Innovation, Transformed.

Bersama Gramedia, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang cemerlang.

Who we are?

Gramedia berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau kerap dikenal menjadi Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group.
56 Tahun
#TumbuhBermakna
3513 Pegawai
Di seluruh Indonesia
1700+ Buku
Tercetak di Indonesia selama tahun 2024
1000+ Events
Berhasil dilaksanakan
Temukan kisah dan perjalanan kami disini!

Terus berkembang melampaui batas, membentuk masa depan yang lebih cerah melalui brand.

PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group yang berfokus pada bisnis ritel dengan buku, alat tulis, produk non-books sebagai produk utamanya. Selain itu, Gramedia juga bergerak di bidang pendidikan untuk kemajuan pengetahuan di nusantara.
Pelajari lebih lanjut tentang brand

Testimonials

Apa kata mereka tentang Gramedia?
Dr. Andreas
“Senang bisa collab dengan Penerbit Gramedia, karena bisa nerima ide-ide yang unik dari penulisnya!”
Dr. Andreas, Penulis
Brian Khrisna
“Sejak kecil, saya suka banget dateng ke Gramedia dan saya termotivasi kalo suatu saat buku saya harus ada di Gramedia, dan akhirnya bisa nerbitin buku di Gramedia.”
Brian Khrisna, Penulis
Yoyok
“Promexx sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia lebih dari 20 tahun, dan selama menjalin kemitraan kedua belah pihak mendapat benefit yang bagus.”
Yoyok, Mitra Gramedia

Latest updates

See all
Mengenai Dompet Ayah Sepatu Ibu, Novel yang Sedang Difilmkan
07 August 2026

Mengenai Dompet Ayah Sepatu Ibu, Novel yang Sedang Difilmkan

#HappeningToday — Grameds, J.S. Khairen mengabarkan pada Februari lalu bahwa karya J.S. Khairen yang berjudul Dompet Ayah Sepatu Ibu akan diadaptasi ke layar lebar. Novel yang menyentuh hati ini dikabarkan akan ditulis oleh Gina S. Noer dan disutradarai Naya Anindita. Setelah diterbitkan pada tahun 2023, ini tentu merupakan kabar baik bagi pembaca setia J.S. Khairen.


Novel ini telah mencapai cetakan ke-6 pada kurun waktu kurang dari setahun setelah terbit, hingga saat ini mencapai status mega best-seller. Dompet Ayah Sepatu Ibu dikenal sebagai sebuah cerita pilu mengenai perlawanan sebuah keluarga terhadap kemiskinan.


Dompet Ayah Sepatu Ibu Tentang Apa?

Novel ini menceritakan kisah Zenna dan Asrul, anak dari dua keluarga yang masing-masing tinggal di kaki Gunung Singgalang dan lereng Gunung Merapi. Keduanya dipertemukan karena mengerjakan koran harian di tempat mereka berkuliah. 


Dalam Dompet Ayah Sepatu Ibu, pembaca diajak mengikuti perjalanan Zenna dan Asrul saat mereka berjuang menghadapi berbagai tantangan sekaligus membangun kehidupan bersama. 


Siapa J.S. Khairen?

J.S. Khairen lahir pada 1991 di Sumatera Barat. Sebelum aktif menerbitkan buku, Ia menempuh pendidikan di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan Manajemen. Namun, kemampuannya menulis telah terlatih sejak di bangku sekolah.


Ibu dari J.S. Khairen adalah seorang guru di salah satu MAN di Padang. Frasa ‘Sepatu Ibu’ dari judul buku ini terinspirasi kisah sang ibu. Ibunya memiliki sebuah ikatan emosional dengan sepatu, yang mana ia dijanjikan sebuah sepatu baru oleh ayahnya jika diterima di kampus. Namun, sebelum ibunya sempat menyelesaikan ujian akhir SMA, ayahnya telah meninggal dunia. 


Sejak itu, ibunya selalu menjadi sosok yang memastikan keluarganya memiliki sepatu yang layak. Ibunya juga melakukan hal yang sama kepada murid-murid yang diajarnya. 


