Innovation, Transformed.

Bersama Gramedia, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang cemerlang.

Who we are?

Gramedia berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau kerap dikenal menjadi Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group.
56 Tahun
#TumbuhBermakna
3513 Pegawai
Di seluruh Indonesia
1700+ Buku
Tercetak di Indonesia selama tahun 2024
1000+ Events
Berhasil dilaksanakan
Temukan kisah dan perjalanan kami disini!

Terus berkembang melampaui batas, membentuk masa depan yang lebih cerah melalui brand.

PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group yang berfokus pada bisnis ritel dengan buku, alat tulis, produk non-books sebagai produk utamanya. Selain itu, Gramedia juga bergerak di bidang pendidikan untuk kemajuan pengetahuan di nusantara.
Pelajari lebih lanjut tentang brand

Testimonials

Apa kata mereka tentang Gramedia?
Dr. Andreas
“Senang bisa collab dengan Penerbit Gramedia, karena bisa nerima ide-ide yang unik dari penulisnya!”
Dr. Andreas, Penulis
Brian Khrisna
“Sejak kecil, saya suka banget dateng ke Gramedia dan saya termotivasi kalo suatu saat buku saya harus ada di Gramedia, dan akhirnya bisa nerbitin buku di Gramedia.”
Brian Khrisna, Penulis
Yoyok
“Promexx sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia lebih dari 20 tahun, dan selama menjalin kemitraan kedua belah pihak mendapat benefit yang bagus.”
Yoyok, Mitra Gramedia

Latest updates

See all
Bersama Grind Theory, Theo Derick Bahas Realita Anak Muda di Tengah Tekanan Ekonomi
29 May 2026

Bersama Grind Theory, Theo Derick Bahas Realita Anak Muda di Tengah Tekanan Ekonomi

#AuthorSpotlight — Grameds, belakangan banyak anak muda merasa semakin sulit mengejar stabilitas finansial di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Harga kebutuhan meningkat, persaingan kerja semakin ketat, sementara media sosial dipenuhi konten tentang kesuksesan instan, gaya hidup mewah, hingga motivasi cepat kaya.


Theo Derick Angkat Perjalanan Bertahan dan Bertumbuh Lewat Buku From Zero to Survive 

Melalui buku From Zero to Survive, Theo Derick memberikan pengalaman bertahan dan berkembang dari kondisi hidup yang tidak ideal. Buku ini membahas perjalanan membangun hidup, networking, personal branding, hingga pondasi keuangan dengan pendekatan yang realistis dan dekat dengan kehidupan generasi muda.

Tidak hanya berisi motivasi, buku ini juga menghadirkan berbagai pembahasan praktis yang dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari pentingnya membangun networking, personal branding, pola pikir, hingga fondasi keuangan yang lebih sehat dan realistis. Dengan gaya penyampaian yang ringan dan relevan, Theo mencoba menunjukkan bahwa proses bertumbuh tidak selalu instan, tetapi tetap bisa dijalani secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing. 

From Zero to Survive: Seni Menang dalam Hidup dengan Realistis — Theo Derick


Berangkat dari keresahan dan realita yang juga dibahas dalam buku From Zero to Survive, penulis sekaligus entrepreneur Theo Derick bersama Grind Theory mengajak anak muda melihat kembali cara mereka memandang kesuksesan, tekanan sosial, hingga proses bertahan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu saat ini. . 

Melalui forum diskusi bersama Gramedia dan Penerbit Elex Media Komputindo, Theo Derick membahas berbagai fenomena yang dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari tekanan akibat media sosial, budaya flexing, hingga pentingnya membangun pola pikir dan kemampuan yang relevan agar tetap bisa berkembang secara realistis di era digital. 


Anak Muda dan Tekanan di Era Media Sosial

Theo Derick menyampaikan bahwa anak muda saat ini sebenarnya tidak kekurangan informasi. Namun, yang sering menjadi masalah adalah sulitnya menemukan informasi yang benar-benar relevan dan realistis dengan kondisi di lapangan.

