dengan menghadirkan pengalaman literasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat dan menginspirasi masyarakat dalam memperkuat #GayaHidupMembaca.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan Baca Bareng lainnya, dapat diikuti melalui akan instagram resmi @gwrf.id.