Sedang Diadaptasi ke Layar Lebar

J.S. Khairen mengunggah pada akun Instagram-nya bahwa novel ini sedang diproses menjadi film. Dalam post tersebut, terlihat bahwa draft pertama naskah film ini ditulis oleh Gina S. Noer dan Yayu Yuliani. Gina S. Noer sendiri adalah seorang penulis untuk film-film seperti Keluarga Cemara, Dua Garis Biru, dan Bebas. 


J.S. Khairen juga mengabarkan pada Juli lalu bahwa film ini akan disutradarai oleh Naya Anindita. Ia dikenal melalui karya-karyanya sebagai sutradara, termasuk film Komang dan Tunggu Aku Sukses Nanti. Film karyanya juga kerap mengangkat kisah yang menyentuh sisi emosional penonton. Tentunya, kombinasi penulisan Gina S. Noer dan penyutradaraan Naya Anindita menjadikan adaptasi novel ini banyak dinanti.


Rekomendasi Novel J.S. Khairen Lainnya

Sambil menunggu kabar selanjutnya dari film ini, kamu bisa membaca karya-karya J.S. Khairen lainnya yang tidak kalah menarik untuk dibaca. 

  1. Kami (Bukan) Sarjana Kertas
    Dalam Kami (Bukan) Sarjana Kertas, sekelompok mahasiswa berusaha bertahan menghadapi berbagai persoalan di dunia perkuliahan sekaligus mencari masa depan mereka masing-masing.
  2. Melangkah
    Melangkah menceritakan kisah empat mahasiswa dari latar belakang berbeda yang dipertemukan dalam sebuah perjalanan yang membawa mereka menyusuri berbagai tempat di Indonesia dan menghadapi rangkaian misteri.

  3. Kado Terbaik
    Kado terbaikRasyid, seorang anak yang hidup dalam keluarga sederhana, harus menghadapi perubahan besar ketika keluarganya mengalami perpisahan. Kado Terbaik mengikuti perjalanan Rasyid menghadapi kehidupan yang semakin sulit sekaligus menemukan harapan di tengah keadaan tersebut. 
Siapa Guy de Maupassant? Sang Maestro Cerita Pendek Prancis
04 August 2026

Siapa Guy de Maupassant? Sang Maestro Cerita Pendek Prancis

#AuthorSpotlight — Tanggal 5 Agustus merupakan hari kelahiran dari sastrawan Prancis Guy de Maupassant. Maupassant merupakan salah satu sastrawan Prancis yang dikenal luas melalui cerita-cerita pendeknya, termasuk The Necklace


Ia merupakan salah satu murid dan anak didik Gustave Flaubert, sastrawan Prancis yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan sastra Realisme. Karya-karya Maupassant juga banyak terpengaruh dari kondisi sosio-politik pada masa kehidupannya.


Untuk memperingati hari kelahirannya, mari kita mengenal lebih dekat kehidupan Guy de Maupassant dan karya-karyanya. 


Masa Muda Guy de Maupassant di Normandia

Guy de Maupassant lahir di 5 Agustus 1850 di Normandia dengan sebagian keturunan aristokrat. 


Sosok ibunya yang gemar membaca karya klasik, utamanya Shakespeare, menjadi pengaruh besar dalam hidup Maupassant. Ibunya pun memiliki hubungan erat dengan Gustave Flaubert, yang mendorong Maupassant untuk bertemu Flaubert pada masa sekolahnya. Pertemuan Maupassant dengannya menjadi salah satu titik balik kehidupannya. 


Maupassant dan Perang Prancis-Prussia

Perang Prancis-Prusia pecah saat Maupassant sedang berkuliah di Paris. Maupassant yang saat itu berusia 20 tahun menjadi sukarelawan dalam perang tersebut, menyebabkan studinya sementara terhenti. 


Saat ia kembali dari perang, Gustave Flaubert diminta oleh ibunya untuk menjaga Maupassant  di Paris. Pengalamannya saat perang seringkali menjadi latar belakang dari cerita pendeknya. Salah satunya Boule de Suif (The Dumpling), sebuah cerita pendek yang melambungkan namanya di dunia sastra Prancis.