Menurutnya, media sosial sering membuat banyak orang merasa tertinggal karena terus melihat standar kesuksesan yang tidak realistis. Tidak sedikit anak muda akhirnya merasa gagal hanya karena belum mencapai pencapaian tertentu di usia muda.


Deddy Corbuzier Soroti Fenomena “Jual Mimpi”

Dalam sesi press conference Grind Theory yang berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, Deddy Corbuzier juga menyinggung keresahannya terhadap banyaknya konten yang dianggap menjual mimpi tanpa menunjukkan proses dan realita perjuangan sebenarnya.

Sesi press conference Grind Theory (23/05/26)

Menurutnya, terlalu banyak orang akhirnya hidup dalam tekanan karena terus membandingkan hidup mereka dengan pencapaian orang lain di media sosial. Ia juga menekankan bahwa kesuksesan tidak selalu datang secara cepat dan instan.


Affiliate Jadi Salah Satu Peluang di Era Digital

Selain membahas tekanan sosial, Marco Putra turut menyoroti peluang yang masih bisa dimanfaatkan anak muda di era digital, salah satunya melalui affiliate. Menurutnya, affiliate menjadi salah satu peluang dengan modal awal yang relatif rendah dan lebih mudah diakses banyak orang saat ini.

Meski begitu, Marco menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan tentang menjadi cepat kaya, melainkan bagaimana seseorang bisa bertahan, terus belajar, dan berkembang secara realistis sesuai kemampuan masing-masing.


Pentingnya Pola Pikir yang Realistis

Melalui Grind Theory, Theo Derick bersama para pembicara lainnya berharap anak muda bisa lebih fokus membangun skill, kemampuan beradaptasi, dan pola pikir yang realistis di tengah kondisi yang serba tidak pasti saat ini.

Grameds, di tengah banyaknya tekanan dan distraksi di media sosial, memahami proses dan berkembang secara bertahap mungkin menjadi hal yang jauh lebih penting dibanding sekadar terlihat sukses dengan cepat.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Gramedia Rayakan Idul Adha 2026 dengan Semangat Berbagi Kurban di Berbagai Daerah
28 May 2026

Gramedia Rayakan Idul Adha 2026 dengan Semangat Berbagi Kurban di Berbagai Daerah

#HappeningToday — Grameds, Hari Raya Idul Adha bukan hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga waktu untuk mempererat kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama. Pada perayaan Idul Adha 2026, Gramedia melalui sejumlah store di berbagai wilayah Indonesia turut melaksanakan kegiatan kurban sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan ini dilakukan di berbagai kota dengan penyaluran hewan kurban berupa sapi dan kambing yang nantinya dibagikan kepada masyarakat dan pihak yang membutuhkan di sekitar area store.


Store Gramedia dari Berbagai Daerah Turut Berpartisipasi

Tahun ini, terdapat 14 store Gramedia yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan kurban Idul Adha 2026. Beberapa store tersebut berasal dari berbagai wilayah seperti Depok, Lombok, Semarang, Padang, BSD, Balikpapan, Banda Aceh, Medan, Bandung, Surabaya, hingga Jember.

Total hewan kurban yang disalurkan terdiri dari sapi dan kambing dengan jumlah berbeda di setiap store. Beberapa store juga berpartisipasi dengan jumlah hewan kurban lebih banyak sebagai bentuk gotong royong dan kebersamaan antar tim.

"Bagi Gramedia, bertumbuh bersama masyarakat adalah sebuah keharusan. Penyaluran hewan kurban ke lingkungan di sekitar store merupakan wujud komitmen kami dalam menjaga keseimbangan antara operasional bisnis dan tanggung jawab sosial. Harapannya, inisiatif ini membawa manfaat langsung dan mempererat kolaborasi yang sudah terjalin baik selama ini. Kami membagikan 30 ekor kambing dan 2 ekor sapi di 14 titik store Gramedia yang tersebar di Indonesia." ujar Yosef Adityo selaku Corporate Secretary Director Gramedia

Melalui kegiatan ini, Gramedia ingin menghadirkan semangat berbagi yang tidak hanya dirasakan di lingkungan internal, tetapi juga dapat membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.


