Innovation, Transformed.

Bersama Gramedia, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang cemerlang.

Who we are?

Gramedia berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau kerap dikenal menjadi Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group.
56 Tahun
#TumbuhBermakna
3513 Pegawai
Di seluruh Indonesia
1700+ Buku
Tercetak di Indonesia selama tahun 2024
1000+ Events
Berhasil dilaksanakan
Temukan kisah dan perjalanan kami disini!

Terus berkembang melampaui batas, membentuk masa depan yang lebih cerah melalui brand.

PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group yang berfokus pada bisnis ritel dengan buku, alat tulis, produk non-books sebagai produk utamanya. Selain itu, Gramedia juga bergerak di bidang pendidikan untuk kemajuan pengetahuan di nusantara.
Pelajari lebih lanjut tentang brand

Testimonials

Apa kata mereka tentang Gramedia?
Dr. Andreas
“Senang bisa collab dengan Penerbit Gramedia, karena bisa nerima ide-ide yang unik dari penulisnya!”
Dr. Andreas, Penulis
Brian Khrisna
“Sejak kecil, saya suka banget dateng ke Gramedia dan saya termotivasi kalo suatu saat buku saya harus ada di Gramedia, dan akhirnya bisa nerbitin buku di Gramedia.”
Brian Khrisna, Penulis
Yoyok
“Promexx sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia lebih dari 20 tahun, dan selama menjalin kemitraan kedua belah pihak mendapat benefit yang bagus.”
Yoyok, Mitra Gramedia

Latest updates

See all
Hari Buku Nasional 17 Mei: Sejarah, Fakta Literasi Indonesia, dan Cara Merayakannya!
17 May 2026

Hari Buku Nasional 17 Mei: Sejarah, Fakta Literasi Indonesia, dan Cara Merayakannya!

#HappeningToday — Grameds, setiap tahunnya tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional atau Harbuknas. Tapi tahukah kamu, peringatan ini tidak lahir dari semangat semata? Momen ini lahir dari keprihatinan kondisi literasi Indonesia yang, bahkan hingga kini, masih menjadi pekerjaan rumah bersama kita semua?

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, Hari Buku Nasional juga menjadi ajakan untuk kembali dekat dengan buku dan membangun kebiasaan membaca dalam kehidupan sehari-hari.


Sejarah Hari Buku Nasional

Hari Buku Nasional diperingati sejak 17 Mei 2002 di Indonesia oleh Menteri Pendidikan Nasional saat itu, Abdul Malik Fadjar pada Kabinet Gotong Royong era Presiden Megawati Soekarnoputri. Pemilihan tanggal 17 Mei bukanlah kebetulan — tanggal ini bertepatan dengan dua momen penting dalam sejarah literasi nasional:

  • 17 Mei 1980 — Hari berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI)
  • 17 Mei 1950 — Hari berdirinya Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI)

Kehadiran Hari Buku Nasional diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat serta memperluas akses terhadap buku dan literasi di Indonesia.

Sejak pertama kali diperingati, Hari Buku Nasional menjadi salah satu momen yang identik dengan berbagai kegiatan literasi, mulai dari membaca bersama, donasi buku, hingga kampanye membaca di berbagai daerah.


Kenapa Hari Buku Nasional Menjadi Penting?

Meskipun saat ini informasi bisa diakses dengan cepat melalui internet, buku tetap memiliki peran penting sebagai sumber pengetahuan dan ruang untuk memahami berbagai sudut pandang secara lebih mendalam.

Membaca buku juga dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, hingga menjadi sarana hiburan dan refleksi diri. Karena itu, keberadaan Hari Buku Nasional masih relevan sebagai pengingat pentingnya budaya membaca di tengah perkembangan zaman.