Kisah-kisahnya yang berlatar Perang Prancis-Prusia banyak mendeskripsikan ketidakbergunaan perang dan warga-warga sipil yang menjadi korban. Maupassant menulis tentang bagaimana perang mempengaruhi orang biasa, kelas sosial, moralitas, dan perilaku manusia.


Tema dan Filosofi Karyanya

Karya-karya Guy de Maupassant acapkali diklasifikasi sebagai tulisan realis, menggambarkan kehidupan nyata manusia melalui sudut pandang yang pesimis. Cerita-cerita ini juga jarang diikuti dengan akhir yang bahagia. Gaya penulisan pada karyanya pun banyak terpengaruh dari karya Flaubert.


Warisan Guy de Maupassant dalam Sastra Prancis

Guy de Maupassant meninggal di umur 42 pada Juli 1893. Selama kehidupannya, ia menulis 300 cerita pendek dan 6 cerita novel, di mana The Necklace menjadi karyanya yang paling dikenal. 


Ia juga menjadi pengaruh terhadap Leo Tolstoy dan Friedrich Nietzsche, di mana Tolstoy menulis essay dan Nietzsche mendedikasikan sebuah bagian dalam autobiografinya mengenai Maupassant.


Karya-karya Guy de Maupassant

  1. The Dumpling (Boule de Suif)
    Sekelompok turis dari berbagai latar belakang terpaksa melakukan perjalanan bersama di tengah situasi perang Prancis-Prusia. Di antara mereka, seorang perempuan bernama Boule de Suif menjadi pusat perhatian sekaligus memperlihatkan kemunafikan yang tersembunyi di balik perbedaan kelas sosial.
  2. The Necklace
    Mathilde Loisel merasa bahwa dirinya layak mendapatkan lebih dari kehidupan sederhana yang dimilikinya. Ketika sebuah kesempatan membawanya ke sebuah pesta bergengsi, keinginannya untuk tampil memukau justru membawa kisah ini ke arah yang tidak terduga.
  3. Bel-Ami
    Georges Duroy adalah seorang pemuda miskin yang datang ke Paris untuk memperbaiki kehidupan dan status sosialnya. Berbekal pesonanya, ia mulai menapaki dunia jurnalistik sekaligus mengenal kehidupan kelas atas Paris.


Grameds, kalau kamu penasaran dengan karya Guy de Maupassant, kamu bisa mencari buku seri Little Book World Classic: The Necklace and Other Stories di toko buku Gramedia terdekat di kotamu.

Keigo Higashino Meninggal Dunia, Ini Kilas Balik Kehidupan dan 5 Novel Terbaiknya
30 July 2026

Keigo Higashino Meninggal Dunia, Ini Kilas Balik Kehidupan dan 5 Novel Terbaiknya

#AuthorSpotlight — Dunia sastra internasional baru saja kehilangan penulis legendaris, Keigo Higashino, salah satu penulis yang dikenal dengan karya sarat misteri paling berpengaruh asal Jepang yang meninggalkan banyak sekali karya yang dicintai pembaca luas. Selama lebih dari tiga dekade, karya-karyanya berhasil memikat jutaan pembaca di berbagai negara melalui alur cerita yang penuh teka-teki, karakter yang kompleks, dan plot twist yang sulit untuk ditebak.

Namun, di balik kesuksesan novel-novel seperti The Devotion of Suspect X, Malice, hingga Keajaiban Toko Kelontong Namiya, tahukah kamu bahwa perjalanan hidup Keigo Higashino tidaklah mulus? Sebelum dikenal sebagai penulis legendaris, ia sempat bekerja sebagai insinyur dan mengalami berbagai penolakan sebelum akhirnya berhasil membangun nama sebagai salah satu penulis misteri terbaik di dunia.

Sebagai bentuk penghormatan atas warisan yang ditinggalkannya, mari kita kenang kembali perjalanan hidup Keigo Higashino serta lima novel terbaik yang membuat namanya begitu dicintai para pembaca.