Tidak Sekadar Berkurban, Tetapi Juga Menjalin Kebersamaan

Pelaksanaan kurban di berbagai store Gramedia juga menjadi momen kebersamaan antara karyawan, lingkungan sekitar, dan masyarakat setempat. Mulai dari proses persiapan hingga penyaluran daging kurban, kegiatan ini dilakukan bersama dengan semangat saling membantu dan berbagi.

Kebersamaan menjadi bagian dari momen kurban Idul Adha tahun ini. 


Idul Adha menjadi pengingat bahwa hal sederhana seperti berbagi makanan dan kepedulian dapat memberikan arti besar bagi orang lain. Karena itu, kegiatan kurban tidak hanya dipandang sebagai rutinitas tahunan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian sosial yang terus dijaga.


Semangat Berbagi yang Terus Dijaga

Melalui kegiatan kurban Idul Adha 2026 ini, Gramedia berharap semangat berbagi, kebersamaan, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Tidak hanya menghadirkan ruang literasi dan inspirasi, Gramedia juga ingin terus berkontribusi melalui berbagai kegiatan sosial yang dekat dengan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Quiet Quitting VS Loud Quitting, Dua Fenomena yang Muncul dari Tekanan Kerja
28 May 2026

Quiet Quitting VS Loud Quitting, Dua Fenomena yang Muncul dari Tekanan Kerja

#CareerSpotlight — Grameds, banyak orang menganggap bertahan diam-diam di pekerjaan yang melelahkan sebagai hal biasa. Namun sekarang, semakin banyak pekerja mulai berani menunjukkan rasa lelah, menjaga batas, bahkan terbuka menyuarakan ketidaknyamanan mereka terhadap lingkungan kerja.

Perubahan ini kemudian melahirkan istilah quiet quitting dan loud quitting yang ramai dibicarakan di media sosial. Keduanya sama-sama muncul dari tekanan kerja, tetapi memiliki cara yang berbeda dalam meresponsnya.


Apa Itu Quiet Quitting?

Quiet quitting bukan berarti resign atau benar-benar berhenti bekerja. Fenomena ini menggambarkan seseorang yang tetap menjalani pekerjaannya karena masih membutuhkan penghasilan, tetapi memilih untuk tidak bekerja melebihi tanggung jawab utama mereka.

Biasanya, orang yang menerapkan quiet quitting mulai menjaga batas agar pekerjaan tidak menguras terlalu banyak energi, waktu, maupun kehidupan pribadi. Mereka tetap bekerja secara profesional, tetapi tidak lagi merasa harus selalu lembur, terus tersedia di luar jam kerja, atau memberikan usaha berlebihan demi pekerjaan.


Apa Itu Loud Quitting?

Berbeda dengan quiet quitting, loud quitting merujuk pada seseorang yang secara terbuka menunjukkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan atau lingkungan kerjanya.

Fenomena ini biasanya terlihat ketika seseorang secara terang-terangan mengungkapkan rasa kecewa terhadap sistem kerja, atasan, budaya perusahaan, hingga alasan mereka memilih resign atau meninggalkan pekerjaan tersebut.

Di media sosial, loud quitting sering muncul dalam bentuk video, unggahan, atau cerita tentang pengalaman negatif selama bekerja.

Bagi sebagian orang, hal ini dianggap sebagai bentuk keberanian untuk menyuarakan pengalaman kerja yang tidak sehat. Namun di sisi lain, loud quitting juga sering memunculkan perdebatan karena dianggap terlalu terbuka atau berisiko memengaruhi citra profesional seseorang.


Kenapa Kesehatan Mental Mulai Jadi Perhatian di Dunia Kerja?

Semakin banyak pekerja mulai menyadari bahwa kesehatan mental memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hidup dan pekerjaan seseorang. Tekanan kerja yang tinggi, tuntutan untuk terus produktif, hingga budaya kerja yang kurang sehat membuat banyak orang mulai merasa mudah lelah dan kehilangan motivasi.

