Gramedia Pustaka Utama Hadirkan Ekspedisi Leiden 2020–1920 di Tiga Kota, Ajak Pembaca Menelusuri Jejak Sejarah Lewat Misteri dan Petualangan

26 August 2026
Gramedia Pustaka Utama Hadirkan Ekspedisi Leiden 2020–1920 di Tiga Kota, Ajak Pembaca Menelusuri Jejak Sejarah Lewat Misteri dan Petualangan
Menjelajah misteri naskah ratusan tahun dengan Ekspedisi Leiden 2020-1920

Jakarta, 23 Agustus 2026 – Gramedia melalui Penerbit Gramedia Penerbit Utama (GPU) menghadirkan rangkaian Ekspedisi Leiden 2020-1920 di Jakarta, Bandung, dan Palembang sebagai bagian dari perjalanan buku karya Hasbunallah Haris. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, Sabtu, dan Minggu (21-23 Agustus 2026) yang bertempat di Gramedia Matraman, Gramedia PVJ Bandung, Gramedia Palembang Burlian, yang menghadirkan Hasbunallah Haris sebagai penulis. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum, serta menjadi ruang bagi pembaca untuk mengenal lebih dekat proses kreatif dan gagasan di balik novel Leiden 2020–1920

Novel Leiden 2020-1920 membawa pembaca mengikuti perjalanan Syamil, seorang mahasiswa jurusan sejarah yang pertemuannya dengan Maryati dan Kasman di Padang Panjang membawanya jauh dari rumah. Dalam perjalanannya, Syamil menemukan potongan naskah berusia seratus tahun yang ditulis oleh Alex van der Meer, seorang mantan tentara Belanda. Naskah tersebut kemudian membawa Syamil menelusuri jejak sejarah dari Sawahlunto pada 1920 hingga Leiden pada 2020, sekaligus mencari petunjuk mengenai harta karun tua yang tersembunyi di negerinya.

Perjalanan Syamil tidak berhenti pada penelusuran naskah dan harta karun. Ia harus menghadapi berbagai sosok, baik kawan maupun lawan, serta berhadapan dengan berbagai bahaya dalam upayanya mengungkap potongan sejarah yang tersembunyi. Petualangannya membawanya menerjang hutan rimba Sumatra, mencari keberadaan Suku Anak Dalam, hingga berhadapan dengan organisasi gelap yang berbahaya. Di tengah perjalanan tersebut, Syamil juga dihadapkan pada kesadaran bahwa kolonialisme belum sepenuhnya selesai di Indonesia.

Menggabungkan unsur sejarah kolonial dengan gaya penceritaan novel detektif, Leiden 2020-1920 menawarkan pengalaman membaca yang memadukan riset sejarah, misteri, dan petualangan. Pendekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan novel ini dan turut mendapat apresiasi dari Dewan Juri Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2023 yang menilai Leiden 2020-1920 unggul dalam menghadirkan narasi sejarah kolonial melalui gaya penceritaan novel detektif. Novel ini berhasil meraih Juara II Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2023.

Melalui sesi Book Talk, Hasbunallah Haris akan berbincang bersama moderator mengenai proses di balik lahirnya Leiden 2020–1920, mulai dari ketertarikannya terhadap naskah-naskah lama, pengalaman penelitian filologi, hingga proses mengolah fakta dan jejak sejarah menjadi sebuah cerita fiksi. Diskusi juga akan membahas alasan penggunaan pendekatan misteri dan petualangan serta gagasan mengenai jejak kolonialisme yang masih dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Hasbunallah Haris merupakan lulusan Sastra Arab Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang dan kini kembali ke kampus untuk mendalami bidang sejarah. Ketertarikannya pada sejarah bermula dari penelitian filologi ke Sungai Pagu yang kemudian diwujudkan dalam bentuk novel fiksi sejarah. Dalam proses tersebut, ia turut menaruh perhatian pada pelestarian naskah-naskah yang terkubur atau dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Selain menulis, Hasbunallah juga aktif dalam kegiatan diskusi sastra di Bukik Ase, Kota Padang, serta turut memprakarsai komunitas Kutub Sastra sejak 2024.

 Acara diawali dengan pembukaan dan pengenalan buku, dilanjutkan dengan sesi Book Talk bersama penulis dan sesi tanya jawab bersama peserta. Setelah acara, peserta juga berkesempatan mengikuti sesi tanda tangan dan foto bersama penulis. Peserta dalam acara ini juga berkesempatan untuk mendapatkan koleksi buku karya Hasbunallah Haris dengan diskon 20% selama maupun setelah acara berlangsung.

Melalui rangkaian acara Ekspedisi Leiden 2020 - 1920 ini, Gramedia melalui penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) berharap kehadiran novel karya Hasbunallah Haris dapat semakin mendekatkan pembaca dengan karya sastra yang mengangkat sejarah Indonesia melalui cara yang relevan dan menarik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pembaca untuk melihat kembali berbagai jejak sejarah di sekitarnya serta membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana sejarah dapat terus dipahami melalui karya sastra.