Begini Cara Merayakan Hari Buku Nasional

Hari Buku Nasional tidak harus dirayakan dengan hal besar. Ada banyak cara sederhana yang bisa dilakukan untuk ikut memeriahkan momen ini, seperti:

  • Membaca buku yang sudah lama ingin diselesaikan
  • Mengunjungi toko buku atau perpustakaan
  • Membagikan rekomendasi buku favorit di media sosial
  • Memberikan buku sebagai hadiah untuk teman atau keluarga
  • Donasi buku ke komunitas atau tempat baca
  • Mulai membiasakan membaca beberapa halaman setiap hari
  • Bergabung dengan komunitas membaca atau diskusi buku

Hal-hal sederhana ini bisa menjadi langkah kecil untuk kembali dekat dengan buku sekaligus membangun kebiasaan membaca secara perlahan.


Buku dan Literasi yang Terus Berkembang

Saat ini, cara menikmati buku juga semakin beragam. Tidak hanya melalui buku fisik, banyak orang mulai mengenal ebook, audiobook, hingga komunitas membaca di media sosial.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa budaya membaca terus berkembang mengikuti zaman. Meski medianya berubah, buku tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan banyak orang.

Grameds, Hari Buku Nasional bukan hanya sekadar peringatan tahunan, tetapi juga momen untuk kembali mengingat bahwa kebiasaan membaca bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang sederhana.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

"Keajaiban Toko Kelontong Namiya" Diadaptasi Jadi Drama Korea, Ini Sinopsis dan Fakta Menariknya?
08 May 2026

"Keajaiban Toko Kelontong Namiya" Diadaptasi Jadi Drama Korea, Ini Sinopsis dan Fakta Menariknya?

#HappeningToday — Novel Jepang Keajaiban Toko Kelontong Namiya karya Keigo Higashino kembali menjadi perbincangan setelah diumumkan akan diadaptasi menjadi drama Korea. Kabar ini langsung menarik perhatian para pembaca terutama karena novel ini dikenal sebagai salah satu karya yang hangat, menyentuh, dan memiliki cerita yang membekas bagi banyak orang.

Novel ini juga berhasil menjadi international bestseller dan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Popularitasnya membuat Keajaiban Toko Kelontong Namiya terus dikenal luas, bahkan bertahun-tahun setelah pertama kali diterbitkan.


Sinopsis Keajaiban Toko Kelontong Namiya

Keajaiban Toko Kelontong Namiya mengikuti kisah tiga pemuda yang bersembunyi di sebuah toko kelontong tua setelah melakukan pencurian. Saat berada di sana, mereka tiba-tiba menerima surat misterius dari seseorang yang meminta nasihat tentang kehidupannya.

Awalnya, surat tersebut terasa aneh dan sulit dipercaya. Namun, mereka kemudian menyadari bahwa surat-surat itu berasal dari masa lalu. Tanpa disadari, ketiganya mulai terlibat dalam perjalanan yang menghubungkan berbagai kehidupan, harapan, dan keputusan seseorang.

Melalui toko kelontong itu, mereka seolah melanjutkan peran pemilik toko sebelumnya yang dikenal sering memberikan nasihat bagi orang-orang yang datang meminta bantuan. Dalam satu malam, pengalaman tersebut perlahan mengubah cara pandang dan kehidupan mereka.


Adaptasi Drama Korea Bikin Penggemar Antusias

Kabar adaptasi drama Korea ini membuat banyak pembaca penasaran bagaimana suasana dan emosi dalam novel akan diterjemahkan ke versi visual. Serial ini juga akan dibintangi sejumlah aktor ternama Korea Selatan, seperti Ryu Seung Ryong, Kim Hye Yoon, Moon Sang Min, dan Lee Chae Min.


 

Sumber: Intagram @ryuseungryong_, @hye_yoon1110, @_sangmxn_, @l.c.m___


Dengan cerita yang kuat dan penuh emosi, banyak yang berharap adaptasi ini tetap mampu mempertahankan nuansa hangat yang menjadi ciri khas novelnya.


Kenapa Novel Ini Menarik?

Salah satu hal yang membuat Keajaiban Toko Kelontong Namiya begitu disukai adalah cara ceritanya menyampaikan pesan kehidupan dengan hangat dan tidak terasa menggurui.