Perjalanan Keigo Higashino Sebelum Menjadi Penulis Terkenal

Meskipun Keigo Higashino memiliki karya-karya yang sekarang dicintai massa, kehidupannya tidak bermula dengan profesi penulis. Keigo Higashino lahir di Osaka, Jepang pada 4 Februari 1958. Memiliki gelar teknik elektro (electrical engineering), ia memulai hidupnya dengan bekerja sebagai insinyur. Kegemarannya dalam menulis juga bermula di masa kuliah.


Dalam beberapa upaya menulis pertamanya, ia mengikuti beberapa kontes kepenulisan dari tahun 1983-1984. Namun, kontes-kontes itu belum berbuah baik untuknya. Baru di tahun 1985 dengan karyanya yang berjudul After School, ia memenangkan penghargaan Edogawa Ranpo yang ke-31. Kemenangan ini yang menjadi titik balik di mana mengubah profesinya dari bidang teknik ke bidang kepenulisan. 


Walaupun begitu, kesuksesan Keigo Higashino sebagai penulis tidak berjalan mulus. Kemenangan ini membuatnya menciptakan beberapa karya yang relatif sukses di tahun 1986 hingga 1988. Namun, karya-karyanya yang diterbitkan di tahun 1989 tidak diterima khalayak luas. Ia juga menerima banyak ulasan negatif yang ditulis tentang karya yang diterbitkan di tahun-tahun setelahnya. 



Kebangkitan Karier Keigo Higashino pada Era 1990-an

Memasuki pertengahan 1990-an, Keigo Higashino kembali menunjukkan konsistensinya sebagai penulis. Salah satu karya penting pada periode ini adalah Malice (1996), yang menjadi bagian dari seri Detective Kaga dan hingga kini dikenal sebagai salah satu novel misteri terbaiknya.

Dua tahun kemudian, ia menerbitkan novel Secret (Naoko) yang mendapat sambutan hangat dan semakin memperkuat reputasinya di dunia sastra Jepang. Novel tersebut kemudian diadaptasi ke layar lebar dan turut mengantarkan Higashino meraih pengakuan yang lebih luas.

Memasuki abad ke-21, nama Keigo Higashino semakin bersinar. Setelah beberapa kali masuk nominasi Naoki Prize, ia akhirnya memenangkan penghargaan bergengsi tersebut pada tahun 2006 melalui novel The Devotion of Suspect X. Novel ini kemudian menjadi salah satu karya paling ikonis dalam kariernya dan membuka jalan bagi popularitasnya di berbagai negara.

Selama bertahun-tahun berikutnya, Higashino terus menghasilkan berbagai novel yang memperoleh penghargaan, diterjemahkan ke banyak bahasa, dan diadaptasi menjadi film maupun serial televisi.

 

Mengapa Novel Keigo Higashino Begitu Populer?

Keigo Higashino dikenal sebagai penulis yang mampu menggabungkan misteri, logika, psikologi, dan drama kemanusiaan dalam satu cerita. Novel-novelnya tidak hanya mengajak pembaca menebak pelaku kejahatan, tetapi juga memahami alasan di balik setiap tindakan para tokohnya.

Berbeda dengan novel misteri pada umumnya, karya Higashino sering kali menghadirkan konflik emosional yang membuat pembaca ikut larut dalam cerita. Tak heran jika banyak novelnya diadaptasi menjadi film, drama televisi, hingga serial di berbagai negara.

Popularitasnya pun melampaui Jepang. Buku-buku Keigo Higashino telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan memiliki jutaan pembaca di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hingga saat ini, karya-karyanya masih menjadi pilihan utama bagi pencinta novel misteri dan thriller psikologis.



Buku-buku Terpopuler Keigo Higashino

  1. Devotion of Suspect X (Kesetiaan Mr. X) 

    Ketika sebuah pembunuhan terjadi, seorang jenius matematika dan seorang fisikawan berbakat terlibat dalam permainan kecerdasan yang penuh teka-teki. Novel ini memadukan misteri, logika, dan emosi dalam salah satu karya paling ikonis Keigo Higashino.