Tidak sedikit pekerja yang mulai mengalami:

  • Stres akibat pekerjaan berlebihan
  • Sulit membagi waktu kerja dan kehidupan pribadi
  • Tekanan untuk selalu terlihat produktif
  • Rasa cemas terhadap pekerjaan
  • Kehilangan waktu istirahat dan relasi sosial

Karena itu, banyak orang mulai lebih memperhatikan work-life balance, waktu istirahat, dan lingkungan kerja yang sehat. Perusahaan juga mulai menyadari bahwa produktivitas tidak selalu berarti bekerja tanpa henti.


Pentingnya Menentukan Batas yang Sehat dalam Pekerjaan

Pada akhirnya, setiap orang memiliki kapasitas dan cara berbeda dalam menghadapi pekerjaan. Karena itu, menentukan batas yang sehat menjadi hal penting agar pekerjaan tidak mengambil seluruh energi dan kehidupan pribadi seseorang.

Menentukan batas bukan berarti tidak profesional atau tidak bertanggung jawab. Justru, menjaga waktu istirahat, memahami kapasitas diri, dan memiliki kehidupan di luar pekerjaan dapat membantu seseorang bekerja dengan lebih sehat dan seimbang.

Grameds, quiet quitting dan loud quitting menunjukkan bahwa cara pandang terhadap dunia kerja terus berubah. Namun di tengah perubahan tersebut, menjaga kesehatan mental dan memahami batas diri tetap menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Semesta Buku 2026 Hadir di Surabaya, Hadirkan Berbagai Aktivitas Kreatif dan Diskon hingga 90%
25 May 2026

Semesta Buku 2026 Hadir di Surabaya, Hadirkan Berbagai Aktivitas Kreatif dan Diskon hingga 90%

Surabaya, 20 Mei 2026,  – Gramedia kembali menghadirkan Semesta Buku 2026 di Surabaya sebagai ruang literasi yang mempertemukan buku, komunitas, dan berbagai aktivitas kreatif dalam satu rangkaian acara. Melalui penyelenggaraannya pada 14 - 24 Mei di Convention Hall Tunjungan Plaza 3, Gramedia ingin menghadirkan pengalaman literasi yang lebih dekat dan interaktif bagi masyarakat dari berbagai kalangan.

Selama acara berlangsung, pengunjung dapat menemukan ribuan judul buku dari berbagai genre dengan penawaran menarik, mulai dari diskon hingga 90% hingga flash sale spesial dengan promo terbatas. Kehadiran beragam pilihan buku ini diharapkan dapat memberikan akses bacaan yang lebih luas sekaligus mendorong minat baca masyarakat.

Tidak hanya menghadirkan bazar buku, Semesta Buku Surabaya juga diramaikan oleh berbagai kegiatan seperti talkshow, workshop penulisan, bedah buku, editor’s clinic berupa sesi coaching langsung bersama editor novel, kumpul komunitas, hingga lomba mewarnai. Rangkaian acara tersebut dirancang untuk memberikan ruang belajar, berdiskusi, dan berjejaring bagi para pengunjung yang memiliki ketertarikan pada dunia literasi dan kreatif.

Beberapa sesi akan menghadirkan penulis jebolan Gramedia Writing Project (GWP), yaitu Altami ND dan Ratna Tiana, yang akan berbagi pengalaman serta proses kreatif mereka dalam menulis dan berkarya. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan motivasi bagi generasi muda untuk mulai berani menulis dan mengembangkan karya mereka sendiri.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Semesta Buku Surabaya juga berkolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur melalui pameran produk kebahasaan dan kesastraan. Selain itu, akan diselenggarakan kegiatan Krida Duta Bahasa bagi Generasi Muda: Lokakarya Penulisan Esai yang berlangsung dalam tiga gelombang pada 18–20 Mei 2026 di area Semesta Buku. Kegiatan ini terbuka bagi siswa SMA, mahasiswa, komunitas literasi, organisasi kampus atau sekolah, anggota karang taruna, hingga masyarakat umum berusia 16–30 tahun.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya untuk menghadirkan ruang literasi yang tidak hanya berfokus pada membaca, tetapi juga mendorong kreativitas, keterampilan menulis, dan pertukaran ide di kalangan generasi muda.