Meskipun mengangkat unsur misteri dan perjalanan waktu, fokus utama novel ini tetap berada pada emosi dan kehidupan para karakternya. Setiap cerita terasa saling berkaitan dan perlahan membentuk gambaran yang utuh di akhir cerita.

Selain itu, gaya penulisan Keigo Higashino juga membuat cerita ini mudah diikuti, bahkan bagi pembaca yang baru mulai membaca novel Jepang. Tidak heran jika novel ini berhasil menjadi international bestseller dan masih terus menarik perhatian hingga sekarang.

Bagi Grameds yang menyukai cerita hangat, emosional, dan penuh makna, Keajaiban Toko Kelontong Namiya bisa menjadi salah satu novel yang menarik untuk dibaca.


 

Keajaiban Toko Kelontong Namiya — Keigo Higashino


Grameds, adaptasi drama Korea ini tentu membuat novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya kembali menarik perhatian banyak orang. Namun, sebelum menyaksikan versi visualnya, membaca novelnya terlebih dahulu bisa menjadi pengalaman yang berbeda untuk menikmati setiap emosi dan pesan hangat yang disampaikan dalam cerita ini.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

"Agensi Rumah Tangga" Dipenuhi Nama Besar! Adaptasi Novel Karya Almira Bastari Ini Semakin Dinanti
07 May 2026

"Agensi Rumah Tangga" Dipenuhi Nama Besar! Adaptasi Novel Karya Almira Bastari Ini Semakin Dinanti

#HappeningToday — Grameds, kabar mengenai adaptasi novel Agensi Rumah Tangga karya Almira Bastari semakin menarik perhatian. Setelah dikenal luas lewat versi bukunya, cerita ini akan segera hadir dalam bentuk visual dengan melibatkan sejumlah nama besar di industri hiburan.

Penulis yang juga dikenal lewat karya populernya Home Sweet Loan ini kembali menghadirkan cerita yang dekat dengan keseharian. Adaptasi ini menjadi salah satu langkah menarik dalam membawa cerita tersebut ke layar lebar, dengan karakter yang kuat dan cerita yang relevan sehingga banyak yang penasaran bagaimana kisah ini akan dihadirkan dalam versi visual.


Sinopsis Agensi Rumah Tangga

Agensi Rumah Tangga bercerita tentang kehidupan Katia, seorang perempuan yang harus menghadapi perubahan besar dalam hidupnya setelah kehilangan pekerjaan. Dalam situasi tersebut, Katia mengambil langkah berani dengan menjadikan rumahnya sebagai yayasan penyalur ART, bernama Agensi Rumah Tangga. 

Dari situ, Katia bertemu dengan berbagai karakter dengan latar belakang yang berbeda dan menghadirkan dinamika serta sudut pandang baru tentang kehidupan. Hingga suatu titik, katia bertemu dengan Kafka, sosok yang membawa warna tersendiri dalam jalan ceritanya.


Dipenuhi Deretan Nama Besar

Salah satu hal yang menarik dari adaptasi ini adalah keterlibatan aktor dan aktris ternama. Beberapa nama yang telah diumumkan diantaranya adalah Enzy Storia sebagai pemeran utama, serta Afgansyah Reza, Yunita Siregar, dan Ardit Erwandha, dan sejumlah pemain lainnya yang turut meramaikan film ini.

Sumber: instagram @filmagensirumahtangga


Kehadiran para pemain ini diharapkan mampu menghidupkan karakter-karakter dalam cerita, sekaligus memberikan interpretasi baru yang tetap selaras dengan versi bukunya.


Cerita yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Agensi Rumah Tangga mengangkat kisah yang terasa dekat dengan realita, mulai dari relasi, pekerjaan, hingga dinamika kehidupan yang sering kali terlihat sederhana, tetapi memiliki makna yang lebih dalam.

Bagi Grameds yang menyukai cerita ringan, Agensi Rumah Tangga bisa menjadi salah satu novel yang menarik untuk dibaca karena mudah dinikmati sekaligus tetap relevan dengan pengalaman sehari-hari.