  2. The Newcomer - Pembunuhan di Nihonbashi

    Detektif Kaga ditugaskan menyelidiki sebuah kasus pembunuhan di kawasan Nihonbashi, Tokyo. Di balik penyelidikan tersebut, ia perlahan mengenal kehidupan dan rahasia orang-orang yang tinggal di lingkungan itu.

  3. Malice - Catatan Pembunuhan Sang Novelis

    Kematian seorang novelis terkenal membawa Detektif Kaga pada penyelidikan yang penuh teka-teki. Alih-alih hanya mencari pelaku, kisah ini juga mengajak pembaca memahami sisi psikologis di balik sebuah kejahatan.

  4. Rumus Kebenaran Musim Panas: A Midsummer`s Equation

    Saat berkunjung ke sebuah kota pesisir, fisikawan Yukawa tanpa sengaja terlibat dalam penyelidikan sebuah insiden yang mengguncang warga setempat. Novel ini memadukan misteri dengan tema keluarga, sains, dan hubungan antarmanusia.

  5. Keajaiban Toko Kelontong Namiya

    Tiga pemuda menemukan sebuah toko kelontong tua yang memiliki cara unik untuk membantu orang-orang yang sedang menghadapi berbagai persoalan hidup. Melalui kisah-kisah yang saling terhubung, novel ini menghadirkan cerita hangat tentang harapan, pilihan, dan kesempatan kedua.

Warisan Keigo Higashino Akan Terus Hidup Lewat Karya-Karyanya

Kepergian Keigo Higashino menjadi kehilangan besar bagi dunia sastra. Namun, warisan yang ia tinggalkan melalui puluhan novel akan terus hidup dan dibaca lintas generasi.

Bagi kamu yang baru ingin mengenal karya-karyanya, The Devotion of Suspect X, Malice, dan Keajaiban Toko Kelontong Namiya bisa menjadi titik awal untuk menikmati kepiawaiannya merangkai misteri, psikologi, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam satu cerita.

Jika kamu ingin membaca novel-novel karya Keigo Higashino dalam edisi bahasa Indonesia, kamu bisa menemukannya di toko Gramedia terdekat maupun melalui Gramedia.com. Melalui karya-karyanya, Keigo Higashino akan selalu dikenang sebagai salah satu penulis novel misteri terbaik yang pernah dimiliki dunia. 

Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Gramedia Resmi Buka Bogor Yasmin, Hadirkan Konsep Baru Bookstore & Café di Kota Bogor
30 July 2026

Gramedia Resmi Buka Bogor Yasmin, Hadirkan Konsep Baru Bookstore & Café di Kota Bogor

Bogor, 29 Juli 2026 – Gramedia resmi membuka Gramedia Bogor Yasmin sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk terus mendekatkan akses literasi kepada masyarakat sekaligus menghadirkan ruang yang lebih relevan dengan gaya hidup masa kini. Berlokasi di Bogor Great Mall, Gramedia Bogor Yasmin hadir sebagai gerai Gramedia ke-13 di kawasan Bogor dengan konsep baru yang menggabungkan toko buku dan café dalam satu ruang yang nyaman, modern, dan inspiratif.

Mengusung konsep lebih dari sekadar toko buku, Gramedia Bogor Yasmin dirancang sebagai ruang inspirasi yang mempertemukan literasi, kreativitas, produktivitas, dan gaya hidup dalam satu tempat. Pengunjung tidak hanya dapat menemukan koleksi buku, alat tulis, perlengkapan sekolah, produk pendidikan, hingga kebutuhan gaya hidup, tetapi juga menikmati suasana yang nyaman untuk membaca, belajar, bekerja, maupun berkumpul bersama keluarga dan komunitas.

Salah satu keunikan Gramedia Bogor Yasmin adalah kolaborasinya bersama Matchasan, yang menghadirkan pengalaman menikmati minuman matcha berkualitas di dalam area toko. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman berkunjung yang lebih lengkap sekaligus menjadikan Gramedia sebagai destinasi yang tidak hanya identik dengan literasi, tetapi juga ruang berkumpul yang nyaman bagi masyarakat.