“Melalui penyelenggaraan ini, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya mempertemukan buku dan pembaca, tetapi juga menjadi tempat bertemunya ide, kreativitas, dan kolaborasi antar komunitas. Kami berharap setiap pengunjung dapat membawa pulang pengalaman yang bermakna serta semangat untuk terus membaca dan berkarya,” ujar Melvi selaku Content & Business Development Assistant Manager Gramedia.

Semesta Buku merupakan bagian dari gerakan Nusa Membaca, sebuah inisiatif Gramedia untuk memperluas akses terhadap bacaan berkualitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan rangkaian kegiatan dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @semestabuku_id dan kanal komunikasi resmi Gramedia.

Semesta Buku 2026 Hadir di Makassar dengan Ragam Aktivitas Literasi dan Diskon hingga 90%
25 May 2026

Semesta Buku 2026 Hadir di Makassar dengan Ragam Aktivitas Literasi dan Diskon hingga 90%

Makassar, 20 Mei 2026  – Gramedia kembali menghadirkan Semesta Buku 2026 di Makassar sebagai bagian dari rangkaian festival literasi nasional yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Acara yang berlangsung pada 13 Mei - 1 Juni 2026 di Gramedia Pettarani ini, menjadi ruang literasi yang menggabungkan buku, komunitas, serta berbagai aktivitas kreatif dan edukatif bagi masyarakat. 

Melalui Semesta Buku Bandung, pengunjung dapat menemukan ribuan judul buku dari berbagai genre dengan penawaran harga khusus selama acara berlangsung. Selain menghadirkan pilihan bacaan yang beragam, Semesta Buku juga menjadi ruang interaksi bagi pembaca, penulis, dan komunitas untuk saling berbagi inspirasi dan pengalaman. 

Berbagai aktivitas turut meramaikan penyelenggaraan tahun ini, mulai dari diskusi buku dan karya, silent reading, pelatihan penulisan, bedah buku, hingga kumpul komunitas. Seluruh rangkaian kegiatan disusun untuk menghadirkan pengalaman literasi yang lebih dekat, interaktif, dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga komunitas kreatif. 

Beberapa sesi juga akan dimeriahkan oleh sejumlah tokoh dan penulis dari berbagai bidang, di antaranya Natasha Rizky, Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H. selaku Bupati Maros, Ahmad Arif, Stebby Julionatan, dan Mawan Belgia. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan inspirasi sekaligus memperluas diskusi mengenai literasi, kreativitas, dan dunia kepenulisan.

Tahun ini, Semesta Buku juga berkolaborasi bersama Makassar International Writers Festival (MIWF) dan didukung oleh MTN untuk menghadirkan rangkaian acara literasi yang lebih hangat, inspiratif, dan dekat dengan para pecinta buku. Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah sesi jalan pagi, membaca, dan mengobrol tentang buku serta dunia penulisan yang berkolaborasi dengan editor penerbit Bhuana Sastra dan komunitas Jalan Bareng.


“Melalui penyelenggaraan ini, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya mempertemukan buku dan pembaca, tetapi juga menjadi tempat bertemunya ide, kreativitas, dan kolaborasi antar komunitas. Kami berharap setiap pengunjung dapat membawa pulang pengalaman yang bermakna serta semangat untuk terus membaca dan berkarya,” ujar Melvi selaku Content & Business Development Assistant Manager Gramedia.

Dengan jangkauan yang terus berkembang setiap tahunnya, Semesta Buku diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan penerbit, penulis, pembaca, dan komunitas dalam upaya bersama memperkuat budaya literasi di Indonesia.

Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan rangkaian kegiatan dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @semestabuku_id dan kanal komunikasi resmi Gramedia.