 

Agensi Rumah Tangga — Almira Bastari


Grameds, hadirnya adaptasi ini juga menunjukkan bagaimana cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari semakin mendapat ruang untuk diangkat ke medium yang lebih luas. Dengan kombinasi cerita yang kuat dan keterlibatan nama-nama besar, adaptasi ini menjadi salah satu yang menarik untuk diikuti.

Jadi, Grameds, apakah kamu sudah siap menyaksikan kisah ini dalam versi layar lebar


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Apa Itu Literasi? Jenis-Jenis Literasi dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari
06 May 2026

Apa Itu Literasi? Jenis-Jenis Literasi dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

#LiterasiAsik — Grameds, literasi itu ada di sekitar kita, bukan hanya di buku. Dalam keseharian, kita sebenarnya terus menggunakan kemampuan literasi, meskipun sering kali tidak disadari.

Mulai dari memahami rambu lalu lintas, membaca informasi di media sosial, hingga mengikuti instruksi sederhana semuanya melibatkan kemampuan untuk memahami dan menafsirkan informasi. Hal-hal yang terlihat sepele ini menunjukkan bahwa literasi tidak hanya hadir saat kita membaca buku, tetapi juga dalam berbagai aktivitas sehari-hari.


Apa Itu Literasi?

Literasi adalah kemampuan seseorang untuk memahami, mengolah, dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk, baik teks, angka, maupun media lainnya untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Sering kali, literasi dipahami sebatas kemampuan membaca dan menulis. Padahal, literasi memiliki makna yang lebih luas. Literasi berkaitan dengan kecakapan teknis dan sosial untuk menganalisis informasi, memecahkan masalah, hingga berkomunikasi di era digital.

Misalnya, saat menonton berita, kita tidak hanya menerima informasi, tetapi juga perlu memahami konteks dan menilai kebenarannya. Begitu pula ketika melihat angka atau data, kita perlu menafsirkannya agar dapat mengambil keputusan yang tepat.


Jenis-Jenis Literasi

Mengutip dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dalam kehidupan sehari-hari literasi hadir dalam berbagai bentuk yang saling berkaitan dan digunakan dalam berbagai situasi, di antaranya:


1. Literasi Baca Tulis 
Literasi baca tulis merupakan kemampuan dasar untuk membaca, menulis, memahami, serta mengolah informasi dalam bentuk teks. 

Kemampuan ini tidak hanya membantu dalam memahami materi pembelajaran, tetapi juga dalam menyampaikan gagasan, berkomunikasi, serta mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh: membaca artikel, menulis pesan, atau memahami isi buku.


2. Literasi Numerasi 
Literasi numerasi berkaitan dengan kemampuan memahami dan menggunakan angka atau data. 

Tidak hanya sebatas berhitung, tetapi juga mencakup kemampuan membaca grafik, memahami persentase, serta menafsirkan informasi berbasis angka untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat.

Contoh: membandingkan diskon saat belanja atau mengatur anggaran bulanan.


3. Literasi Sains 
Literasi sains adalah kemampuan memahami konsep dan informasi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, seperti kesehatan, lingkungan, dan fenomena alam. 

Dengan literasi ini, seseorang dapat lebih bijak dalam memahami isu-isu ilmiah dan mengambil keputusan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Contoh: memahami informasi tentang pola hidup sehat atau dampak perubahan iklim. 


4. Literasi Digital 
Literasi digital merupakan kemampuan dalam memahami, menggunakan, serta menyaring informasi yang diperoleh melalui media digital. 

Kemampuan ini penting untuk membantu seseorang dalam memilah informasi yang valid, menghindari hoaks, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Contoh: mengecek kebenaran berita sebelum membagikannya di media sosial untuk terhindar dari hoax.


5. Literasi Finansial 
Literasi finansial berkaitan dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak, seperti mengatur pengeluaran, menabung, hingga memahami risiko dalam keputusan finansial. 

Literasi ini membantu seseorang untuk membuat perencanaan keuangan yang lebih baik, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Contoh: menabung, membuat anggaran, atau memahami risiko dalam berinvestasi. 