Suasana Matchasan di Gramedia Bogor Yasmin

Selain menghadirkan pengalaman baru melalui konsep bookstore & café, Gramedia Bogor Yasmin juga akan menjadi ruang aktivitas komunitas dengan berbagai program yang diselenggarakan secara berkala. Pada rangkaian Grand Opening, masyarakat dapat mengikuti beragam kegiatan seperti Uno Competition, Boardgame Jamming, Monopoly Challenge, Nusa Membaca: Book Talk bersama Rara Noormega & Journaling, Lomba Mewarnai bersama Agatis, hingga Boboboy Card Gathering yang dirancang sebagai ruang interaksi kreatif bagi seluruh keluarga.

"Bogor merupakan salah satu kota dengan perkembangan yang sangat pesat, baik sebagai kota pendidikan, kawasan hunian, maupun pusat tumbuhnya berbagai komunitas kreatif. Melalui Gramedia Bogor Yasmin, kami ingin menghadirkan ruang yang lebih dari sekadar toko buku. Konsep bookstore & café ini merupakan bagian dari transformasi Gramedia dalam menghadirkan ruang yang lebih relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini—tempat untuk membaca, belajar, bekerja, berdiskusi, hingga menikmati waktu berkualitas bersama keluarga. Kami berharap Gramedia Bogor Yasmin dapat menjadi ruang inspirasi yang tumbuh bersama masyarakat Bogor dan memberikan dampak positif bagi ekosistem literasi serta kreativitas di kota ini," ujar Agung Prabowo, Regional Manager Gramedia.

Sementara itu, Johannes Karundeng, Investor Gramedia Partnership, menyampaikan bahwa kehadiran Gramedia Bogor Yasmin merupakan bentuk keyakinan terhadap potensi Bogor sebagai kota dengan pertumbuhan masyarakat yang dinamis dan kebutuhan akan ruang publik yang berkualitas.

"Kami melihat Bogor memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi pendidikan, komunitas, maupun gaya hidup masyarakatnya. Karena itu, kami percaya Gramedia Bogor Yasmin tidak hanya akan menjadi tempat berbelanja buku, tetapi juga menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat untuk belajar, berkarya, dan berkolaborasi. Kami berharap kehadiran gerai ini dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan Yasmin dan menjadi destinasi yang bermanfaat bagi keluarga, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas di Bogor," ujar Johannes Karundeng, Investor Gramedia Partnership.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Gramedia Bogor Yasmin menghadirkan berbagai promo spesial Grand Opening. Pelanggan dapat menikmati diskon hingga 20% untuk produk buku pilihan dan produk non-buku bagi pelanggan yang telah menjadi member MyValue, serta voucher gratis Gramedia untuk 50 pembeli pertama selama periode Grand Opening yaitu 29 Juli - 2 Agustus 2026.

Bertepatan dengan musim masuk sekolah, Gramedia juga menghadirkan program Back to School yang menawarkan berbagai kebutuhan sekolah dengan harga spesial. Mulai dari buku tulis, alat tulis, tas sekolah, hingga perlengkapan belajar lainnya tersedia dalam paket hemat dengan diskon hingga 50%, sehingga masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan sekolah dengan lebih hemat.

Kehadiran Gramedia Bogor Yasmin diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dengan pengetahuan, kreativitas, kolaborasi, dan inspirasi. Sejalan dengan semangat #TumbuhBermakna, Gramedia berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang belajar sepanjang hayat yang mendukung lahirnya masyarakat yang gemar membaca, kreatif, serta siap menghadapi perubahan zaman.

#JumpaDiJalma: Gramedia Jalma Hadir di Semarang, Menghadirkan Ruang Baru untuk Membaca, Menulis, dan Bertemu
27 July 2026

#JumpaDiJalma: Gramedia Jalma Hadir di Semarang, Menghadirkan Ruang Baru untuk Membaca, Menulis, dan Bertemu

Semarang, 24 Juli 2026 — Gramedia Jalma resmi membuka rumah keduanya di kawasan Pandanaran, Semarang. Mengusung tema #JumpaDiJalma: Membaca. Menulis. Bertemu., Jalma menghadirkan ruang perjumpaan yang tumbuh dari kecintaan pada buku—tempat orang membaca, menulis, berbincang, menikmati karya, dan membangun komunitas.