6. Literasi Budaya dan Kewargaan 
Literasi budaya dan kewargaan adalah kemampuan memahami nilai, norma, serta keberagaman dalam masyarakat. 

Literasi ini juga mencakup kesadaran untuk berperan aktif sebagai warga negara, menghargai perbedaan, serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial secara bertanggung jawab.

Contoh: menghargai perbedaan budaya dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial. 


Contoh Literasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh sederhana penerapan literasi dalam aktivitas sehari-hari:

  • Membaca rambu lalu lintas sebelum berkendara
  • Menyaring informasi atau berita di media sosial
  • Membandingkan harga dan diskon saat berbelanja
  • Mengatur pengeluaran bulanan
  • Memahami informasi kesehatan dari berbagai sumber
  • Hal-hal sederhana ini menunjukkan bahwa literasi sebenarnya selalu kita gunakan, meskipun sering tidak disadari.

Kenapa Literasi Penting?

Literasi membantu seseorang untuk memahami informasi dengan lebih baik, berpikir secara kritis, serta mengambil keputusan yang tepat. Tanpa literasi yang cukup, seseorang akan lebih mudah menerima informasi tanpa mempertimbangkan kebenarannya.

Di tengah arus informasi yang semakin cepat, kemampuan literasi menjadi semakin penting. Tidak semua informasi yang diterima dapat langsung dipercaya, sehingga diperlukan kemampuan untuk memahami dan menyaringnya dengan bijak.

Grameds, literasi tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Membiasakan diri untuk memahami informasi dengan lebih teliti, membaca dengan lebih sadar, hingga berpikir sebelum mengambil keputusan juga merupakan bagian dari literasi.

Karena pada akhirnya, literasi bukan hanya tentang apa yang kita baca, tetapi bagaimana kita memahami dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Launching “Nayan dan Misteri Warna”, Sebuah Buku Edukasi Seputar Buta Warna pada Anak melalui Cerita Menarik dan Inspiratif
04 May 2026

Launching “Nayan dan Misteri Warna”, Sebuah Buku Edukasi Seputar Buta Warna pada Anak melalui Cerita Menarik dan Inspiratif

Bandung, 2 Mei 2026 — RS Mata Cicendo bersama Gramedia menghadirkan kegiatan literasi edukatif melalui peluncuran buku “NAYAN dan Misteri Warna” yang ditulis oleh Dr. dr. Antonia Kartika, SpM(K), M.Kes dan Dr. dr. Aaron Tigor Sihombing, Sp.U(K), diselenggarakan di Gramedia Trans Studio Bandung.  Acara ini menjadi wadah edukasi bagi anak dan orang tua untuk lebih memahami gangguan penglihatan warna atau buta warna sejak dini. 

Buku “NAYAN dan Misteri Warna” mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan anak, dengan pendekatan yang ringan dan menyenangkan dalam memperkenalkan konsep perbedaan persepsi warna. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang tepat dan menyenangkan sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan mata sejak usia dini. 

Sebagai rangkaian acara, akan diselenggarakan lomba mewarnai untuk anak-anak dengan dua kategori, yaitu Kategori A untuk tingkat TK A–TK B dan Kategori B untuk siswa kelas 1–3 SD. Peserta yang telah mendaftar akan mendapatkan crayon 12 warna, snack box, kertas siap warna, serta berkesempatan mengikuti kegiatan launching buku dan talkshow mengenai kesehatan mata.  Selain itu, peserta juga akan mendapatkan voucher kacamata dan voucher pemeriksaan tes buta warna. 

Talkshow Kesehatan Mata mengangkat topik “Gangguan Penglihatan Warna/Buta Warna pada Anak”, yang  menghadirkan narasumber Dr. dr. Antonia Kartika, SpM(K)., M.Kes.  Melalui talkshow ini, orang tua dan anak diharapkan dapat memperoleh edukasi serta pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan khususnya warna/buta warna pada anak. 

Dengan kolaborasi ini, RS Mata Cicendo dan Gramedia berkomitmen untuk terus menghadirkan program literasi yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.