Di tengah kehidupan yang semakin terdigitalisasi, ketika semakin banyak interaksi berlangsung melalui layar, ruang untuk benar-benar bertemu menjadi semakin berharga. Jalma mengajak setiap orang kembali menikmati pengalaman yang sederhana namun bermakna: membuka dan membaui halaman buku, meluangkan waktu untuk berdialog, menemukan gagasan baru, dan membangun hubungan antarmanusia.

Setelah diperkenalkan pertama kali di Melawai, Jakarta, Semarang dipilih sebagai rumah kedua karena tumbuh sebagai kota dengan ekosistem pendidikan, komunitas, dan kreativitas yang semakin dinamis. Melalui Jalma, Gramedia menghadirkan ruang yang menghubungkan literasi dengan seni, musik, diskusi, lokakarya, dan berbagai aktivitas komunitas—membuka peluang lahirnya percakapan, kolaborasi, dan kreativitas baru.

Immaculata Adhista, mewakili Gramedia Jalma, mengatakan, “Kami percaya buku selalu mampu mempertemukan orang dengan gagasan baru, dan setiap perjumpaan layak memiliki ruangnya sendiri. Jalma hadir sebagai ruang untuk membaca, menulis, dan bertemu. Kami berharap Jalma Semarang tumbuh bersama masyarakat—menjadi tempat yang nyaman bagi komunitas, sekaligus ruang bagi anak-anak dan keluarga untuk menikmati waktu bersama melalui buku.”

Sebagai bagian dari grand opening, Gramedia Jalma menghadirkan diskusi Membaca Kota, Menulis Perjumpaan yang mempertemukan perspektif dari dunia arsitektur, penerbitan, dan komunitas kreatif. Diskusi ini mengangkat bagaimana ruang literasi dapat kembali menjadi bagian penting dalam kehidupan kota.

Antonius Arya dari Smiljan & SPOA Architecture mengatakan, “Perubahan gaya hidup masyarakat di kota besar mendorong adanya kebutuhan akan ruang dengan aktivitas yang beragam dalam satu tempat. Smiljan dan SPOA Architecture merancang Gramedia Jalma untuk menciptakan ruang yang inklusif dan nyaman bagi berbagai kalangan, sehingga tetap relevan dengan kebutuhan serta gaya hidup beragam pengunjung.  

Noni Mira Timotius, Vice General Manager Penerbit Gramedia, menambahkan, “Pengalaman membaca sering kali dimulai dari keluarga. Kehadiran ruang yang ramah bagi anak membuat buku tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga pengalaman yang dinikmati bersama oleh orang tua dan anak.”

Sementara itu, Tries Supardi dari Semarang Creative Consortium berharap kehadiran Jalma dapat memperkaya ekosistem kreatif kota. "Semoga Jalma menjadi ruang yang terbuka bagi siapa pun untuk saling bertemu, berbagi gagasan, dan melahirkan kolaborasi-kolaborasi baru di Semarang."

Rangkaian grand opening dilanjutkan dengan berbagai workshop, aktivitas interaktif, dan sesi jejaring yang dapat diikuti pengunjung dari berbagai usia. Perayaan kemudian ditutup dengan penampilan spesial dari Efek Rumah Kaca yang menghadirkan suasana hangat, merayakan perjumpaan melalui musik, cerita, dan kebersamaan.

Melalui kehadirannya di Semarang, Gramedia Jalma berharap menjadi ruang yang tumbuh bersama kota: tempat anak menemukan buku pertamanya, keluarga menikmati waktu bersama, komunitas bertukar perspektif, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk berhenti sejenak—membaca, menulis, lalu kembali bertemu.

Karena pada akhirnya, yang dirayakan bukan sekadar sebuah toko, melainkan ruang bagi lahirnya kemungkinan-kemungkinan baru dari setiap perjumpaan.